Dampak Serikat Pekerja Bagi Perekonomian

Situs Ekonomi - Para ekonom berselisih pendapat mengenai apakah secara keseluruhan serikat pekerja berdampak baik atau buruk bagi perekonomian. Mari kita pertimbangkan kedua sisi perdebatan tersebut.

Dampak Serikat Pekerja

Kritikan yang ditujukan atas serikat pekerja adalah bahwa serikat pekerja hanyalah salah satu jenis kartel. Ketika serikat pekerja menaikkan upah di atas tingkat yang berlaku di pasar kompetitif, mereka mengurangi jumlah permintaan tenaga kerja, sehingga menyebabkan beberapa pekerja menganggur, dan menurunkan upah di sektor ekonomi lainnya.

Pengalokasian tenaga kerja yang mengakibat akan hal ini, menurut para kritikus, menjadi tidak efisien dan tidak merata. Tidak efisien karena upah serikat pekerja yang tinggi mengurangi lapangan pekerjaan di perusahaan dengan serikat pekerja di bawah tingkat efisien dan kompetitifnya. Tidak merata karena beberapa pekerja memperoleh manfaat di atas penderitaan pekerja lainnya (Mankiw, 2006: 151).

Para pendukung serikat pekerja berpendapat bahwa serikat pekerja diperlukan untuk mengimbangi kekuasaan perusahaan-perusahaan di pasar tenaga kerja. Contoh kasus ekstrem dari kekuasaan pasar tenaga kerja adalah kasus company town, di mana satu perusahaan mempekerjakan hampir seluruh angkatan kerja yang ada di suatu wilayah.

Dalam sebuah company town, jika pekerja tidak menyetujui upah dan kondisi kerja yang ditawarkan perusahaan, mereka hanya mempunyai dua pilihan, yaitu pindah dari wilayah itu atau menganggur. Apabila tidak ada serikat pekerja, perusahaan dapat menggunakan kekuasaan pasarnya untuk membayar upah yang lebih rendah dan memberikan kondisi kerja yang lebih buruk daripada apabila perusahaan harus bersaing dengan perusahaan lain untuk mendapatkan pekerja yang sama. Pada kasus ini, serikat pekerja dapat menyeimbangkan kekuasaan pasar suatu perusahaan dan melindungi para pekerja dari tindakan pemilik perusahaan yang seenaknya.

Para pendukung serikat pekerja juga menyatakan bahwa serikat pekerja penting bagi perusahaan untuk menanggapi kebutuhan para pekerja. Ketika para pekerja mendapatkan pekerjaan, para pekerja dan perusahaan harus menyetujui berbagai faktor mengenai pekerjaan, selain dari upah: jumlah jam kerja, kondisi lembur dan sebagainya.

Dengan mewakili pandangan para pekerja mengenai masalah-masalah tersebut, serikat pekerja memampukan perusahaan untuk memberikan komposisi yang tepat dari masalah-masalah yang berkaitan dengan pekerjaan. Bahkan, apabila serikat pekerja telah menimbulkan dampak yang buruk dengan menaikkan upah di atas tingkat keseimbangan dan menyebabkan pengangguran, serikat pekerja berguna untuk membantu perusahaan memiliki tenaga kerja yang bahagia dan produktif.

Pada akhirnya, Mankiw (2006: 154) menyimpulkan bahwa tidak ada kesepakatan di antara semua ekonom mengenai apakah serikat pekerja berdampak baik atau buruk bagi perekonomian. Seperti institusi lainnya, pengaruh mereka mungkin memiliki dampak yang baik dalam suatu keadaan dan berdampak buruk dalam keadaan lainnya.

0 Response to "Dampak Serikat Pekerja Bagi Perekonomian"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel