Defisit dan Surplus Anggaran Pemerintah

Situs Ekonomi - Salah satu topik abadi yang senantiasa dibahas dalam isu politik adalah anggaran pemerintah. Defisit anggaran berarti pembelanjaan pemerintah melampaui pendapatan pajaknya.

Pemerintah menutupi defisit anggaran ini dengan melakukan peminjaman di pasar obligasi, dan akumulasi dari pinjaman yang pernah dilakukan oleh pemerintah disebut dengan utang pemerintah. Situasi ini justru berbanding terbalik dengan surplus anggaran, di mana pendapatan pajak pemerintah melampaui pembelanjaannya, sehingga dapat digunakan untuk membayar sejumlah utang pemerintah. Jika pembelanjaan pemerintah sama dengan pendapatan pajak, maka pemerintah mempunyai anggaran yang seimbang (Mankiw, 2006: 102).

Pengaruh Defisit Anggaran Pemerintah
Defisit dan Surplus Anggaran
Pergeseran Pada Kurva Penawaran

Bayangkan, jika pemerintah awalnya mempunyai anggaran yang seimbang, tetapi kemudian karena adanya pemotongan pajak atau kenaikan pembelanjaan (T < G), maka terjadilah defisit anggaran. Kita dapat menganalisis pengaruh dari defisit anggaran ini dengan tiga langkah dalam pasar dana pinjaman sebagaimana yang tergambarkan pada kurva di atas.

Pertama yang perlu diingat adalah tabungan nasional (sumber dari penawaran dana pinjaman) terdiri atas tabungan swasta dan tabungan publik. Perubahan dari keseimbangan anggaran pemerintah menggambarkan perubahan dari tabungan publik dan selanjutnya diikuti dengan jumlah penawaran dana pinjaman. Karena defisit anggaran tidak memengaruhi jumlah yang ingin dipinjam oleh perusahaan dan rumah tangga untuk membiayai investasi mereka pada tingkat suku bunga berapa pun, maka defisit anggaran tidak mengubah permintaan dana pinjaman (Mankiw, 2006: 103).

Langkah selanjutnya, ketika pemerintah mengalami defisit anggaran, tabungan publik menjadi bernilai negatif karena pengeluaran pemerintah lebih besar daripada pendapatannya. Hal ini tentunya menyebabkan tabungan nasional berkurang.

Dengan kata lain, ketika pemerintah meminjam untuk menutupi defisit anggaran, pemerintah mengurangi penawaran dana pinjaman yang tersedia untuk membiayai investasi perusahaan dan rumah tangga. Jadi, defisit anggaran menggeser kurva penawaran dana pinjaman ke kiri dari Ske S2, seperti yang ditunjukkan pada kurva di atas.

Untuk langkah yang terakhir, kita dapat membandingkan keseimbangan yang lama dengan yang baru. Di saat defisit anggaran mengurangi penawaran dana pinjaman, suku bunga meningkat dari lima menjadi enam persen. Suku bunga yang lebih tinggi ini ternyata mengubah perilaku perusahaan dan rumah tangga untuk berpartisipasi dalam pasar pinjaman. 

Dengan demikian, lebih sedikit keluarga yang membeli rumah baru dan lebih sedikit perusahaan yang membangun pabrik baru. Penurunan investasi yang terjadi karena pinjaman pemerintah disebut pembatasan paksa (crowding out). 

Pembatasan paksa inilah yang menyebabkan penawaran dana pinjaman menjadi berkurang dari US$ 1.200 miliar menjadi US$ 800 miliar. Oleh karena itu, apabila melakukan peminjaman untuk menutupi defisit anggaran, maka pemerintah membatasi secara paksa jumlah peminjam swasta yang ingin membiayai investasi mereka.

Jadi, pelajaran yang paling mendasar mengenai defisit anggaran datang langsung dari dampaknya terhadap permintaan dan penawaran dana pinjaman: Ketika pemerintah mengalami defisit anggaran dengan mengurangi tabungan nasional, suku bunga meningkat sementara investasi menurun. Karena investasi penting untuk pertumbuhan ekonomi jangka panjang, berarti defisit anggaran pemerintah mengurangi tingkat pertumbuhan ekonomi.

Sedangkan cara kerja surplus anggaran merupakan sebaliknya. Ketika penerimaan dari pajak (T) lebih besar dari pengeluaran pemerintah (G), maka pemerintah dapat memanfaatkan sisanya untuk melunasi utang yang ada. Secara tidak langsung, surplus anggaran ini juga akan meningkatkan tabungan nasional. 

Oleh sebab itu, surplus anggaran dapat disimpulkan dengan naiknya dana pinjaman, menurunnya suku bunga dan meningkatnya investasi. Dengan investasi yang lebih tinggi sudah tentu dapat meningkatkan akumulasi modal dan mempercepat pertumbuhan ekonomi.

0 Response to "Defisit dan Surplus Anggaran Pemerintah"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel