Aliran Sumber Daya Keuangan: Arus Keluar Modal Neto

Situs Ekonomi - Selain berpartisipasi dalam pasar dunia untuk barang dan jasa, masyarakat perekonomian terbuka juga berpartisipasi dalam pasar keuangan dunia. Seorang penduduk Indonesia dengan uang sebesar Rp 300 juta dapat menggunakan uang tersebut untuk membeli sebuah mobil Toyota, tapi juga dapat menggunakan uang tersebut untuk membeli saham di perusahaan Toyota. Transaksi pertama menggambarkan arus barang, sementara transaksi ke dua menggambarkan arus jasa.

Arus Keluar Modal Neto

Istilah arus keluar modal neto (net capital outflow) mengacu pada pembelian aset luar negeri oleh masyarakat dalam negeri dikurangi pembelian aset dalam negeri oleh masyarakat luar negeri. (Biasanya juga disebut dengan investasi luar negeri neto). Ketika penduduk Indonesia membeli saham di Singtel, perusahaan telepon Singapura, pembelian tersebut akan menaikkan jumlah investasi luar negeri neto Indonesia. Ketika penduduk Singapura membeli obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah Indonesia, pembelian tersebut mengurangi investasi luar negeri neto Indonesia.

Ingat bahwa arus modal terdiri dari dua bentuk. Jika Ayam Lepas membuka gerainya di Malaysia, ini merupakan contoh dari investasi asing langsung. Alternatif lainnya, jika seorang warga Indonesia membeli saham di perusahaan Malaysia, ini merupakan contoh dari investasi portofolio luar negeri.

Pada kasus pertama seorang investor Indonesia secara aktif menangani langsung investasinya, sementara pada kasus ke dua, seorang investor Indonesia mempunyai peranan lebih pasif. Pada kedua kasus di atas, warga Indonesia membeli aset yang berada di negara lain, sehingga kedua kasus pembelian yang dilakukan meningkatkan investasi luar negeri neto Indonesia.

Pada pembahasan ini, mari kita perhatikan beberapa variabel penting yang memengaruhi investasi luar negeri neto:
  • Suku bunga riil yang dibayarkan atas aset luar negeri
  • Suku bunga riil yang dibayarkan atas aset dalam negeri
  • Risiko ekonomis dan politis dari memiliki aset di luar negeri
  • Berbagai kebijakan pemerintah yang memengaruhi kepemilikan aset dalam negeri oleh investor asing
Sebagai contoh, perhatikan investor Indonesia yang memutuskan apakah akan membeli obligasi pemerintah Thailand atau obligasi pemerintah Indonesia. (Ingat bahwa obligasi pada dasarnya adalah surat utang dengan jaminan yang dibuat oleh penerbitnya). Untuk membuat keputusan ini, investor Indonesia membandingkan suku bunga riil yang ditawarkan oleh kedua obligasi terebut.

Makin tinggi suku bunga riil obligasi, semakin menarik obligasi tersebut bagi investor. Ketika hendak membuat perbandingan ini, investor Indonesia harus ikut menyertakan perhitungan risiko bahwa salah satu dari pemerintah tersebut tidak mampu memenuhi kewajibannya (tidak membayar bunga dan pinjaman pokoknya pada waktu jatuh tempo).

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel