Membatasi Jumlah Produksi

Situs Ekonomi - Untuk menjaga agar porduksi tidak mencapai tingkat yang berlebihan, sehingga menimbulkan masalah-masalah yang menyebabkan kemerosotan pendapatan produsen hasil pertanian, maka pemerintah dapat membatasi jumlah produksi tersebut. Lantas, bagaimana kebijakan itu dilaksanakan? Untuk itu, mari kita amati bersama gambar di bawah ini.

Membatasi Jumlah Produksi
Menjaga Kestabilan Harga dengan Pembatasan Produksi (Quota)

Sukirno (1994: 133) menyatakan, "Tanpa adanya campur tangan pemerintah, maka permintaan dan penawaran berada pada kurva DD dan SS." Dengan demikian, apabila harga sepenuhnya ditentukan oleh interaksi antara permintaan dan penawaran, maka harga yang akan tercapai adalah P1 dan jumlah barang yang diperjualbelikan Q1.

Kita misalkan harga yang tercapai dalam pasar bebas ini tidak memuaskan petani dan pemerintah, sebab dianggap harga tersebut terlalu rendah. Harga yang dianggap memadai adalah yang akan memberikan pendapatan yang lumayan kepada para petani, yaitu P2.

Apabila permintaan tetap sebagaimana yang ditunjukkan oleh kurva DD, maka harga P2 hanya akan wujud jika penawaran seperti yang diperlihatkan oleh Sq. Dengan demikian, barang yang sebaiknya diproduksi haruslah sebesar Q2.

Ini berarti para petani secara keseluruhan memproduksi tidak lebih dari Q2. Tanpa adanya pembatasan produksi seperti ini, para petani mungkin saja akan memproduksi sebanyak Q3. Sedangkan tujuan dari kebijakan pembatasan produksi adalah untuk menghalangi petani supaya tidak memproduksi lebih daripada Q2.

Kalau dibandingkan dengan penentuan produksi secara pasar bebas, kebijakan membatasi produksi dapat menimbulkan dua macam perubahan: (i) harga barang akan naik, tetapi (ii) jumlah barang yang diproduksi oleh para petani berkurang. Pertanyaannya: Apakah pendapatan petani akan bertambah sesudah kebijakan membatasi tingkat produksi ini dilakukan? Sukirno (1994: 134) menjawab, "itu tergantung pada elastisitas permintaan antara titik E1 dan E2."

Apabila di kedua titik tersebut permintaan bersifat tidak elastis, maka kebijakan membatasi produksi akan menaikkan pendapatan para petani. Oleh karena itu, dapatlah dibuat suatu kesimpulan bahwa kebijakan membatasi produksi dengan tujuan untuk menaikkan pendapatan para petani dapat tercapai ketika permintaan terhadap barang yang dibatasi produksinya tidak bersifat elastis.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel