Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Keputusan Terprogram dan Tidak Terprogram

Keputusan Terprogram dan Tidak Terprogram

Keputusan manajemen umumnya dibagi ke dalam dua kategori, yaitu terprogram dan tidak terprogram. Keputusan terprogram (programmmed decisions) meliputi situasi yang timbul cukup sering untuk membuat aturan pengambilan keputusan dikembangkan dan diaplikasikan di masa depan (Daft, 2006).

Keputusan terprogram dibuat sebagai respon terhadap permasalahan yang timbul di organisasi. Keputusan memesan kembali kertas dan perlengkapan kantor lainnya saat persediaan menurun merupakan keputusan terprogram.

Keputusan terprogram lainnya berkaitan dengan jenis keahlian yang dibutuhkan untuk memenuhi posisi tertentu, untuk pusat pemesanan kembali untuk pemesanan manufaktur, dan pelaporan terpisah untuk pengeluaran di atas 10 persen dari anggaran. Setelah manajer memformulasikan aturan keputusan ini, para bawahan dan lainnya dapat mengambil keputusan guna membebaskan manajer dari tugas lainnya.

Adapun keputusan tidak terprogram (nonprogrammed decisions) diambil sebagai respon dari situasi yang unik, tidak terjelaskan dengan baik dan sebagian besar tidak terstruktur, serta memiliki konsekuensi penting bagi organisasi. Banyak keputusan tidak terprogram melibatkan perencanaan strategis karena ketidakpastiannya tinggi dan keputusan bersifat kompleks.


Keputusan untuk membangun pabrik baru, mengembangkan produk atau layanan baru, memasuki pasar geografis baru, atau merelokasi kantor pusat ke kota lain semuanya merupakan keputusan tidak terprogram. Keputusan Starbucks untuk memasukkan Internet sebagai bagian dari strategi pertumbuhannya adalah sebuah contoh yang baik tentang kompleksitas dan ketidakpastian dari keputusan tidak terprogram.

Contoh lain dari keputusan ini adalah ketika Ronald Zarella menunda rencana pengenalan desain produk baru dari produk perusahaan yang memiliki penjualan tinggi, yaitu Chevrolet Cavailer. Zarella dan pejabat eksekutif lainnya harus menganalisis permasalahan yang kompleks, mengevaluasi alternatif, dan mengambil keputusan tentang cara terbaik untuk membalikkan pangsa pasar GM yang menurun.

Nah, itulah pembahasan tentang keputusan terprogram dan tidak terprogram. Jadi, sekali lagi diulangi bahwa keputusan terprogram adalah keputusan yang memiliki struktur yang baik, sementara keputusan tidak terprogram tidak memiliki prosedur baku untuk mengatasi permasalahan.