Perubahan Jumlah Uang yang Beredar

Situs Ekonomi - Sejauh ini kita telah menelaah pergerakan sepanjang kurva permintaan agregat yang miring ke bawah. Teori ini juga mengemukakan peristiwa-peristiwa lain yang memengaruhi perubahan jumlah permintaan barang dan jasa. Ketika jumlah permintaan barang dan jasa berubah pada tingkat harga tertentu, kurva permintaan agregat bergeser.

Menurut Mankiw (2006: 333), "Salah satu variabel penting yang menggeser kurva permintaan agregat adalah kebijakan moneter." Untuk melihat bagaimana kebijakan moneter memengaruhi perekonomian dalam jangka pendek, anggaplah bahwa Bank Indonesia (BI) memperbanyak jumlah uang yang beredar dengan membeli surat obligasi pemerintah melalui operasi pasar terbuka.

Mari kita amati bagaimana injeksi moneter ini memengaruhi suku bunga keseimbangan pada tingkat harga tertentu. Hal ini akan menjelaskan kepada kita apa yang dilakukan injeksi terhadap posisi kurva permintaan agregat.

Jumlah Uang yang Beredar
Injeksi Moneter

Sebagaimana yang ditunjukkan oleh panel (a), peningkatan jumlah uang yang beredar akan menggeser kurva jumlah uang yang beredar ke arah kanan, dari MS1 ke MS2. Karena kurva permintaan uang tidak mengalami perubahan, maka suku bunga turun, dari rke r2 untuk menyeimbangkan jumlah uang yang beredar dengan jumlah permintaan uang. Artinya, suku bunga harus turun untuk mendorong masyarakat agar mau memegang tambahan uang yang telah diciptakan oleh BI.

Sekali lagi, suku bunga memengaruhi jumlah permintaan barang dan jasa, sebagaimana ditunjukkan pada panel (b). Dengan suku bunga yang lebih rendah, maka akan mengurangi biaya peminjaman dan tingkat pengembalian dari tabungan. Hal itu dapat terjadi karena rumah tangga akan membeli lebih banyak rumah berukuran besar, sehingga mendorong investasi perumahan.

Di samping itu, perusahaan juga akan membelanjakan lebih banyak uang untuk mendirikan pabrik dan membeli peralatan baru, sehingga mendorong investasi bisnis. Akibatnya, jumlah permintaan barang dan jasa pada tingkat harga tertentu, P-bar, naik dari Y1 ke Y2. Tentu saja, tidak ada yang istimewa dengan P-bar: Injeksi moneter meningkatkan jumlah permintaan barang dan jasa pada setiap tingkat harga. Jadi, seluruh kurva permintaan agregat bergeser ke kanan.

Sederhananya: ketika BI meningkatkan jumlah uang yang beredar, maka akan membuat suku bunga turun dan meningkatkan jumlah permintaan barang dan jasa pada semua tingkat harga, kemudian menggeser kurva permintaan agregat ke kanan. Sebaliknya, ketika BI mengurangi jumlah uang yang beredar, suku bunga akan meningkat dan jumlah permintaan barang dan jasa akan turun pada semua tingkat harga, sehingga menyebabkan kurva permintaan agregat bergeser ke kiri.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel