Utang Bersyarat Pendiskontoan Wesel

Situs Ekonomi - Apabila setelah didiskontokan, ternyata kemudian penarik wesel tidak membayar weselnya pada saat jatuh tempo, maka perusahaan yang menerima wesel berkewajiban membayarnya kepada bank. Kewajiban membayar ini dihapus apabila pada waktu melakukan endosemen disetujui bahwa bank yang akan menanggung risiko tidak tertagihnya wesel (Soemarso, 2002: 371).

Adanya kewajiban untuk membayar apabila penarik wesel tidak melakukannya pada saat jatuh tempo mengakibatkan timbulnya utang bersyarat (contingent liability) dalam pendiskontoan wesel tersebut. Apabila penarik wesel membayar sejumlah yang dijanjikan pada saat jatuh tempo maka utang bersyarat ini dengan sendirinya terhapus. Sifat dan jumlah utang bersyarat yang timbul sebagai akibat pendiskontoan wesel harus dijelaskan dalam laporan keuangan.

Agar nilai wesel yang didiskontokan dapat diketahui setiap saat, kadang-kadang ayat jurnal yang dibuat pada waktu pendiskontoan bukan ke akun piutang wesel, melainkan ke akun wesel tagih didiskontokan. Pada waktu wesel jatuh tempo dan penarik telah membayarnya, maka akun wesel tagih didiskontokan dikurangi, demikian juga dengan akun piutang wesel. Mari kita perhatikan bersama ayat jurnal berikut ini:

Jurnal Pendiskontoan

Ayat jurnal (A) dibuat pada saat wesel didiskontokan ke bank, sedangkan ayat jurnal (B) dibuat pada saat wesel telah dilunasi oleh penerbitnya. Di neraca, saldo akun wesel tagih didiskontokan disajikan sebagai pengurangan terhadap piutang wesel.

0 Response to "Utang Bersyarat Pendiskontoan Wesel"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel