Hipotesis Pasar yang Efisien

Situs Ekonomi - Mankiw (2006: 122) menuturkan bahwa untuk mengerti teori hipotesis pasar yang efisien (efficient markets hypothesis) ini, titik awalnya adalah memahami bahwa setiap perusahaan yang terdaftar dalam bursa saham besar itu diikuti secara cermat oleh para pengelola keuangan, misalnya orang-orang yang menjalankan reksa dana. Setiap hari, para pengelola ini mengawasi berita-berita keuangan dan melakukan analisis fundamental untuk mencoba menentukan nilai dari suatu saham. Pekerjaan mereka adalah membeli saham ketika harganya lebih rendah dari yang semestinya dan menjualnya ketika harganya lebih tinggi dari yang sepatutnya.

Hipotesis Pasar

Hal ke dua dalam hipotesis pasar yang efisien ini adalah bahwa keseimbangan antara penawaran dan permintaan telah mengatur harga pasar. Artinya, pada harga pasar, jumlah saham yang ditawarkan untuk dijual sama persis dengan jumlah saham yang ingin dibeli orang.

Dengan bahasa yang berbeda, jumlah orang yang menilai suatu saham terlalu tinggi sama banyaknya dengan jumlah orang yang menilai suatu saham terlalu rendah. Jadi, semua saham itu dinilai tepat sepanjang waktu (Mankiw, 2006: 123).

Menurut teori ini, pasar saham adalah efisien dalam informasi (informationally efficient), yaitu pasar saham mencerminkan semua informasi yang tersedia mengenai nilai sebuah aset. Harga-harga saham akan berubah ketika informasi berubah.

Ketika ada berita baik mengenai prospek suatu perusahaan, maka nilai dan harga sahamnya sama-sama naik. Sebaliknya, ketika prospek perusahaan menurun, maka nilai dan harga sahamnya juga ikut turun secara bersamaan. Dengan begitu, harga pasar lebih baik untuk diperkirakan daripada informasi yang tersebar terkait nilai suatu perusahaan.

Satu implikasi dari hipotesis pasar yang efisien ini adalah bahwa harga-harga saham seharusnya mengikuti sebuah jejak acak (random walk). Artinya, perubahan harga-harga saham tidak mungkin dapat diprediksi dari informasi yang tersedia.

Jika bersandar pada informasi yang tersedia secara publik, seseorang dapat memperkirakan bahwa harga suatu saham dapat naik dan turun besok. Dengan tersebarnya berita tersebut, berarti pasar saham telah gagal menyertakan informasi hari ini.

Menurut teori, satu-satunya hal yang dapat menggerakkan harga saham adalah berita yang mengubah persepsi pasar mengenai nilai perusahaan. Tetapi, tetap saja berita tidak dapat diprediksi karena kalau tidak bukan berita namanya. Oleh karena itu, perubahan dalam harga-harga saham seharusnya tidak dapat ditebak pula.

Apabila hipotesis pasar yang efisien ini benar, maka tidak ada gunanya menghabiskan waktu lama untuk mempelajari lembaran bisnis di surat kabar untuk menentukan 20 saham yang harus Anda beli. Jika harga-harga mencerminkan semua informasi yang tersedia, tidak ada saham yang lebih baik untuk dibeli daripada saham lain. Maka dari itu, cara terbaik yang dapat Anda lakukan adalah melakukan diversifikasi portofolio.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel