Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Meminimumkan Biaya atau Memaksimumkan Produksi?

Meminimumkan Biaya atau Memaksimumkan Produksi

Pada gambar di atas, secara serentak ditunjukkan oleh kurva produksi sama dan garis biaya sama. Lebih lanjut, kita dapat melihat penjelasan dari penggabungan kedua kurva ini sebagai berikut: (i) apabila jumlah pengeluaran untuk membiayai produksi sudah ditentukan, keadaan yang bagaimanakah yang akan memaksimumkan produksi? (ii) Apabila jumlah produksi yang ingin dicapai telah ditentukan, keadaan yang bagaimanakah yang akan meminimumkan biaya produksi?

Memaksimumkan Produksi

Untuk menjawab persoalan yang dilontarkan pada poin pertama, terlebih dahulu kita misalkan bahwa biaya yang dibelanjakan untuk membeli per unit modal sebesar Rp15.000, upah tenaga kerja sebanyak Rp10.000, dan biaya yang disediakan oleh produsen adalah Rp300.000. Dengan uang sebanyak Rp300.000, maka produsen dapat -- sekiranya membeli satu jenis faktor produksi saja -- memperoleh 20 unit modal atau 30 tenaga kerja.

Garis biaya yang ditunjukkan oleh TC2 menggambarkan bahwa gabungan tenaga kerja dan modal dapat diperoleh dengan menggunakan uang yang tersedia. Persoalannya sekarang, manakah gabungan yang akan dapat menghasilkan produksi yang paling minimum? Di sini terdapat lima titik yang terletak pada berbagai kurva produksi sama yang merupakan titik perpotongan atau titik persinggungan dengan garis TC2 yaitu A, B,C, D dan E.


Dari kelima titik ini, titik E terletak pada kurva produksi sama yang paling tinggi, tepatnya pada tingkat produksi 2.500 unit. Ini berarti bahwa gabungan yang diwujudkan oleh titik E akan memaksimumkan jumlah produksi yang dapat dibiayai oleh seorang produsen sebanyak Rp300.000. Gabungan tersebut terdiri dari 12 unit modal dan 12 tenaga kerja.

Meminimumkan Biaya

Untuk membuat analisis mengenai persoalan pada poin kedua, Sukirno (1994) menyarankan perlunya membuat pemisalan mengenai tingkat produksi yang ingin dicapai. Misalkan produsen ingin memproduksi sebanyak 1.500 unit.

Berdasarkan pada gambar di atas, keingingan ini diilustrasikan oleh kurva produksi sama atau IQ. Dapat dilihat pula bahwa kurva itu dipotong atau disinggung oleh garis-garis biaya sama di lima titik yang berbeda, yaitu A, B, Q, R dan P.


Titik-titik ini mengindikasikan bahwa gabungan-gabungan tenaga kerja dan modal dapat digunakan untuk menghasilkan produksi sebanyak yang diinginkan. Dari gabungan-gabungan tersebut, manakah yang akan memakan biaya yang paling murah? Tentunya adalah gabungan yang ditunjukkan oleh titik yang terletak pada garis biaya sama yang paling rendah.

Titik P adalah garis biaya sama yang paling rendah karena berada di garis TC. Dengan demikian, titik ini menandakan bahwa gabungan tenaga kerja dan modal menghasilkan 1.500 unit. Faktor produksi itu terdiri dari 9 tenaga kerja dan 8 unit modal. Sedangkan biaya yang dikeluarkan untuk itu adalah sebesar Rp210.000.