Terlibat dalam Konflik yang Konstruktif

Situs Ekonomi - Teknik dalam pengambilan keputusan yang lebih baik adalah mendukung adanya konflik yang konstruktif. Manajer di perusahaan yang berhasil saat ini menyadari bahwa konflik yang timbul berdasarkan keragaman pandangan dapat mengubah masalah menjadi fokus, menstimulasi pemikiran kreatif, membentuk pemahaman yang lebih luas terhadap isu dan alternatif, dan meningkatkan kualitas keputusan. Konflik konstruktif berarti bahwa konflik tersebut berkaitan dengan pekerjaan dan isu atau permasalahan yang dihadapi, bukan persaingan pribadi atau politis (Daft, 2006: 431).

Konflik Konstruktif

Terdapat sejumlah cara untuk menstimulasi konflik yang konstruktif. Salah satunya adalah dengan menjamin bahwa kelompok berbeda-beda dalam hal usia dan jenis kelamin, daerah fungsional atau keahlian, tingkat hirarki, dan pengalaman dengan bisnis yang dijalankan.

Beberapa kelompok menerapkan mitra penentang hal yang baik (devil's advocate) yang berperan dalam menguji asumsi dan penilaian yang digunakan kelompok (Schweiger, 1987: 38-41). Mitra penentang ini dapat memaksa kelompok untuk memikirkan kembali pendekatan masalah yang digunakan dan menghindari pengambilan kesimpulan yang prematur.

Pendekatan lain adalah membuat anggota kelompok mengembangkan alternatif sebanyak mungkin dan secepat mungkin. Pendekatan ini membawa kelompok untuk bekerja dengan beragam alternatif dan mendorong tiap orang untuk menentang ide yang tidak mereka sepakati dengan tujuan untuk menimbulkan debat (Daft, 2006: 433).

Cara lain lagi untuk mendorong konflik konstruktif adalah menggunakan teknik yang dinamakan poin-lawan poin (point-counterpoint), yang memecah kelompok pengambil keputusan menjadi dua kelompok kecil dan memberikan mereka tanggung jawab yang berbeda, dan bahkan bersaing. Kelompok tersebut kemudian mengembangkan dan bertukar proposal dan mendiskusikan dan berdebat tentang pilihan yang beragam hingga mereka menyepakati serangkaian pemahaman dan rekomendasi umum.

Pengambilan keputusan di tengah lingkungan saat ini yang bergerak cepat dan kompleks merupakan salah satu tanggung jawab penting -- dan paling menantang -- bagi para manajer. Dengan melibatkan pihak lain, pembelajaran melalui kesalahan dan bukannya menyalahkan, memahami kapan harus menarik diri, membangun intuisi kolektif, dan terlibat dalam konflik konstruktif, manajer dapat meningkatkan kualitas dan efektivitas pengambilan keputusan.

0 Response to "Terlibat dalam Konflik yang Konstruktif"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel