Permintaan Agregat, Penawaran Agregat dan Kurva Phillips

Situs Ekonomi - Model permintaan dan penawaran agregat memberikan penjelasan sederhana mengenai hasil yang mungkin digambarkan oleh kurva Phillips. Kurva Phillips memperlihatkan kombinasi antara inflasi dan pengangguran yang timbul dalam jangka pendek ketika pergeseran pada kurva permintaan agregat memindahkan perekonomian sepanjang kurva penawaran agregat jangka pendek (Mankiw, 2006: 361).

Kenaikan permintaan agregat atas barang dan jasa dalam jangka pendek mengakibatkan jumlah hasil produksi barang dan jasa yang lebih besar dan tingkat harga yang lebih tinggi. Jumlah hasil produksi yang semakin besar berarti semakin banyak lapangan pekerjaan, sehingga semakin rendah tingkat pengangguran.

Di samping itu, berapa pun tingkat harga pada tahun sebelumnya, semakin tinggi tingkat harga pada tahun yang sekarang, maka semakin tinggi inflasinya. Jadi, pergeseran pada permintaan agregat mendorong inflasi dan pengangguran ke arah yang berbeda dalam jangka pendek. Berikut adalah hubungan yang digambarkan pada kurva Phillips.

Permintaan Agregat, Penawaran Agregat dan Kurva Phillips
Kurva Phillips dengan Model Permintaan dan Penawaran Agregat

Untuk lebih jelas bagaimana hal ini dapat terjadi, mari kita bahas sebuah permisalan: Untuk membuat angka-angka tetap sederhana, bayangkan bahwa tingkat harga sama dengan 100 pada tahun 2015, sebagaimana yang diukur oleh indeks harga konsumen. Gambar tersebut memperlihatkan kepada kita dua hasil yang mungkin terjadi pada tahun 2016. Panel (a) menunjukkan dua hasil yang menggunakan model permintaan dan penawaran agregat. Sedangkan panel (b) menggambarkan dua hasil yang sama dengan menggunakan kurva Phillips.

Pada panel (a), kita dapat melihat implikasinya terhadap hasil produksi dan tingkat harga pada tahun 2016. Apabila permintaan agregat barang dan jasa relatif rendah, perekonomian mengalami kondisi seperti yang ditunjukkan pada titik A, di mana perekonomian memproduksi hasil sebesar 7.700 dengan tingkat harga 105. Sebaliknya, jika permintaan agregat relatif tinggi, perekonomian mengalami kondisi seperti yang ditunjukkan pada titik B, di mana hasil produksinya sebesar 8.100 dengan tingkat harga 110. Dengan demikian, permintaan agregat yang lebih tinggi dapat memindahkan keseimbangan ekonomi dengan hasil produksi yang lebih tinggi dan tingkat harga yang juga lebih tinggi.

Sementara pada panel (b), kita dapat melihat makna di balik kedua hasil produksi yang mungkin timbul terhadap pengangguran dan inflasi. Karena perusahaan membutuhkan lebih banyak pekerja ketika memproduksi barang dan jasa dalam jumlah yang lebih besar, tingkat pengangguran lebih rendah pada titik B dibanding titik A. Pada contoh ini, ketika hasil produksi naik dari 7.700 menjadi 8.100, maka tingkat pengangguran turun dari 6 persen menjadi 4 persen. Selain itu, karena tingkat harga pada titik B lebih tinggi dari titik A, tingkat inflasi juga lebih tinggi.

Secara khusus, karena tingkat harga pada tahun 2015 adalah 100, titik A memiliki tingkat inflasi sebesar 5 persen, dan titik B memiliki tingkat inflasi sebesar 10 persen. Dengan demikian, kita dapat membandingkan dua hasil yang mungkin saja terjadi pada perekonomian, baik dari segi hasil produksi maupun tingkat harga (dengan menggunakan model permintaan dan penawaran agregat), atau tingkat pengangguran dan inflasi (dengan menggunakan kurva Phillips).

Sejauh ini, kita telah mengerti bahwa kebijakan moneter dan fiskal dapat menggeser kurva permintaan agregat. Oleh sebab itu, kebijakan moneter dan fiskal dapat memindahkan perekonomian di sepanjang kurva Phillips.

Kesimpulannya adalah apabila kenaikan jumlah uang yang beredar, peningkatan pengeluaran pemerintah, atau pemotongan pajak terjadi pada suatu perekonomian, maka hal itu dapat meningkatkan permintaan agregat dan memindahkan perekonomian ke suatu titik pada kurva Phillips dengan tingkat pengangguran yang lebih rendah dan inflasi yang lebih tinggi. Sebaliknya, apabila penurunan jumlah uang yang beredar, pemotongan pengeluaran pemerintah, atau kenaikan pajak terjadi, maka secara tidak langsung hal tersebut dapat menurunkan permintaan agregat dan memindahkan perekonomian ke suatu titik pada kurva Phillips dengan tingkat inflasi yang lebih rendah dan pengangguran yang lebih tinggi. Dengan pemahaman seperti ini, kurva Phillips menawarkan berbagai pilihan kombinasi antara inflasi dan pengangguran kepada para pembuat kebijakan (Mankiw, 2006: 364).

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel