Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Apa Saja Syarat-syarat Diskriminasi Harga?

Apa Saja Syarat-syarat Diskriminasi Harga?

Tidak semua perusahaan monopoli dapat melakukan diskriminasi harga. Hanya dalam keadaan-keadaan tertentu diskriminasi harga dapat dijalankan dengan sukses. Menurut Sukirno (2012), ada beberapa keadaan yang memungkinkan perusahaan monopoli melakukan diskriminasi harga, yaitu:

1. Barang Tidak Dapat Dipindahkan dari Satu Pasar ke Pasar Lain

Sekiranya terdapat kemungkinan barang dapat dibawa dari pasar yang lebih murah ke pasar yang lebih mahal, maka kebijakan diskriminasi harga tidak akan efektif. Barang dari pasar yang lebih murah akan dijual lagi ke pasar yang lebih mahal dan perusahaan tidak dapat menjual lagi barang yang disediakan untuk pasar tersebut.

2. Sifat Barang atau Jasa Itu Memungkinkan Dilakukan Diskriminasi Harga

Barang atau jasa tertentu dapat dengan mudah dijual dengan harga yang berbeda. Barang semacam itu biasanya berbentuk jasa perseorangan, seperti jasa seorang dokter, ahli hukum, dan sebagainya. Mereka dapat menetapkan tarif berdasarkan pada kemampuan langganan untuk membayar, orang kaya dikenakan tarif yang tinggi, sebaliknya orang miskin diberi diskon.

3. Sifat Permintaan dan Elastisitas Permintaan di Masing-masing Pasar Haruslah Sangat Berbeda

Kalau permintaan dan elastisitas permintaan memiliki kesamaan di masing-masing pasar, maka keuntungan tidak akan diperoleh dari kebijakan tersebut. Umumnya, diskriminasi harga dijalankan apabila elastisitas permintaan di masing-masing pasar sangat berbeda.


Apabila permintaan tidak elastis, harga akan ditetapkan pada tingkat yang relatif tinggi, sedangkan di pasar yang permintaannya lebih elastis, harga ditetapkan pada tingkat yang rendah. Dengan cara ini, penjualan dapat diperbanyak dan keuntungan dapat dimaksimumkan.

4. Kebijakan Diskriminasi Harga Tidak Memerlukan Biaya yang Melebihi Tambahan Keuntungan yang Diperoleh Tersebut

Adakalanya, sebelum melaksanakan kebijakan diskriminasi harga, perusahaan harus mengeluarkan biaya terlebih dahulu. Apabila kebijakan tersebut dilakukan di dua daerah yang berbeda, maka biaya untuk mengangkut barang harus dikeluarkan.

Sekiranya dilakukan di daerah yang sama, biaya yang dikeluarkan mungkin dalam bentuk iklan. Apabila biaya yang dikeluarkan melebihi pertambahan keuntungan yang diperoleh dari diskriminasi harga, maka tidak ada manfaatnya untuk menjalankan kebijakan tersebut.

5. Produsen Dapat Mengeksploiter Beberapa Sikap Tidak Rasional Konsumen

Pada poin ini, kita dapat mempermisalkan bahwa produsen menjual barang yang sama tetapi bungkus, merek, dan kampanye iklan yang berbeda. Dengan cara ini, produsen dapat menjual barang yang dikatakannya bermutu tinggi kepada konsumen.


Cara lain adalah menjual barang yang sama, tetapi dengan harga yang berbeda pada daerah pertokoan yang berbeda. Di daerah pertokoan orang kaya, harganya ditetapkan lebih mahal daripada di daerah pertokoan orang miskin.

Demikianlah pembahasan tentang syarat-syarat diskriminasi harga. Jadi, kebijakan diskriminasi harga ini tidak hanya menguntungkan produsen semata melainkan juga konsumen, contohnya seperti harga spesial untuk lansia.