Unocal Corporation: Strategi yang Menantang Tren Industri Normal

Situs Ekonomi - Unocal Corporation kelihatannya tidak mungkin memiliki risiko tinggi untuk sasaran kemarahan global. Para pelanggan di manapun mengenali logo 76 milik perusahaan minyak yang tersebar di mana-mana, terutama di California.

Unocal Corporation
Sumber: Wikipedia

Mereka semua tahu bahwa Unocal adalah penjual bahan bakar minyak yang besar, yang memiliki kantor pusat sangat mewah di pusat kota, dan peranan penting sebagai pendorong keberadaan di Los Angeles. Terlepas dari reputasinya sebagai sebuah perusahaan konservatif yang memiliki pasar domestik sangat jelas dan berfokus pada kepentingan minyak bumi di California, selama tahun 1990-an Unocal melakukan transformasi menjadi sebuah perusahaan internasional.

Pada tahun 1995, sesudah menjadi Pemimpin Unocal, Roger Beach mulai melakukan penjualan aset ritel domestik dan menghentikan kegiatan eksplorasi dan penyulingan di Amerika Serikat (AS). Sumber daya dialihkan ke tempat-tempat yang tidak terpikirkan sebelumnya, di mana beberapa produsen oli utama lainnya telah mengambil risiko operasi -- tempat-tempat seperti Myanmar (dulu dikenal sebagai Burma), Turkmenistan, Uzbekistan, dan negara-negara Balkan yang penuh masalah.

Beach meningkatkan besarnya investasi perusahaan di berbagai lapangan minyak Indonesia, membuka anak perusahaan yang memberikan layanan energi penuh di Thailand, memperluas kepemilikan di Malaysia, dan memulai negosiasi untuk perusahaan penyulingan di Pakistan. Hampir 40 persen dari anggaran eksplorasi dan penambangan Unocal berada di pasar negara-negara berkembang ini, dan kebanyakan di antaranya ditujukan pada lokasi-lokasi dengan risiko tinggi di bekas republik Uni Soviet dan anak benua Persia.

Mengapa mengambil semua risiko ini? Beach menjawab bahwa Unocal yang tidak mampu untuk bersaing langsung dengan para raksasa industri minyak untuk pasar modal, memutuskan menciptakan paket strategis yang sangat menarik berupa produksi energi layanan penuh di berbagai negara yang sedang berusaha membangun infrastruktur.

Beach berkata, "Apa yang disukai oleh setiap pemerintah dari strategi Unocal adalah belanja sekali jalan: satu grup yang mampu untuk melakukan keseluruhan proyek mulai dari pembangunan hingga pemasaran akhir. Kita telah menjadi mitra dalam pembangunan tersebut, dan kita sama pentingnya bagi mereka."

Strategi Unocal menantang tren industri normal yang didasarkan pada pendistribusian investasi modal yang sangat besar, sesuai dengan cadangan minyak dan hak tambang, baru kemudian melakukan perjanjian operasi. Sebaliknya, Unocal datang di depan pintu dengan paket layanan energi, mulai dari proses pengeboran awal pada tahap eksplorasi hingga pengiriman tenaga listrik kepada pengguna akhir, dan proposal tersebut meliputi minyak, gas, atau pembangkit tenaga listrik.

Beach melihat risiko di negara berkembang yang jauh lebih kecil daripada yang dianggap oleh para industri analis. Bahaya perang, kekacauan politik, dan fluktuasi mata uang memang jelas ada, namun perusahaan menyatakan telah melakukan upaya perlindungan (hedging) terhadap ancaman-ancaman ini dengan melakukan diversifikasi investasi.

Namun demikian, menurut Beach, keberhasilan bergantung pada upaya menciptakan perusahaan yang dikelola secara global yang mampu memahami dan berpartisipasi dalam lingkungan pasar luar negeri. Oleh karena itu, pada tahun 1996 ia memulai transformasi besar dalam sistem manajemen Unocal, yang diawali dengan memindahkan kantor pusatnya dari kantor di pusat kota yang sangat megah ke suite kecil yang sangat efisien di dekat Bandar Udara Internasional Los Angeles.

Para manajer tingkat menengah, ditempatkan di kantor regional seperti Singapura, Istanbul, Jakarta, atau mereka keluar dari perusahaan. Para eksekutif inti, yang memiliki karakter sebagai orang Los Angeles, mendapatkan karakter multinasional, yang menunjukkan aliansi kelompok Eropa Timur dan Asia. Anak perusahaan di Jakarta, Thailand, dan Burma memiliki nama dan identitas perusahaan secara lokal, menghilangkan profil Amerikanya, dan banyak aliansi luar negeri Unocal masuk menjadi bagian dari komunitas tempat beroperasi.

Di Thailand, Unocal mengerjakan rencana privatisasi negara tersebut untuk mengubah operasi Otoritas Minyak Thailand (Petroleum Authority of Thailand -- PTT) menjadi layanan minyak internasional yang dimiliki dan dioperasikan oleh swasta. Unocal dan PTT telah memulai pembangunan jaringan pipa di Teluk Thailand yang menghubungkan lapangan hidrokarbon Unocal di daerah semenanjung negara tersebut, dan sebuah usaha patungan di Malaysia telah membuka pasar energi regional, mulai dari Myanmar hingga Philipina.

Evaluasi awal telah memuji konsorsium ini sebagai strategi yang sangat brilian, namun aktivitas terkait ini membuat Unocal menghadapi kritikan yang pedas. Unocal menjadi investor tunggal AS terbesar di Myanmar sebagai bagian dari ekspansinya, namun pemerintah militer Myanmar telah menerapkan isolasi politik dan ekonomi sebagai akibat undang-undang AS yang dimaksudkan untuk memboikot negara tersebut karena praktik hak asasi manusia yang tidak dapat diterima.

Para aktivis politik di lebih dari 12 negara bagian AS telah dengan berhasil mengeluarkan undang-undang yang melarang impor dari Myanmar dan melarang investasi swasta di sana oleh perusahaan AS. Sejumlah pemerintah kota di lima negara bagian telah menerapkan undang-undang boikot, dan Unocal, PepsiCo, serta beberapa perusahaan AS lainnya yang beroperasi di Myanmar telah menjadi target utama dari kelompok penekan internasional. PepsiCo menuruti tekanan tersebut dan keluar dari Myanmar, namun Unocal secara tegas menolak untuk mengikutinya.

Namun demikian, keteguhan perusahaan untuk tetap berada di Myanmar bukanlah persetujuan atas catatan hak asasi manusia di negara tersebut. Unocal mengalami kesulitan untuk mundur karena telah melakukan perjanjian ekuitas dengan perusahaan petrokimia raksasa dari Prancis, Total, yang juga memiliki investasi jaringan pipa yang sangat penting dengan Unocal di Teluk Persia dan Asia Selatan.

Kontrak Unocal dengan Total membuat dirinya menjadi mitra de facto dari pemerintah Prancis. Selain itu, Unocal telah melakukan investasi pada kepemilikan publik dan swasta di Myanmar, dan tersebar di lima negara utama Asia Tenggara lainnya.

Namun, seorang perwakilan Unocal menyatakan pentingnya peranan perusahaan tersebut dalam membantu pembangunan negara. Ia berkata, "Untuk mundur dari Myanmar dan mengisolasinya tidak akan berpengaruh apa-apa. Kepemimpinan hak asasi manusia dan praktik politik yang layak dipertanyakan ini akan terus berlanjut, dan mungkin berkembang. Di sisi lain, kekuatan dan kenyataan bahwa kita mampu menyediakan pekerjaan yang berarti dan bisnis internasional yang etis dapat mendorong perubahan ke arah yang lebih baik. Bahkan, jika setiap perusahaan Amerika mundur, perusahaan dari negara-negara lain akan menyambut kesempatan untuk membangun (Myanmar) tanpa persaingan dari Amerika."

Tetapi, posisi ini tidak mengurangi risiko politik atau keuangan bagi Unocal. Terlepas dari masalah etika dan kebijakan AS, Myanmar memiliki catatan yang jelas berupa kelemahan untuk menempati janjinya.

Sebagai negara dengan militer yang kuat, mengisolasi diri untuk alasan ideolagis semenjak Perang Dunia II, negara tersebut memiliki sedikit teman di dunia ini. Selama bertahun-tahun, negara tersebut berhubungan dengan Uni Soviet untuk mendapatkan bantuan dan dukungan militer, dan mendukung kekuatan pemberontakan di beberapa konflik sipil di negara tetangga.

Situasi ini membuat pemerintah tidak menjadi mitra kekuatan ekonomi regional yang potensial. Namun demikian, negara tersebut memliki posisi strategis di dalam lingkungan Asia Tenggara, dan telah mendapatkan pertimbangan, meski dengan sejumlah kontroversi untuk menjadi anggota ASEAN.

Unocal memiliki posisi yang agak berisiko di negara tersebut, seperti halnya di Uzbekistan, Turkmenistan, dan negara-negara Balkan. Sebuah perusahaan Amerika tanpa dukungan legal atau politik dari pemerintah negara asalnya hanya dapat mengharapkan bantuan yang kecil jika pemerintah negara tuan rumah memutuskan untuk membekukan aset-asetnya, melarang repatriasi mata uang, atau memaksakan hak melakukan nasionalisasi.

Sementara itu, Unocal menempatkan dana sebesar miliaran dolar di negara-negara tersebut dan tidak memiliki jaringan pengaman sedikit pun di rumah. Sesungguhnya, Unocal menghadapi ancaman yang berpotensi sangat mahal dari rumah, dan jika perusahaan didorong ke tembok undang-undang, maka sang pemimpin berkata bahwa ia akan membawa Unocal keluar dari kontrol AS.

Sumber: "Unocal Corporation," dari International Management: Text and Cases, 143-145, David H. Holt, Copyright © 1998 oleh Harcourt, Inc. Direvisi dan dicetak ulang dengan persetujuan dari penerbit.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel