Produktivitas Sektor Pertanian dan Ekonomi Pedesaan

Situs Ekonomi - Dalam Pembangunan Jangka Panjang ke-2 (PJP2), ada dua hal yang perlu diperhatikan: 1) arah proses transformasi perekonomian dan 2) proses globalisasi. Transformasi perekonomian terwujud dalam perubahan sumbangan menurut sektor, sumber pertumbuhan ekonomi dan pergeseran tenaga kerja dari sektor pertanian ke sektor industri (Syechalad, 2009: 1).

Produktivitas Sektor Pertanian

Proses transformasi perlu diarahkan agar adanya keserasian dan keseimbangan, baik dari produksi dan penyerapan tenaga kerja antar sektor pertanian dan sektor industri maupun antar sektor pedesaan dan sektor perkotaan. Pergeseran pola permintaan ke arah peningkatan produksi -- industri dan jasa berlandaskan ketangguhan sektor pedesaan (tradisional) -- akan mendorong pertumbuhan yang dinamis.

Bagi negara Indonesia, banyak pertumbuhan ekonomi yang menjadi masalah, terutama konsep pembangunan yang dijalankan tidak seusai dengan yang semestinya. Terlalu sempit apabila kita memandang bahwa pembangunan itu hanya dilihat dari segi nilai total pertumbuhan ekonominya saja. Padahal, sejatinya mencakup sasaran yang lebih luas, yaitu peningkatan kesejahteraan rakyat.

Partisipasi masyarakat di dalam pembangunan ekonomi dan penciptaan struktur ekonomi yang seimbang sangatlah diperlukan untuk berlangsungnya pertumbuhan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan. Dalam hubungan ini, peningkatan partisipasi masyarakat di pedesaan merupakan suatu strategi peningkatan kemandirian bangsa dan negara Indonesia.

Ada tiga prasyarat penting pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di suatu wilayah, yaitu (i) akumulasi kapital, (ii) peningkatan kualitas sumber daya manusia dan (iii) adanya kelembagaan ekonomi, sosial dan politik. Apabila ketiganya terpenuhi, maka masyarakat akan berkemungkinan untuk berpartisipasi, dan mereka akan menyalurkan kemampuan dan keterampilan yang mereka miliki guna meningkatkan produktivitas pedesaan (Rahman, 1998).

Untuk mempersiapkan negara Indonesia memasuki proses globalisasi, maka sektor pertanian termasuk subsektor perkebunan di dalamnya dan sektor pedesaan hendaknya menjadi sumber tenaga kerja terdidik. Hal ini dapat terjadi jika produktivitas sektor pertanian dan ekonomi pedesaan mengalami peningkatan (Syechalad, 2009: 2).

Perekonomian Indonesia akan menjadi semakin kuat jika terjadi perubahan struktur ekonomi pedesaan yang dicirikan oleh struktur industri ke arah nilai tambah yang tinggi dan hemat energi yang terkait dengan sumber daya alam di pedesaan. Perlu ditekankan bahwa sektor pertanian atau tradisional adalah sumber utama kekayaan bangsa Indonesia.

Garis Besar Haluan Negara (GBHN) menegaskan bahwa dalam meningkatkan tingkat hidup dan memberi faedah kepada penduduk sebagai kekuatan pembangunan bangsa, maka usaha-usaha pembinaan, pengembangan serta pemanfaatan potensi tenaga kerja perlu ditingkatkan. Setiap langkah pembangunan harus secara terpadu ditingkatkan agar dapat mencapai tujuan program-program nasional yang didasarkan serta dititikberatkan terhadap pembangunan nasional. Oleh sebab itu, setiap usaha peningkatan produksi harus berhubungan dengan tujuan meningkatkan pendapatan pekebun dan pendistribusian pembangunan kepada rakyat.

0 Response to "Produktivitas Sektor Pertanian dan Ekonomi Pedesaan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel