Peranan Penduduk dalam Pembangunan Ekonomi

Situs Ekonomi - Ada empat aspek penduduk yang perlu untuk diperhatikan di negara-negara yang sedang berkembang, yaitu:
  • Tingkat perkembangan penduduk yang tinggi
  • Struktur umur yang tidak favorable
  • Distribusi penduduk yang tidak seimbang
  • Rendahnya kualitas tenaga kerja

Peranan Penduduk

1. Tingkat Perkembangan Penduduk yang Tinggi

Penduduk memiliki dua peranan dalam pembangunan ekonomi; pertama dari segi permintaan, kemudian dari segi penawaran. Dari segi permintaan, penduduk bertindak sebagai konsumen dan dari segi penawaran bertindak sebagai produsen (Irawan, 2002: 86).

Dengan demikian, perkembangan penduduk tidak bisa dijadikan alasan sebagai penghambat perekonomian suatu negara selama penduduknya masih memiliki kapasitas yang tinggi. Ini berarti bahwa tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi harus disertai dengan tingkat penghasilan yang tinggi pula.

Secara teori, tambahnya penduduk justru akan meningkatkan potensi masyarakat untuk menghasilkan permintaan yang baru. Pernyataan tersebut diperkuat oleh Profesor A. Hansen, "Bertambahnya jumlah penduduk malah akan menciptakan permintaan agregatif, khususnya investasi."

Meskipun demikian, keadaan yang menimpa negara-negara yang sedang berkembang, seperti Indonesia, malah berbanding terbalik, di mana tingkat pertumbuhan penduduk menghambat laju perekonomian nasional. Ternyata, jauh-jauh hari sebelumnya kaum klasik telah memprediksikan bahwa akan selalu ada perlombaan antara tingkat perkembangan output dengan tingkat perkembangan penduduk yang akhirnya dimenangkan oleh perkembangan penduduk.

Jika saja dari total jumlah penduduk tersebut banyak yang menganggur, maka keadaan ini akan menjadi lebih sulit bagi pemerintah setempat. Semua ini memerlukan lebih banyak investasi agar pandangan ekonomi kedepan semakin jelas arahnya.

Tujuan dari investasi itu sendiri, terutama bagi negara dunia ketiga (negara -negara yang sedang berkembang) adalah untuk meningkatkan output. Biasanya, Incremental Capital Output Ration (ICOR) untuk negara dunia ketiga berkisar di antara tiga sampai empat, artinya adalah setiap satu unit kenaikan output dibutuhkan kenaikan kapital sebanyak tiga hingga empat unit. Oleh karena itu, untuk mempertahankan standar hidup, paling tidak pada tingkat sekarang, maka negara dunia ketiga harus mampu menabung sebesar sembilan sampai 12 persen dari penghasilan nasional dalam setahun dan kemudian menginvestasikannya kembali. Namun, hal itu tidak semudah yang diucapkan (Suparmoko, 2002: 95).

2. Struktur Umur yang Tidak Favorable

Permasalahan lainnya yang dialami oleh negara-negara yang sedang berkembang adalah penduduknya bersifat expansive. Hal tersebut dikatakan demikian karena penduduk usia muda lebih besar proporsinya daripada golongan penduduk usia dewasa. Penyebab utamanya adalah tingkat kelahiran yang tinggi dan tingkat kematian yang rendah.

Sehubungan dengan struktur umur penduduk, maka ada sebuah konsep yang dikenal dengan angka beban tanggungan (dependency ratio). Konsep tersebut menggambarkan tentang perbandingan antara banyaknya orang yang tidak produktif (penduduk umur di bawah 15 tahun dan di atas 65 tahun) dan orang yang produktif (penduduk umur 15 - 64 tahun).

Umumnya, negara dunia ketiga memiliki angka beban tanggungan yang tinggi karena besarnya jumlah penduduk usia muda. Besarnya proporsi dari usia muda ini tidak menguntungkan bagi pembangunan ekonomi, karena:
  1. Rata-rata golongan usia muda merupakan konsumen dalam perekonomian tersebut.
  2. Besarnya proporsi usia muda mengakibatkan alokasi faktor-faktor produksi lebih ke arah investasi-investasi sosial bukan ke investasi-investasi kapital.

3. Distribusi Penduduk yang Tidak Seimbang

Selain mengenai struktur umur, masih ada beberapa hal yang perlu untuk ditinjau lebih jauh kenapa negara-negara sedang berkembang sulit untuk membangun perekonomian mereka. Setelah mencari-cari jawabannya, ternyata distribusi penduduk yang tidak seimbang menjadi penyebab lainnya.

Hal ini berawal dari tingkat urbanisasi yang tinggi. Urbanisasi selalu dikaitkan dengan suatu daerah yang secara ekonomis lebih maju dan bersifat industri. Biasanya, itu terjadi karena adanya tingkat upah yang lebih menarik di sektor industri daripada upah di desa, sehingga terjadilah ketidakseimbangan distribusi penduduk antara desa dan kota.

Untuk negara sedang berkembang, hal ini dapat menyebabkan adanya ketidakseimbangan perkembangan ekonomi antara sektor pertanian dan sektor industri. Pastinya, ini tidak bisa dianggap remeh begitu saja karena antara kedua sektor tersebut juga merupakan masalah yang tidak mudah untuk diatasi, di mana adanya keharusan dalam membagi jumlah tabungan yang terbatas antara investasi sosial dan investasi kapital yang produktif demi pembangunan ekonomi (Irawan, 2002: 101).

4. Kualitas Tenaga Kerja

Di samping itu, perkembangan ekonomi membutuhkan lebih banyak tenaga kerja yang mempunyai skill. Lalu bagaimana hal itu bisa terwujud jika tingkat pendidikan atau pengetahuannya rendah.

Dengan kata lain, pendidikan merupakan faktor penting bagi berhasilnya pembangunan ekonomi. Bahkan, Schumaker mengatakan, "pendidikan merupakan sumber daya yang terbesar manfaatnya dibandingkan dengan faktor-faktor produksi lain."

0 Response to "Peranan Penduduk dalam Pembangunan Ekonomi"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel