5 Faktor Lingkungan Ekonomi

Situs Ekonomi - Lingkungan ekonomi merupakan kondisi ekonomi di negara organisasi internasional beroperasi. Bagian dari lingkungan ini meliputi beberapa faktor, seperti perkembangan ekonomi, infrastruktur; pasar sumber daya dan produk; dan kurs nilai tukar (Daft, 2006: 158).

Lingkungan Ekonomi

Perkembangan Ekonomi

Perkembangan ekonomi (economic development) ini sangat berbeda-beda di berbagai negara dan wilayah di dunia. Sejumlah negara dapat digolongkan sebagai negara maju atau negara berkembang.

Negara berkembang sering kali dikenal sebagai negara kurang maju (less-developed countries -- LDCs). Kriteria yang digunakan secara tradisional untuk menggolongkan negara sebagai negara maju atau berkembang adalah pendapatan per kapita, yaitu pendapatan yang diperoleh dari produksi barang dan jasa suatu negara dibagi dengan jumlah penduduk.

Negara-negara berkembang memiliki pendapatan per kapita yang rendah. LDC ini terletak di Asia, Afrika, dan Amerika Latin.

Sedangkan negara-negara maju biasanya terletak di Amerika Utara, Eropa, dan Jepang. Saat ini, sejumlah negara berkembang di Asia Tenggara, Amerika Selatan, dan Eropa Timur sedang mengarah pada pertumbuhan global.

Kebanyakan perusahaan bisnis internasional bermarkas besar di negara-negara dengan perekonomian yang lebih kaya dan sehat. Namun demikian, perusahaan-perusahaan yang cerdas melakukan investasi besar di Asia, Eropa Timur, dan Amerika Selatan.

Sebagai contoh, jumlah pengguna Internet di Amerika Selatan diperkirakan tumbuh menjadi 19 juta pada tahun 2003, naik dari hanya sebesar 4,8 juta pada tahun 1998, dan penjualan e-commerce diperkirakan akan mencapai $8 miliar. Baik Compaq dan Dell telah meluncurkan toko online untuk para pembeli di Amerika Selatan agar dapat membeli komputer melalui Internet.

Amerika online memandang Amerika Selatan sebagai pasar penting untuk memperluas kehadiran globalnya, meskipun Universo Online Internasional (UOL), yang berpusat di Brazil, melakukan start lebih awal daripada AOL. Perusahaan-perusahaan ini menghadapi risiko dan tantangan hari ini, namun mereka bersiap untuk mendapatkan manfaat yang besar di masa depan (Daft, 2006: 159).

Infrastruktur

Adapun fasilitas fisik suatu negara yang mendukung kegiatan ekonominya dinamakan dengan infrastruktur (infrastructure). Infrastruktur ini mencakup fasilitas transportasi seperti bandar udara, jalan raya, dan jalur rel kereta api; fasilitas penghasil energi, seperti pembangkit tenaga listrik; serta fasilitas komunikasi, seperti saluran telepon dan stasiun radio.

Perusahaan yang beroperasi di LDC harus menghadapi tingkat teknologi yang lebih rendah dan persoalan logistik, distribusi, dan komunikasi yang sangat rumit. Infrastruktur yang tidak berkembang menjadi peluang bagi beberapa perusahaan, seperti United Technologies Corporation, yang berpusat di Hartford, Connecticut, yang bisnisnya meliputi mesin jet, sistem pendingin udara, pemanas dan lift.

Ketika negara-negara seperti Cina, Rusia, dan Vietnam membuka pasar mereka, gedung-gedung baru membutuhkan lift, sistem udara, dan pemanas; membuka wilayah pedalaman untuk kegiatan perdagangan membutuhkan lebih banyak lagi mesin jet dan helikopter.

Pasar Sumber Daya dan Produk

Kemudian adalah pasar sumber daya dan produk. Ketika beroperasi di negara lain, manajer perusahaan harus mengevaluasi permintaan pasar akan produk mereka.

Jika permintaan pasar tinggi, manajer dapat memilih untuk mengekspor produk ke negara tersebut. Namun, untuk membangun pabrik, pasar sumber daya untuk memasok bahan baku dan tenaga kerja harus tersedia.

Sebagai contoh, tantangan terbesar bagi McDonald's, yang sekarang menjual burger Big Macs hampir di setiap benua kecuali Antartika, adalah memperoleh pasokan segala sesuatu mulai dari kentang, hingga roti hamburger, dan sedotan plastik. Di McDonald's yang terletak di Crakow, burger berasal dari pabrik di Polandia, yang sebagian dimiliki oleh OSI Industries yang berpusat di Chicago; bawang dipasok dari Fresno, California; serta roti dari pusat produksi dan distribusi di dekat Moskow (Daft, 2006: 161).

McDonald's berupaya melakukan kontrak dengan pemasok lokal, bila memungkinkan. Di Thailand, McDonald's sesungguhnya membantu para petani menanam kentang coklat dengan kualitas memadai untuk menghasilkan kentang goreng (golden French fries).

Kurs Nilai Tukar

Sementara kurs nilai tukar adalah nilai yang menjadi dasar pertukaran mata uang satu negara dengan negara lain. Perubahan kurs nilai tukar dapat menimbulkan implikasi yang besar terhadap keuntungan operasi internasional yang mempertukarkan jutaan dolar ke dalam mata uang lain setiap harinya.

Sebagai contoh, misalkan dolar Amerika Serikat (AS) ditukarkan sebesar 0,8 euro, jika nilai dolar meningkat nilainya menjadi 0,9 euro, barang-barang AS akan menjadi lebih mahal di Prancis karena memerlukan euro yang lebih banyak untuk membeli barang AS yang berharga satu dolar. Maka, akan menjadi lebih sukar untuk mengekspor barang AS ke Prancis, sehingga laba akan menurun. Di sisi lain, jika nilai dolar turun menjadi 0,7 euro, maka barang-barang AS akan menjadi lebih murah di Prancis dan dapat diekspor untuk mendapatkan laba (Daft, 2006: 162).

0 Response to "5 Faktor Lingkungan Ekonomi"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel