Substitusi Impor di Berbagai Sektor

Situs Ekonomi - Untuk menerapkan substitusi impor di negara sedang berkembang sangatlah sukar. Hal ini dikarenakan penduduk di negara sedang berkembang selalu saja mengalami pertambahan serta distribusi pendapatan juga mengalami pertumbuhan.

Maka dari itu, sulit untuk mengukur pola permintaan masyarakat terhadap substitusi impor tersebut. Namun, ada beberapa hal yang perlu untuk diketahui bersama bahwa substitusi impor tidak hanya di bidang industri saja melainkan juga di bidang pertanian (Irawan, 2002: 395).

Substitusi Impor

1. Substitusi Impor di Bidang Industri

Pada umumnya, negara sedang berkembang memulai industri substitusi impor dengan membangun industri yang menghasilkan barang-barang konsumsi pokok. Menurut Suparmoko (2002: 396), "alasan negara tersebut melakukan hal yang demikian adalah karena pasar barang-barang konsumsi itu lebih luas daripada pasar barang-barang kapital."

Lagi pula, tingkat teknologi yang dibutuhkan untuk menghasilkan barang-barang kapital itu lebih tinggi daripada yang dibutuhkan untuk menghasilkan barang-barang konsumsi. Sedangkan tingkat teknologi yang tinggi ini masih langka di negara sedang berkembang (Irawan, 2002: 397).

2. Substitusi Impor di Bidang Pertanian

Di samping substitusi impor di bidang industri, sering pula terjadi di bidang pertanian. Negara sedang berkembang biasanya menjadikan produksi pertanian sebagai target untuk menghasilkan devisa dan menghemat devisa. Tentunya, itu semua tergantung pada usaha-usaha untuk mencapai swasembada (self sufficiency) pangan di bidang pertanian (Suparmoko, 2002: 398).

Apabila swasembada di bidang pertanian telah tercapai, maka kebutuhan dalam negeri telah tercukupi, sehingga tidak perlu lagi untuk mengimpor. Selanjutnya, hasil tersebut dapat diekspor bila pasar dalam negeri sudah cukup terpenuhi.

Namun, kendalanya sekarang ini adalah sektor pertanian di negara sedang berkembang mengalami kekurangan. Pastinya hal itu akan menghambat pembangunan ekonomi. Oleh karenanya agar substitusi impor itu berhasil, pemerintah harus memperhatikan fasilitas-fasilitas dan dorongan-dorongan yang cukup untuk menggunakan metode-metode pertanian yang lebih baik, seperti adanya bibit unggul (Irawan, 2002: 399).

0 Response to "Substitusi Impor di Berbagai Sektor"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel