Contoh Neraca Saldo Beserta Penjelasannya

Situs Ekonomi - Dari waktu ke waktu, kesamaan antara debit dan kredit dalam buku besar harus selalu diperiksa. Soemarso (2002: 108) mengatakan, "Pada setiap akhir periode akuntansi, hasil pemeriksaan ini diperlihatkan dengan membuat neraca saldo (trial balance)."

Walaupun demikian, kesamaan debit dan kredit dalam neraca saldo tidak selalu berarti bahwa pencatatan telah dilakukan dengan benar. Misalnya, pemindahbukuan ke akun yang salah tidak akan mempengaruhi keseimbangan debit dan kredit, meskipun ia tetap merupakan kesalahan. Berikut ini adalah contoh neraca saldo.

Contoh Neraca Saldo

Dalam contoh neraca saldo di atas, keseimbangan debit dan kredit diperlihatkan pada jumlah Rp5.400. Saldo-saldo akun tersebut diambil berdasarkan buku besar. Misalnya, saldo debit akun kas dalam neraca saldo yang berjumlah Rp262 merupakan saldo akun tersebut di buku besar.

Penutup

Selain dari apa yang telah diuraikan di atas, maka juga perlu untuk kita ketahui bahwa nama akun dengan masing-masing saldonya juga sangat berguna untuk menyusun laporan laba rugi dan neraca (Soemarso, 2002: 109). Sebagai penutup, saya akan lampirkan beberapa istilah dalam ilmu akuntansi yang barangkali belum Anda ketahui sebelumnya. Untuk itu, berikut ini adalah beberapa istilahnya:

  1. Ayat jurnal (journal entry): penyajian suatu transaksi ke dalam nama akun dan jumlah yang harus di debit dan di kredit.
  2. Ayat jurnal gabungan (compound journal entry): ayat jurnal yang terdiri dari dua atau lebih akun yang harus di debit/kredit.
  3. Beban gaji (salaries): Beban yang berasal dari pemakaian jasa karyawan/buruh yang dipekerjakan dalam perusahaan.
  4. Beban serba-serbi (miscellaneous expenses): Beban yang terdiri dari bermacam-macam transaksi yang jumlahnya kecil, tidak sering terjadi dan tidak tertampung dalam salah satu akun beban yang ada dalam bagan akun.
  5. Buku harian (journal): Lihat jurnal.
  6. Buku memorial (general journal): Lihat jurnal umum.
  7. Jurnal (journal): Formulir khusus yang digunakan untuk mencatat secara kronologis transaksi-transaksi yang terjadi dalam perusahaan menurut nama akun dan jumlah yang harus di debit dan di kredit.
  8. Jurnal standar (standard journal): Lihat jurnal umum.
  9. Jurnal umum (general journal): Bentuk jurnal yang terdiri dari dua kolom. Jurnal umum kadang-kadang disebut juga buku memorial atau jurnal standar.
  10. Neraca saldo (trial balance): Terkadang disebut juga neraca sisa atau neraca percobaan: daftar saldo akun-akun yang ada dalam buku besar perusahaan pada suatu waktu tertentu.
  11. Pemindahbukuan ke buku besar (posting): Prosedur pemindahan data dari jurnal ke akun-akun yang bersangkutan di buku besar.
  12. Penjurnalan (journalizing): Pencatatan transaksi dalam jurnal.
  13. Penggolong-golongan transaksi (classifying of transaction): Pencatatan transaksi-transaksi yang mempunyai sifat sama dilaporkan dalam satu pos atau akun.
  14. Referensi (reference): Dalam proses pemindahbukuan dari jurnal ke buku besar, pencatatan nomor kode akun di jurnal untuk menunjukkan ke akun mana ayat jurnal tersebut dimasukkan dan pencatatan halaman jurnal di akun untuk menunjukkan dari jurnal mana ayat jurnal yang bersangkutan berasal.
  15. Siklus akuntansi (account cycle): Tahap-tahap kegiatan dalam proses pencatatan dan pelaporan akuntansi, mulai dari terjadinya transaksi sampai dengan dibuatnya laporan keuangan.

0 Response to "Contoh Neraca Saldo Beserta Penjelasannya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel