Mengenal Neraca Saldo Secara Kompleks

Situs Ekonomi - Kita permisalkan sebuah perusahaan -- yang diberi nama PT (perusahaan dagang) Maju -- pada tanggal 31 Desember 200A terdapat dalam neraca lajur yang disajikan dalam tabel ini. Neraca saldo ini akan digunakan sebagai dasar untuk pembahasan selanjutnya.

Neraca Saldo
Sumber: Pixabay.com

Angka-angka yang tercantumkan dalam neraca saldo PT Maju diambil dari saldo-saldo akun yang ada di buku besar perusahaan. Perbedaannya dengan neraca saldo yang terdahulu adalah bahwa akun yang dipakai dalam neraca saldo sekarang ini jauh lebih banyak. Selain itu, dalam contoh ini pula bentuk badan usaha yang digunakan adalah perseroan terbatas.

Akun baru yang muncul dalam bagan akun adalah akun persediaan barang dagang dan pembelian. Akun persediaan barang dagang mempunyai saldo debit sebesar Rp19.700. Saldo ini merupakan persediaan barang dagang yang ada pada awal periode, yaitu 1 Januari 200A.

Kalau Anda masih ingat, sebelumnya kita sempat menyinggung bahwa akun ini digunakan untuk mencatat harga pokok persediaan barang yang ada pada awal dan akhir periode saja. Tidak ada transaksi lain yang dicatat di dalamnya.

Kemudian, Anda perhatikan kembali tabel tersebut, di mana akun pembelian bersaldo debit sebesar Rp80.000, sedangkan akun pembelian retur dan pengurangan harga bersaldo kredit sebesar Rp2.000. Akun pembelian mencerminkan jumlah pembelian barang dagang dari 1 Januari 200A sampai dengan 31 Desember 200A. Sementara itu, akun pembelian retur dan pengurangan harga merupakan pengembalian barang dagang atau pengurangan harga yang diterima selama periode yang sama.

Akun-akun modal dalam sebuah perseroan terbatas terdiri dari: (a) Modal disetor; (b) laba ditahan dan; (c) dividen. Akun modal disetor digunakan untuk mencatat saham-saham yang telah diambil (dibeli) oleh pemilik dan disetor penuh ke dalam perusahaan (Soemarso, 2002: 218).

Perhatikan bahwa nama pemilik tidak dicantumkan dalam akun modal, berbeda dengan perusahaan perorangan. Perseroan terbatas adalah perusahaan yang merupakan badan hukum tersendiri. Artinya, perseroan dapat -- atas namanya sendiri -- bertindak di muka hukum.

Perusahaan perorangan bukanlah merupakan badan hukum. Namun, pemilik perusahaan perseorangan tersebut yang dianggap sebagai badan hukum.

Hal-hal lain yang perlu kita ketahui mengenai perseroan terbatas adalah bahwa modal dalam perseroan ini dibagi atas saham-saham yang dijual kepada para pemilik (pemegang saham). Saham-saham ini -- setelah beredar di luar perusahaan -- dapat diperjualbelikan. Pada umumnya, pemegang saham dalam perseroan terbatas jumlahnya cukup banyak.

Kembali ke pembahasan akun modal, selain akun modal disetor juga terdapat akun laba ditahan. Akun ini digunakan untuk mencatat akumulasi laba bersih yang ditahan dalam perusahaan. Laba bersih yang dihasilkan oleh perseroan terbatas ditutup ke akun laba ditahan.

Dalam sebuah perusahaan perseorangan, laba bersih ditutup ke akun modal pemilik. Akun laba ditahan dikurangi dengan dividen yang dibagikan kepada para pemegang saham.

Adapun dividen itu sendiri adalah pembagian laba kepada pemilik dalam sebuah perseroan terbatas. Biasanya, pembayaran dividen mula-mula dicatat dalam akun tersendiri yang disebut "dividen". Pada akhir tahun, akun ini ditutup ke akun laba ditahan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel