Inilah Masing-masing Pos Neraca yang Perlu Anda Ketahui

Situs Ekonomi - Pada hakikatnya, bentuk neraca perusahaan dagang tidaklah jauh berbeda dengan perusahaan jasa. Perbedaannya adalah lebih banyaknya aktiva dan kewajiban yang harus dilaporkan.

Neraca

Kalau Anda masing mengingat pembahasan yang lalu, di sini kita masih menggunakan kasus yang sama, yaitu PT Maju. Neraca PT Maju yang disusun berdasarkan neraca lajur, disajikan pada tabel di atas. Adapun penjelasan singkat dari masing-masing pos neraca akan diterangkan di bawah ini.

A. Aktiva Lancar

Seperti yang terlihat pada tabel tersebut, secara garis besar sisi aktiva dikelompokkan menjadi aktiva lancar, investasi jangka panjang dan aktiva tetap. Aktiva lancar adalah kas dan aktiva-aktiva lain yang dapat ditukarkan menjadi kas (uang) dalam jangka waktu satu tahun atau dalam satu siklus kegiatan normal perusahaan (Soemarso, 2002: 228).

1. Kas

Termasuk dalam kelompok ini -- sebetulnya -- adalah kas dan bank. Tetapi, untuk memudahkan kita dalam memahaminya, maka selama ini hanya disebut kas saja. 

Kas ini merupakan saldo uang tunai yang ada di perusahaan, sedangkan bank adalah saldo rekening koran perusahaan di bank. Aktiva ini dikenal sebagai aktiva paling lancar bagi perusahaan karena dapat langsung digunakan untuk segala macam transaksi.

2. Surat Berharga

Surat berharga yang dimaksud pada tabel di atas adalah saham, obligasi, dan surat-surat berharga lainnya yang dimiliki oleh perusahaan. Tujuannya adalah untuk memutarkan kelebihan uang tunai dan tidak dipergunakan untuk investasi jangka panjang.

3. Piutang Dagang

Piutang adalah hak klaim yang dimiliki perusahaan terhadap seseorang atau perusahaan lain. Pada saat jatuh tempo, apabila piutang dilunasi, perusahaan akan memperoleh uang tunai, aktiva lain atau jasa.

Piutang dagang adalah piutang yang berasal dari kegiatan utama perusahaan (penjualan kredit). Akun piutang dagang biasanya dilampiri dengan daftar piutang (Soemarso, 2002: 229).

4. Piutang Wesel

Piutang wesel atau sering disebut dengan wesel tagih, sejatinya merupakan piutang juga. Namun, dalam hal ini debitur memberikan janji tertulis bahwa ia akan membayar sejumlah uang pada tanggal tertentu.

Dalam piutang, janji tertulis semacam itu tidak ada. Oleh karena itu, adanya janji tertulis ini membuat kedudukan wesel tagih di mata perusahaan menjadi lebih kuat dibandingkan dengan piutang dagang, sehingga dalam neraca dicantumkan di atas piutang dagang.

5. Persediaan

Persediaan merupakan barang-barang yang dimiliki perusahaan untuk dijual kembali atau digunakan dalam kegiatan perusahaan. Dalam perusahaan dagang, jenis persediaan yang selama ini dikenal adalah persediaan barang dagang.

Dalam penjualan tunai, persediaan langsung ditukar dengan uang. Penjualan kredit berarti persediaan mula-mula ditukar dengan piutang, baru kemudian dari piutang menjadi uang.

6. Pembayaran di Muka (Prepayments)

Pembayaran di muka dapat digolongkan menjadi uang muka (advances) dan beban dibayar di muka (prepaid expenses). Uang muka adalah pembayaran di muka yang nanti akan diperhitungkan pada waktu perolehan suatu aktiva. Sementara itu, beban dibayar di muka, seperti namanya sudah disebutkan, adalah pembayaran di muka untuk beban. 

Contoh dari uang muka adalah uang muka pembelian persediaan dan uang muka pembelian aktiva tetap. Sedangkan contoh untuk beban dibayar di muka adalah sewa dibayar di muka, asuransi dibayar di muka, pembayaran di muka pajak penghasilan, perlengkapan, dan lain sebagainya.

7. Investasi Jangka Panjang

Investasi jangka panjang (long term investment) adalah penamaan yang dilakukan terkait dengan tujuan jangka panjang perusahaan. Berbeda halnya dengan surat-surat berharga, di mana tujuan pemiliknya adalah untuk diperjualbelikan.

Surat-surat berharga yang digolongkan dalam investasi jangka panjang dimiliki untuk jangka waktu yang panjang dan terutama untuk tujuan melakukan kontrol atau membina hubungan dengan perusahaan lain. Investasi jangka panjang dapat dilakukan dalam bentuk saham atau obligasi.

8. Aktiva Tetap

Aktiva bernilai besar yang digunakan untuk kegiatan perusahaan, bersifat tetap atau permanen dan tidak untuk dijual kembali dalam kegiatan normal disebut aktiva tetap. Contoh aktiva ini adalah tanah, gedung, kendaraan, peralatan, mesin-mesin, dan lain-lain.

Aktiva ini (kecuali tanah) akan berkurang nilainya karena digunakan dalam kegiatan perusahaan. Penyusutan nilai aktiva dicatat oleh perusahaan sebagai beban penyusutan.

Akumulasi penyusutan adalah jumlah penyusutan yang telah dilakukan sejak aktiva tetap diperoleh sampai dengan tanggal neraca. Harga perolehan aktiva tetap dikurangi dengan akumulasi penyusutan disebut nilai buku atau aktiva tetap neto (Soemarso, 2002: 230).

B. Kewajiban Lancar

Sisi kewajiban dalam neraca perusahaan digolongkan menjadi kewajiban lancar dan kewajiban jangka panjang. Kewajiban lancara adalah kewajiban-kewajiban yang akan jatuh tempo dalam satu tahun atau dalam satu siklus kegiatan normal perusahaan.

1. Utang Dagang

Utang dagang merupakan kebalikan dari piutang dagang, yaitu utang yang berasal dari kegiatan utama perusahaan (pembelian kredit barang dan jasa). Akun ini biasanya dilampiri dengan daftar utang dagang yang memuat rincian menurut nama kreditur.

2. Utang Wesel

Utang wesel atau sering disebut dengan wesel bayar merupakan kebalikan dari piutang wesel. Dalam hal ini, perusahaan mengeluarkan janji tertulis untuk membayar sejumlah uang pada tanggal tertentu.

3. Utang Bank

Utang bank merupakan kewajiban jangka pendek atau jangka panjang kepada bank atau lembaga keuangan yang disebabkan oleh pinjaman yang diterima perusahaan.

4. Utang Gaji, Bunga, dan Lain-lain

Utang-utang yang termasuk dalam golongan ini merupakan beban-beban yang terjadi, tetapi belum saatnya dibayar. Terkadang, utang semacam ini disebut sebagai beban yang masih harus dibayar (accrued liabilities).

C. Kewajiban Jangka Panjang

Utang yang jatuh temponya lebih dari satu tahun digolongkan ke dalam kewajiban jangka panjang. Contohnya adalah utang obligasi, utang bank, dan lain sebagainya.

D. Modal

Sebagaimana yang telah diketahui bahwa modal itu merupakan hak pemilik atas kekayaan perusahaan. Kekayaan perusahaan dalam neraca dicatat sebagai aktiva. Dalam perusahaan yang berbentuk perseroan terbatas, modal terdiri dari modal disetor dan laba ditahan.

0 Response to "Inilah Masing-masing Pos Neraca yang Perlu Anda Ketahui"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel