Variabilitas Harga Relatif dan Misalokasi Sumber-sumber Daya

Situs Ekonomi - Anggaplah bahwa Restoran Banda Seafood mencetak menu baru dengan harga baru setiap bulan Januari dan membiarkan harga tersebut tidak berubah sepanjang tahun tersebut. Seandainya tidak terjadi inflasi, harga relatif Banda Seafood, yaitu harga makanannya dibandingkan dengan harga-harga lain dalam perekonomian, akan tetap selama setahun.

Variabilitas Harga

Sebaliknya, bila ada laju inflasi sebesar 12 persen setahun, harga relatif Banda Seafood akan otomatis turun sebesar 1 persen tiap bulan. Harga relatif restoran (yaitu, harga makanan pada restoran dibandingkan harga-harga lain dalam perekonomian) akan menjadi tinggi pada awal bulan setiap tahun, tidak lama setelah restoran tersebut mencetak menu baru, dan turun pada bulan berikutnya.

Dengan demikian, semakin tinggi laju inflasi, maka semakin besar pula variabilitas otomatis ini. Jadi, karena harga hanya sekali-kali mengalami perubahan, inflasi menyebabkan harga-harga relatif menjadi lebih bervariasi dibanding yang semestinya.

Lalu, mengapa hal ini menjadi masalah? Mankiw (2006: 213) memberikan alasannya bahwa pasar dalam perekonomian mengandalkan harga-harga relatif guna mengalokasikan sumber-sumber daya yang langka. Konsumen memutuskan apa yang harus dibeli dengan membandingkan kualitas dan harga dari berbagai jenis barang dan jasa.

Melalui keputusan seperti itu, konsumen menentukan bagaimana faktor-faktor produksi yang langka dialokasikan di antara industri-industri dan perusahaan-perusahaan . Ketika inflasi mengganggu harga relatif, keputusan konsumen menjadi terganggu, dan pasar menjadi kurang mampu mengalokasikan sumber-sumber daya mereka untuk dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

0 Response to "Variabilitas Harga Relatif dan Misalokasi Sumber-sumber Daya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel