Cara Mengukur Tingkat Pengangguran

Pembagian Populasi Tahun 2018
Mengukur Tingkat Pengangguran
Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)

Situs Ekonomi - Pada tahun 2018, data statistik mencatat bahwa jumlah seluruh populasi penduduk di Indonesia mencapai 265 juta jiwa yang terdiri dari 133 juta jiwa untuk laki-laki dan perempuan 131 juta jiwa. Dari jumlah tersebut tercatat ada 194 juta jiwa yang dikategorikan sebagai kelompok orang dewasa.

Jumlah tersebut dihitung berdasarkan usia, di mana yang meliputi usia dewasa ialah yang berumur 15 tahun atau lebih. Pakar statistika membagi kelompok orang dewasa tersebut menjadi tiga kategori: bekerja, tidak bekerja dan tidak termasuk angkatan kerja.

Seseorang dikategorikan bekerja apabila ia menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bekerja dan mendapatkan upah. Sementara seseorang dianggap tidak bekerja kalau ia tidak bekerja untuk sementara waktu atau sedang mencari pekerjaan. Adapun seseorang yang tidak termasuk ke dalam dua kategori tersebut, seperti mahasiswa, ibu rumah tangga atau pensiunan, tidak termasuk ke dalam angkatan kerja (Mankiw, 2006: 133).

Setelah menempatkan semua orang dewasa yang diperoleh berdasarkan hasil survei ke dalam tiga kategori tersebut, BPS menghitung berbagai nilai statistika untuk menyimpulkan kondisi pasar tenaga kerja. BPS mendefinisikan angkatan kerja (labor force) sebagai jumlah populasi yang bekerja dan yang tidak bekerja:

Angkatan kerja = Jumlah yang bekerja + Jumlah yang tidak bekerja.

Selain itu, BPS juga mendefinisikan tingkat pengangguran (unemployment rate) sebagai persentase dari angkatan kerja yang tidak bekerja:

Tingkat Pengangguran = (Jumlah yang tidak bekerja/Angkatan kerja) × 100.

Tidak hanya sampai di situ, BPS juga memakai hasil survei yang sama untuk menghasilkan data menyangkut partisipasi angkatan kerja. Tingkat partisipasi angkatan kerja (labor-force participation rate) mengukur persentase dari seluruh populasi orang dewasa yang tergolong angkatan kerja:

Tingkat partisipasi angkatan kerja = (Angkatan kerja/Populasi orang dewasa) × 100.

Nilai statistika ini dapat menggambarkan persentase dari populasi yang memilih untuk berpartisipasi dalam pasar tenaga kerja. Sama halnya dengan tingkat pengangguran, tingkat partisipasi angkatan kerja dapat dihitung, baik untuk seluruh populasi orang dewasa maupun untuk kelompok-kelompok yang lebih spesifik (Mankiw, 2006: 134).

Sebagai contoh, untuk menghitung nilai-nilai tersebut, mari kita gunakan data yang ada pada diagram di atas. Pada tahun 2018 terdapat 124 juta jiwa yang bekerja dan tujuh juta jiwa yang tidak bekerja. Oleh karena itu, nilai angkatan kerja adalah

Angkatan kerja = 124 + 7 = 131 juta.

Sedangkan tingkat pengangguran adalah

Tingkat pengagguran = (7/131) × 100 = 5,3 persen.

Karena jumlah populasi orang dewasa sebanyak 194 juta jiwa, maka tingkat partisipasi angkatan kerja adalah

Tingkat partisipasi angkatan kerja = (131/194) × 100 = 67,5 persen.


Dengan demikian, pada tahun 2018, dua pertiga dari seluruh populasi orang dewasa di Indonesia berpartisipasi di pasar tenaga kerja dan 5,3 persen dari jumlah yang berpartisipasi tersebut tidak bekerja.

0 Response to "Cara Mengukur Tingkat Pengangguran"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel