Beberapa Identitas Penting dalam Perhitungan Pendapatan Nasional

Situs Ekonomi - Mankiw (2006: 93) menjelaskan bahwa produk domestik bruto (PDB) adalah pendapatan total dalam perekonomian dan total pembelanjaan hasil perekonomian berupa barang dan jasa. PDB (Y) dibagi menjadi empat komponen pengeluaran: konsumsi (C), investasi (I), pembelanjaan pemerintah (G) dan ekspor neto (NX). Kita tuliskan

Y = C + I + G + NX.

Persamaan ini adalah sebuah identitas karena setiap pengeluaran yang muncul di sisi kiri persamaan juga muncul pada keempat komponen sisi kanan. Berdasarkan cara setiap variabel tersebut ditentukan dan diukur menurut persamaan yang berlaku.

Perhitungan Pendapatan Nasional

Kali ini, kita akan mengasumsikan bahwa pelajaran yang akan dikaji merupakan perekonomian tertutup. Perekonomian tertutup adalah perekonomian yang tidak berinteraksi dengan perekonomian-perekonomian lain.

Lebih tepatnya lagi, perekonomian tertutup tidak terlibat dalam perdagangan internasional, tidak juga terlibat dalam pinjam-meminjam secara internasional. Meskipun perekonomian yang sebenarnya ialah perekonomian terbuka yang artinya berinteraksi dengan perekonomian-perekonomian lain.

Namun, dengan mengasumsikan perekonomian tertutup dapat menyederhanakan analisis kita agar lebih mudah dipahami. Selain itu, asumsi ini berlaku secara sempurna di perekonomian dunia karena perdagangan antarplanet belumlah lazim.

Karena perekonomian tertutup tidak terlibat dalam perdagangan internasional, maka variabel impor dan ekspornya bernilai nol. Jadi, ekspor neto (NX) juga nol. Pada kasus ini kita dapat menuliskan 

Y = C + I + G.

Persamaan ini menyatakan bahwa PDB adalah penjumlahan dari konsumsi, investasi dan pembelanjaan pemerintah. Setiap unit hasil produksi yang dijual dalam perekonomian tertutup dikonsumsi, diinvestasikan dan dibeli oleh pemerintah.

Untuk melihat apa yang bisa diperoleh dari identitas ini menyangkut pasar keuangan, maka kurangkan C dan G dari sisi persamaan. Kita mendapatkan 

Y - C - G = I.

Sisi kiri dari persamaan (Y - C - G)  adalah pendapatan total perekonomian yang tersisa setelah dikeluarkan untuk konsumsi dan pembelanjaan pemerintah. Jumlah ini disebut tabungan nasional (national saving), atau cukup dengan tabungan (saving), dan dilambangkan dengan S. Dengan mengganti Y - C - G menjadi S, kita dapat menuliskan persamaan ini sebagai berikut

S = I.

Persamaan ini menyatakan bahwa tabungan sama dengan investasi (Mankiw, 2006: 94).

Untuk memahami arti dari tabungan nasional, kita perlu sedikit memanipulasi persamaan di atas. Mari kita asumsikan bahwa melambangkan jumlah pajak yang diterima pemerintah dari rumah tangga dikurangi jumlah yang disalurkan kembali oleh pemerintah kepada rumah tangga dalam bentuk pembayaran transfer, seperti jaminan sosial dan subsidi lain. Kita dapat menuliskannya dalam dua bentuk 

S = Y - C - G

atau 

S = (Y - T - C) + (T - G).

Kedua persamaan ini sama karena dua T di ruas kanan akan saling meniadakan. Persamaan kedua memisahkan tabungan nasional menjadi dua bagian: tabungan swasta (Y - T - C) dan tabungan publik (T - G).

Tabungan swasta (private saving) adalah sisa dari jumlah pendapatan rumah tangga setelah membayar pajak dan konsumsi. Karena rumah tangga menerima pendapatan sebesar Y serta membayar pajak sebsar dan konsumsi sebesar C, maka tabungan swasta adalah Y - T - C

Sedangkan tabungan publik (public saving) adalah jumlah pendapatan pajak yang tersisa setelah pemerintah membayar pengeluarannya. Pemerintah menerima pendapatan pajak sebesar T dan mengeluarkan sebesar G untuk barang dan jasa. 

Jika T lebih besar dari G, pemerintah mengalami surplus anggaran (budget surplus) karena menerima lebih banyak uang daripada pengeluarannya. Surplus ini (T - G) mencerminkan tabungan publik. 

Apabila pemerintah mengeluarkan lebih banyak daripada pendapatan pajaknya, atau G lebih besar daripada T, maka pemerintah mengalami defisit anggaran (budget deficit). Berarti, tabungan publik, T - G, bernilai negatif.

Sekarang, perhatikan bagaimana identitas-identitas perhitungan ini berhubungan dengan pasar keuangan. Persamaan S = I menyatakan fakta penting untuk sebuah perekonomian secara keseluruhan, di mana tabungan harus sama dengan investasi. 

Fakta ini menimbulkan sejumlah pertanyaan penting: Apa mekanisme yang terjadi di balik identitas ini? Apa yang mengoordinasikan sejumlah investor untuk memutuskan berapa banyak yang akan ditabung dan diinvestasikan? Jawabannya adalah pasar keuangan. 

Oleh karena itu, Pasar obligasi, pasar saham, bank dan lain-lain berada di antara dua sisi dari persamaan S = I. Mereka menghimpun tabungan suatu negara dan menyalurkannya untuk investasi negara tersebut (Mankiw, 2006: 95).

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel