Kecepatan dan Persamaan Jumlah

Situs Ekonomi - Kita bisa mengambil perspektif lain terkait teori jumlah uang dengan mempertimbangkan pertanyaan berikut: Berapa kali dalam setahun uang kertas rupiah digunakan untuk membeli barang atau jasa yang baru diproduksi? Mankiw (2006: 202) mengatakan, "Jawaban atas pertanyaan ini diberikan oleh suatu variabel yang disebut velositas uang (velocity of money)." Istilah ini mencakup dua studi ilmu yang berbeda, yakni fisika dan ekonomi. Dalam dunia fisika, istilah velositas mengacu pada laju sebuah objek yang sedang bergerak. Sementara dalam ilmu ekonomi, velositas uang mengarah pada laju uang yang bergerak dalam perekonomian dari satu tangan ke tangan lain.

Velositas Uang

Untuk menghitung velositas uang, kita membagi nilai nominal produksi (PDB nominal) dengan jumlah uang. Bila P merupakan tingkat harga (deflator PDB), maka Y merupakan jumlah produksi (PDB riil), dan M adalah jumlah uang, sehingga kecepatannya:

V = (P × Y)/M.

Untuk menjelaskan rumus ini, bayangkan suatu perekonomian sederhana yang hanya memproduksi Kebab Turki. Anggaplah bahwa perekonomian memproduksi 100 kebab setahun, dengan sebuah kebab dijual seharga Rp 18.000, dan jumlah uang dalam perekonomian adalah Rp 100.000, velositas uang adalah:

V = (Rp 18.000 × 100)/Rp 100.000 = 18.

Pada perekonomian tersebut, masyarakat mengeluarkan total Rp 1.800.000 setahun untuk membeli kebab. Agar pengeluaran sebesar Rp 1.800.000 dengan jumlah uang yang hanya Rp 100.000 dapat terjadi, maka tiap rupiah haruslah berpindah tangan sebanyak 18 kali dalam setahun.

Dengan menggunakan aljabar sederhana, persamaan di atas dapat dituliskan kembali menjadi:

M × V = P × Y.

Persamaan ini menyatakan bahwa jumlah uang (M) dikali velositas (V) sama dengan harga produksi (P) dikali jumlah produksi (Y). Persamaan di atas disebut dengan persamaan jumlah (quantity of equation) karena menghubungkan jumlah uang (M) dengan nilai produksi nominal (P × Y). Persamaan tersebut menunjukkan bahwa peningkatan jumlah uang dalam perekonomian haruslah dicerminkan pada salah satu dari tiga variabel lain: Tingkat harga harus naik, jumlah produksi harus naik, atau velositas uang harus turun (Mankiw, 2006: 203).

Untuk menyempurnakan topik pembahasan ini, maka perlu kiranya untuk diketahui bahwa dalam memahami tingkat harga keseimbangan dan laju inflasi, kita membutuhkan unsur-unsur yang terkandung di dalamnya. Berikut unsur-unsur tersebut:
  1. Velositas uang relatif stabil sepanjang waktu.
  2. Karena kecepatan stabil, apabila bank sentral melakukan perubahan pada jumlah uang (M), maka akan terjadi perubahan-perubahan yang sebanding pada nilai produksi nominal (P × Y).
  3. Produksi barang dan jasa dalam perekonomian (Y) sangat ditentukan oleh faktor-faktor penawaran (tenaga kerja, modal fisik, modal manusia, dan sumber daya alam) dan ketersediaan teknologi produksi. Khususnya, karena uang bersifat netral, maka uang tidak memengaruhi produksi.
  4. Dengan produksi (Y) ditentukan oleh faktor-faktor penawaran dan teknologi, apabila bank sentral melakukan perubahan pada jumlah uang yang beredar (M) dan memengaruhi perubahan-perubahan yang sebanding pada nilai produksi nominal (P × Y), perubahan-perubahan ini dicerminkan pada perubahan-perubahan pada tingkat harga (P).
  5. Oleh sebab itu, apabila bank sentral meningkatkan jumlah uang yang beredar dengan cepat, laju inflasi akan naik dengan cepat.
Kelima langkah tersebut merupakan inti dari teori jumlah uang.

0 Response to "Kecepatan dan Persamaan Jumlah"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel