Penjualan Retur dan Pengurangan Harga

Situs Ekonomi - Barang dagang yang dijual bisa saja dikembalikan lagi oleh pelanggan, mungkin karena adanya kerusakan atau alasan-alasan lain. Oleh sebab itu, pelanggan diberi potongan harga (pengurangan harga atau sales allowance). Apabila penjualan retur atau pengurangan harga dihubungkan dengan penjualan kredit, maka penjual akan mengirimkan nota kredit (credit memorandum).

Soemarso (2002: 169) mengatakan bahwa nota tersebut menerangkan jumlah yang dikurangkan dari akun pelanggan serta alasan yang menyertainya. Salah satu contoh nota kredit akan dijelaskan di akhir pembahasan ini.

Kemudian, efek dari penjualan retur atau pengurangan harga adalah berkurangnya penjualan dan berkurangnya uang kas atau piutang dagang. Apabila akun penjualan yang di debit, maka saldo akun ini pada akhir periode akan menunjukkan penjualan bersih. Di sisi lain, penjualan retur atau pengurangan harganya tidak diketahui.

Karena kerugian yang diakibatkan oleh pengurangan harga dan karena biaya-biaya yang harus dikeluarkan sehubungan dengannya (pengangkutan, pengepakan, perbaikan, dan lain-lain), maka dianjurkan agar penjualan retur dan pengurangan harga dicatat sebagai debit pada akun tersendiri. Inilah yang disebut dengan penjualan retur dan pengurangan harga (sales return and allowances).

Apabila atas penjualan ini uangnya telah diterima, maka pembayaran kembali untuk penjualan retur dan pengurangan harga dicatat sebagai kredit pada akun kas. Kalau uangnya belum diterima, penjualan retur dan pengurangan harga dikurangkan langsung ke piutang dan dicatat sebagai kredit pada akun piutang (dalam buku besar) dan akun pelanggan yang bersangkutan di kartu piutang.

Contoh Nota Kredit

Berdasarkan contoh nota kredit di atas, sebagaimana yang telah disinggung pada paragraf kedua, di sini kita akan mengambil sebuah contoh, yaitu Toko Buku Alif, di mana toko buku tersebut mengeluarkan dua buah nota kredit selama bulan Oktober 200A. Nota kredit ini dicatat dalam jurnal umum sebagai berikut:

Pencatatan Nota Kredit dalam Jurnal Umum

Perhatikan bahwa untuk setiap transaksi, baik akun pengendali maupun kartu piutangnya sama-sama di kredit. Sebagai petunjuk bahwa setiap jumlah harus dipindahkan ke akun pengendali dalam buku besar maupun ke buku pembantunya, maka dibuatlah garis diagonal pada kolom referensi (Soemarso, 2002: 170).

Bila jumlah dalam sisi kredit telah dipindahkan ke akun pelanggan, tanda √ dicantumkan dalam sisi sebelah kanan garis diagonal. Sedangkan untuk nomor akun piutang dagang dicantumkan pada sisi sebelah kiri garis diagonal.

Setelah pemindah-bukuan, akun piutang dagang serta penjualan retur dan pengurangan harga di buku besar akan tampak seperti di bawah ini.

Hasil Setelah Pemindahbukuan

Toko Buku Dzikra

Kartu piutang yang bersangkutan setelah pencatatan nota-nota kredit tersebut akan tampak seperti berikut ini.


Toko Buku Hikmah

Bila nota kredit yang dikeluarkan cukup banyak, kita dapat membuatnya jurnal khusus untuk mencatat debit pada akun penjualan retur dan pengurangan harga dan kredit pada akun piutang dagang seperti yang terlihat di bawah ini.

Buku Penjualan Retur dan Pengurangan Harga
Buku Penjualan Retur dan Pengurangan Harga

Pencatatan ke jurnal khusus ini dan pemindahannya ke buku besar tidak berbeda dengan pencatatan dan pemindahan pada buku penjualan (Soemarso, 2002: 172).

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel