3 Jenis Pengangguran di Negara Sedang Berkembang

Situs Ekonomi - Dalam pembangunan ekonomi ada tenaga-tenaga manusia yang disebut menganggur. Tenaga kerja yang menganggur adalah mereka yang ada dalam umur angkatan kerja dan sedang mencari pekerjaan pada tingkat upah yang berlaku. Tenaga kerja yang tidak sedang mencari pekerjaan tidak termasuk dalam angkatan kerja dan juga bukan pengangguran, seperti mahasiswa dan ibu rumah tangga (Irawan, 2002: 115).

Akhir-akhir ini, banyak sekali terdapat jumlah tenaga kerja yang menganggur, terkhusus di negara-negara yang padat penduduknya. Maka dari itu, ada tiga jenis pengangguran di negara-negara yang sedang berkembang, diantaranya:
  • Pengangguran yang kelihatan (visible underemployment).
  • Pengangguran yang tak-kentara (disguised unemployment)
  • Pengangguran potensial (potential underemployment)

Macam-macam Pengangguran

A. Pengangguran yang Kelihatan (Visible Underemployment)

Visible underemployment akan timbul apabila jumlah waktu kerja yang sungguh-sungguh digunakan lebih sedikit daripada waktu kerja yang disediakan untuk bekerja. Secara tidak langsung, ini merupakan suatu pengangguran. Untuk lebih jelasnya lagi, visible underemployment ini dibagi menjadi dua; pengangguran yang kronis (chronic underemployment) dan penganggruan musiman (seasonal underemployment).

Pengangguran yang kronis merupakan salah satu dari jenis visible underemployment, di mana pada pengangguran jenis ini sebagian angkatan kerja sama sekali tidak bekerja. Sedangkan pengangguran musiman adalah pengangguran yang terjadi pada suatu waktu tertentu dalam satu tahun, seperti seorang petani yang menganggur karena terjadinya penceklik dan seorang nelayan yang berhenti untuk bekerja dikarenakan terjadinya badai. Intinya ini hanya bersifat sementara saja.

B. Pengangguran Tak-Kentara (Disguised Unemployment)

Berbeda halnya dengan pengangguran jenis ini, di mana biasanya terdapat di sektor pertanian karena besarnya tekanan yang ada di sana berpengaruh pada hasil produksi. Misalnya pada saat panen atau tanam padi, maka pengurangan tenaga kerja pada saat itu tidak akan mengurangi output. Dengan kata lain, setelah para pekerja tersebut menggunakan waktunya secara penuh, kemudian mereka mengalihkan waktu-waktunya dengan tanpa mengurangi output di sektor yang ditinggalkan tersebut.

C. Pengangguran Potensial (Potential Underemployment)

Tidak jauh berbeda pastinya dengan disguised unemployment karena pengangguran potensial ini hanya memperluas maknanya dari yang telah dijelaskan di atas. Dalam cakupan ini, pengalihan sektor harus diiringi dengan perubahan-perubahan fundamental dalam metode produksi yang memerlukan pembentukan kapital yang berarti.

Contohnya, pergantian industri rumah tangga dengan industri sedang maupun industri besar yang lebih banyak menggunakan mesin daripada tenaga kerja. Singkatnya, tenaga manusia diganti dengan mesin sehingga tenaga manusia dikurangi karena sudah digantikan oleh mesin.

0 Response to "3 Jenis Pengangguran di Negara Sedang Berkembang"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel