PDB Penentu Keberhasilan Olimpiade

Situs Ekonomi - Setiap empat tahun sekali, semua negara di dunia berkompetisi di Olimpiade. Ketika permainan selesai, jumlah medali yang dikumpulkan oleh sebuah negara menjadi tolok ukur kesuksesan negara tersebut.

Ukuran ini seperti sangat berbeda dari PDB (produk domestik bruto) yang digunakan ekonom untuk mengukur keberhasilan ekonomi. Tetapi, ternyata hal ini tidaklah demikian (Mankiw, 2006: 23).

Ekonom Andrew Bernard dan Meghan Busse telah meneliti penentu keberhasilan Olimpiade. Menurut mereka, penentu yang paling jelas adalah populasi.

Negara-negara yang penduduknya lebih banyak akan memiliki lebih banyak atlet bintang. Namun, ini bukanlah keseluruhan cerita.

Lima Besar Perolehan Medali Olimpiade 2016
Olimpiade 2016
Sumber: Sindownews

Pada kesempatan yang lain, Bernard dan Busse menemukan bahwa ukuran terbaik dari kemampuan bangsa untuk menghasilkan atlet kelas dunia adalah PDB total. Total PDB yang lebih besar berarti jumlah medali yang akan diperoleh akan lebih banyak tanpa memedulikan apakah jumlah tersebut berasal dari PDB per kapita yang tinggi atau jumlah orang yang banyak.

Data di atas mengekspresikan bahwa di samping total populasinya yang besar -- jumlah populasi terpadat ke tiga di dunia -- Amerika juga ditopang oleh jumlah PDB-nya yang besar pula, di mana pada tanggal 18 Februari 2018 Amerika memiliki jumlah PDB sebesar US$ 18.624 miliar. Nilai PDB tersebut merupakan nilai terbesar di planet bumi ini.

Maka dari itu, Amerika disebut dengan negara adikuasa karena kekuatan ekonominya yang amat dahsyat. Sampai pada poin ini teori Bernard dan Busse terbilang valid.

Disusul oleh Inggris di posisi ke dua, pada tahun 2016 jumlah penduduk di Negeri Ratu Elizabeth tersebut mencapai 65 juta jiwa. Jumlah ini memang tidak tergolong ke dalam jumlah populasi terbesar di dunia, tapi itu cukup menjadikan The Black Country sebagai negara yang memiliki penduduk terbesar di urutan ke 22.

Meskipun demikian, nilai PDB yang selama ini digenggam ternyata membantu kesuksesan mereka di Olimpiade Brasil 2016. Dari sisi PDB, Inggris berhasil menjadi negara ke lima dengan total PDB sebesar US$ 2.648 miliar.

Kemudian Cina, negara yang saat ini memiliki hubungan yang renggang dengan Amerika merupakan negara dengan pupulasi terbesar di dunia, yaitu 1,3 miliar jiwa. Sama halnya dengan kedua negara yang telah disebut sebelumnya bahwa Cina juga memiliki jumlah PDB yang besar.

Negeri Tirai Bambu tersebut terus berusaha membuntuti Amerika dalam hal perolehan PDB. Hingga kini, Cina menduduki urutan ke dua dengan nilai PDB sebesar US$ 11.199 miliar.

Begitupun juga dengan Rusia dan Jerman, di mana mereka berdua termasuk ke dalam 15 negara yang mengantongi PDB terbesar di dunia. Rusia yang terkenal dengan paham komunis berada di urutan ke 12 dengan PDB sebesar US$ 1.283 miliar dan Jerman di urutan ke empat dengan PDB US$ 3.467 miliar. Secara keseluruhan, atlet yang berprestasi di Olimpiade Rio De Janeiro Brasil didominasi oleh atlet yang berasal dari negara yang mempunyai kekuatan di bidang ekonomi.

Bernard dan Busse melanjutkan, "Tingkat kemiskinan menjadi kendala bagi banyak atlet berbakat untuk mengembangkan potensi mereka". Sebagai tambahan, Mankiw (2006: 24) juga mengatakan bahwa selain PDB, masih ada faktor lain yang ikut memengaruhi jumlah medali yang dimenangkan, yaitu negara yang menjadi tuan rumah pada saat perhelatan akbar ajang olahraga bergengsi dilangsungkan. Hal ini dikarenakan adanya dukungan dari publik sendiri.

0 Response to "PDB Penentu Keberhasilan Olimpiade"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel