Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Beberapa Cara yang Dapat Dilakukan untuk Memperoleh Data

Beberapa Cara yang Dapat Dilakukan untuk Memperoleh Data

Data adalah bentuk jamak dari datum yang dapat diartikan sebagai informasi yang diterima yang bentuknya dapat berupa angka, kata-kata, atau dalam bentuk lisan dan tulisan lainnya. Supangat (2007) mengatakan bahwa ada beberapa cara yang dapat dilakukan dalam memperoleh data, di antaranya data yang diperoleh secara langsung (primer) dan data yang diperoleh secara tidak langsung (sekunder). Koleksi data merupakan tahapan yang paling penting dalam pelaksanaan penelitian karena hanya dengan mendapatkan data yang tepat, maka proses penelitian akan berlangsung dengan baik.

Dalam suatu proses penelitian, ketepatan dalam menentukan data yang dicari adalah suatu keharusan yang mutlak diperlukan. Dengan demikian, tujuan penelitian akan dapat terpenuhi dengan baik. Untuk itu, ada dua kategori data menurut cara perolehannya, yaitu:

1. Data Primer

Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari objek yang diteliti, baik dari objek individual (responden) maupun dari suatu instansi yang mengolah data untuk keperluan dirinya sendiri. Contoh data primer antara lain adalah hasil wawancara dengan responden, hasil penghitungan suara dari masyarakat yang melaksanakan pemilihan kepala desa atau lainnya, data jumlah mahasiswa (pelajar) yang diperoleh dari lembaga pendidikan yang bersangkutan, dan lain sebagainya.


2. Data Sekunder

Maksud dari data sekunder adalah data yang diperoleh secara tidak langsung untuk mendapatkan informasi (keterangan dari objek yang diteliti). Biasanya, data tersebut diperoleh dari pihak kedua, baik melalui objek secara individual (responden) maupun dari suatu badan (instansi) yang dengan sengaja melakukan pengumpulan data dari instansi-instansi atau badan lainnya demi keperluan penelitian dari para pengguna. Badan yang bisa mengumpulkan data tersebut antara lain adalah BPS (Badan Pusat Statistik), seperti  data mengenai laju inflasi, perkembangan pembangunan suatu wilayah, statistik penduduk, statistik ekonomi, statistik pertanian, dan sebagainya.

Data sekunder ini sangat bermanfaat sebagai sarana pendukung dari suatu persoalan yang akan diteliti. Data ini juga bisa digunakan sebagai pembanding dalam suatu proses penanganan permasalahan untuk mengetahui kondisi-kondisi selama kurun waktu tertentu. Oleh karena itu, dari data sekunder ini sering kita dapati beberapa inovasi baru sebagai solusi dalam penanganan permasalahan yang diteliti.


3. Data Tersier

Selain kedua jenis data yang disebutkan di atas, masih ada satu jenis data lagi untuk melengkapi tulisan ini, yaitu data tersier. Data ini diperoleh secara tidak langsung dari objek yang diteliti. Perbedaannya dengan data sekunder adalah data tersebut diperoleh dari pihak ketiga, baik dari objek secara individual (responden) maupun dari suatu badan yang secara sengaja mengungkapkan fakta kepada pihak kedua untuk kemudian pihak kedua tersebut mengeksploitasi fakta tersebut. Tentunya sering kita temukan data-data yang tersebar di media masa atau media lainnya yang kemudian data tersebut digunakan kembali oleh si peneliti sebagai acuan dalam penulisannya.

Sebagai contoh, si penulis ingin meneliti tentang "laju pertumbuhan ekonomi". Untuk menguatkan hasil penelitiannya, maka si penulis harus memperoleh data. Data yang didapati ternyata dari website berita tertentu, di mana website tersebut memperoleh informasinya dari BPS atau seorang tokoh yang lebih dulu melakukan penelitian. Kondisi seperti ini menggambarkan bahwa si peneliti memperoleh informasi tersebut dari responden atau suatu badan dengan cara tidak langsung.