Strategi Pasar dalam Negeri

Situs Ekonomi - Umumnya, negara-negara industri, seperti Amerika Serikat, Inggris dan Jerman, menjadikan sumber daya alam sebagai alat untuk mengembangkan ekonomi nasional. Sejauh ini dapat dilihat bahwa strategi tersebut sangat ampuh untuk mendongkrak pasar dalam negeri, bahkan tanpa ada campur tangan pemerintah sedikit pun.

Bagi negara yang kaya akan bahan mentah, untuk mengadopsi strategi ini sebenarnya tidak sulit karena hasil produksi akan relatif lebih murah harganya. Dengan demikian, industri dapat berkembang dengan mudah karena adanya jaminan pasar di dalam negeri (Irawan, 2002: 360).

Strategi Pasar

Masalahnya adalah bagaimana mendorong masyarakat agar sudi menggunakan barang-barang produksi dalam negeri. Untuk itu diperlukan kemampuan bersaing terhadap barang-barang impor lewat harga yang lebih murah dan mutu yang lebih baik.

Kenyataannya, harga barang lokal di negara sedang berkembang selalu lebih mahal daripada barang impor yang sejenis. Hal ini disebabkan oleh tingginya biaya produksi (Suparmoko, 2002: 361).

Oleh karena itu, agar barang-barang produksi dalam negeri itu dapat bersaing dengan barang-barang impor, maka diperlukan adanya perlindungan tata niaga oleh pemerintah. Perlindungan tersebut dapat berupa bea masuk yang tinggi dan jaminan pasar dengan harga yang ditentukan oleh pemerintah, terutama ditujukan pada barang-barang substitusi impor.

Adapun demikian, perlindungan terhadap industri dalam negeri sebaiknya dibatasi karena apabila perlindungan tersebut terlalu besar, maka akan menimbulkan inefisiensi dan rasa manja. Jadi, perlindungan ini sedikit demi sedikit dikurangi agar industri tersebut dapat bersaing dengan barang-barang impor guna menembus persaingan bebas di pasar internasional.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel