Kinerja Organisasi: Pentingnya Efisiensi dan Efektivitas

Situs Ekonomi - Bagian lain dari definisi manajemen yang kita gunakan adalah pencapaian tujuan organisasi dengan cara yang efisien dan efektif. Manajemen menjadi begitu penting karena organisasi juga sangat penting (Daft, 2006: 10).

Kinerja Organisasi

Dalam masyarakat industri, di mana terdapat dominasi teknologi yang kompleks, organisasi membawa pengetahuan, orang dan bahan mentah secara bersama-sama untuk melakukan suatu tugas yang tidak dapat dikerjakan sendiri oleh masing-masing individu. Tanpa organisasi, bagaimana dapat dihasilkan teknologi yang memungkinkan kita berbagi informasi ke seluruh dunia secara seketika? Oleh karena itu, organisasi tersebar di dalam masayarakat kita

Istilah organisasi ini sudah sangat tidak asing lagi di telinga kita. Pada saat kita masih mahasiswa atau pelajar SMA (Sekolah Menengah Atas), kita hampir setiap saat berhubungan dengan yang namanya organisasi.

Kalau di SMA sering dikenal dengan sebutan OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) beserta beberapa departemen yang ada di dalamnya. Begitu pun juga di dunia perkuliahan, di mana jumlah organisasi tersebut tentunya melebihi satu, seperti BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) dan Inkubator Bisnis. Jika dilarikan ke dunia bisnis, maka di sana terdapat manajer sebagai pimpinannya.

Manajer ini akan memantau kinerja bawahannya. Ia akan terus mengawasi apakah sumber daya yang ada telah digunakan dengan bijak untuk mencapai tujuan organisasi.

Adapun definisi resmi untuk organisasi (organization) yang kita gunakan adalah entitas sosial yang diarahkan dengan tujuan dan dibentuk dengan penuh pertimbangan. Entitas sosial berarti terdiri dari dua atau lebih orang (Daft, 2006: 12).

Sedangkan diarahkan oleh tujuan berarti dirancang untuk mencapai keluaran tertentu, seperti memperoleh laba, kenaikan upah, memenuhi kebutuhan spiritual, atau kepuasan sosial. Kemudian, dibentuk dengan penuh pertimbangan berarti tugas dibagi dan tanggung jawab untuk memenuhi kinerja diserahkan kepada anggota organisasi.

Definisi ini berlaku untuk seluruh organisasi, baik yang berorientasi laba atau nirlaba. Berdasarkan hal itu, tanggung jawab manajemen adalah mengoordinasikan sumber daya dengan cara yang efektif dan efisien untuk mencapai tujuan organisasi.

Efektivitas (effectiveness) organisasi adalah sejauh mana organisasi mencapai tujuan yang telah ditentukan. Ini berarti bahwa organisasi berhasil dalam mencapai apa yang diusahakannya.

Untuk itu, Efektivitas organisasi berarti menyediakan produk atau jasa yang dihargai oleh pelanggan. Sementara Efisiensi (Efficiency) organisasi lebih mengacu pada jumlah sumber daya yang digunakan untuk mencapai tujuan.

Ini didasarkan pada seberapa banyak bahan mentah, uang dan orang yang diperlukan untuk memproduksi sejumlah produk. Efisiensi dapat dihitung sebagai jumlah sumber daya yang digunakan untuk menghasilkan sebuah produk atau jasa.

Efisiensi dan efektivitas memiliki peran yang sama pentingnya di dalam organisasi. Sebagai contoh, dengan menggunakan teknologi baru untuk menghasilkan karpet dengan simulasi warna penuh yang hampir mirip dengan aslinya, Lees Carpets di Virginia tidak perlu menyela mesin untuk menghasilkan tenunan dalam jumlah yang kecil (Daft, 2006: 13).

Dengan demikian, Lees dapat membuat lebih banyak karpet dengan jumlah mesin dan karyawan yang sama. Efektivitas dapat diperbaiki karena sistem desain yang dipercepat telah mendatangkan lebih banyak pelanggan, mengurangi waktu perputaran untuk bisnis yang normal, serta memperbaiki kualitas produk dan kepuasan pelanggan.

Manajer pada perusahaan jasa juga menggunakan teknologi baru untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas. Freddie Mac, salah satu penjamin hipotek terbesar di Amerika Serikat, menggunakan sistem yang secara otomatis menghitung apakah akan menjamin suatu pinjaman rumah atau tidak. Semenjak sistem Loan Prospector (Penilaian Prospek Pinjaman) diluncurkan, volume transaksi Freddie Mack meningkat 200 persen, tanpa tambahan staf lagi.

Namun demikian, kadang kala upaya manajer untuk meningkatkan efisiensi dapat merusak efektivitas organisasi. Hal ini benar-benar terjadi, terutama yang terkait dengan upaya pemotongan biaya.

Di Delta Airlines, mantan CEO (Chief Executive Officer) Robert W. Allen secara dramatis meningkatkan efisiensi biaya dengan mengurangi pengeluaran untuk karyawan, makanan, kebersihan dan perawatan. Allen yakin bahwa langkah ini diperlukan untuk menyelamatkan perusahaan dari kesulitan keuangan.

Namun, Delta jatuh ke tempat terakhir di antara maskapai penerbangan utama dalam hal kinerja tepat waktu, moral karyawan menurun dan keluhan pelanggan mengenai pesawat yang kotor, serta antrian pajak pada counter tiket meningkat lebih dari 75 persen. CEO yang sekarang, Leo Mullin, berjuang untuk mempertahankan efisiensi yang dilakukan oleh Allen, tetapi juga meningkatkan efektivitas organisasi. Oleh karena itu, tanggung jawab utama manajer adalah untuk mencapai kinerja (performance) yang tinggi, yaitu pencapaian tujuan organisasi dengan menggunakan sumber daya secara efisien dan efektif.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel