Membentuk Kurva Permintaan

Situs Ekonomi - Telah ditunjukkan bahwa sifat permintaan konsumen, yaitu kalau harga turun -- cateris paribus -- permintaan bertambah dan kalau harga naik permintaan berkurang. Hal ini dapat diterangkan dengan menggunakan teori nilai guna (Sukirno, 1994: 181).

Selain dengan cara itu, sifat permintaan konsumen dapat pula diterangkan dengan menggunakan analisis kurva kepuasan sama. Adapun cara untuk menerangkan sifat permintaan konsumen dengan menggunakan analisis kurva kepuasan sama adalah seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah ini.

Kurva Permintaan
Membentuk Kurva Permintaan dengan Bantuan Analisis Kepuasan Sama

Pada gambar (i) dimisalkan pendapatan konsumen adalah tetap sebesar Y dan pada permulaannya harga makanan adalah Pm dan harga pakaian adalah Pa. Dengan demikian, awalnya garis a menggambarkan garis anggaran pengeluaran konsumen tersebut.

Garis a menyinggung kurva kepuasan sama U1 di titik E. Oleh karena itu, jumlah pakaian yang dikonsumsi adalah Q unit.

Selanjutnya, misalkan pendapatan dan harga makanan tidak mengalami perubahan, tetapi harga pakaian menurun dan sekarang telah menjadi Pb. Dengan perubahan ini, maka garis anggaran pengeluaran yang sekarang ditunjukkan oleh garis b.

Garis b disinggung oleh kurva kepuasan sama U2 di titik E1. Keseimbangan ini mengindikasikan bahwa pakaian yang dikonsumsi telah meningkat menjadi Q1 unit.

Misalkan penurunan lebih lanjut berlaku atas harga pakaian, yaitu Pc. Penurunan ini memindahkan lagi garis anggaran pengeluaran sebagaimana yang diperlihatkan oleh garis c.

Kemudian, Kurva U3 yang disinggung oleh garis c menyebabkan munculnya keseimbangan baru yang ditandai oleh E2. Peristiwa ini menerangkan bahwa konsumsi pakaian yang sekarang telah semakin bertambah sebanyak Q2.

Sukirno (1994: 183) mengatakan, "Uraian yang baru saja dibuat ini menunjukkan bahwa perubahan harga pakaian mengakibatkan perubahan pada sejumlah pakaian yang dibeli." Untuk membuktikannya, secara gamblang telah dipaparkan pada gambar (ii), di mana terdapat hubungan antara harga pakaian dan jumlah pakaian yang diminta.

Titik A mengilustrasikan kedudukan konsumen ketika belum berlaku perubahan harga, yaitu Pa. Pada saat bersamaan jumlah pakaian yang diminta adalah Q unit. 

Semantara titik B menggambarkan ketika keadaan harga pakaian turun dari Pmenjadi Pb. Pada tingkat harga tersebut, jumlah pakaian yang diminta bertambah banyak, yakni dari Q menjadi Q1.

Berikutnya, keadaan yang terakhir adalah saat harga pakaian berubah menjadi Pc. Hal ini diterangkan dengan jelas oleh titik C. Keadaan ini menunjukkan jumlah pakaian yang diminta sebesar Q2. Secara keseluruhan, kurva DD yang dibuat melalui ketiga titik di atas merupakan kurva permintaan atas pakaian.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel