Penjelasan Lengkap Tentang Metode Sampling

Situs Ekonomi - Ada tiga macam metode sampling, antara lain sampling tunggal, sampling ganda dan sampling multiple. Pada metode sampling tunggal hanya diperlukan satu sample saja dari sebuah populasi (Supangat, 2007: 266).

Metode Sampling
Sumber: Pixabay.com

Karena hanya satu sampel yang dijadikan sebagai bahan interpretasi terhadap populasinya, maka besarnya sampel ini harus cukup memadai. Dengan demikian, hal tersebut dapat mewakili terhadap populasinya (representative) yang kemudian dapat dijadikan sebagai bahan membuat kesimpulan statistiknya.

Untuk metode sampling ganda, ini artinya dari sebuah populasi dapat diambil satu sampel kedua jika sampel pertama dianggap belum cukup mewakili dalam pengambilan keputusannya. Sampel kedua ini digabungkan dengan sampel pertama untuk kemudian dijadikan sebagai bahan analisis dalam pengambilan kesimpulan statistiknya. Sedangkan sampel multipel (lebih dari dua) prosesnya sama dengan sampel ganda, yaitu untuk memenuhi asumsi bahwa pengambilan keputusan masih dirasakan belum mencukupi hanya dari dua sampel saja.

Dalam menentukan anggota sampel, kita dapat melakukannya dengan dua cara, yaitu cara kebijaksanaan (judgement) dan cara acak (random). Suatu sampel disebut sampel kebijaksanaan apabila anggota sampel dipilih atas kebijaksanan seseorang (personal), maka sampel tersebut dikatakan sebagai sampel yang diambil berdasarkan kebijaksanaan.

Cara lainnya adalah sampel random. Sampel ini merupakan suatu sampel yang diambil dari populasi dengan cara sedemikian rupa, sehingga setiap unsur (anggota populasi) memiliki kesempatan yang sama untuk terpilih.

Sampel random sering disebut juga sebagai sampel probabilitas karena masing-masing unsur memiliki kesempatan yang sudah diketahui. Cara ini lebih objektif dan kesalahan sampling dapat diukur. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan dalam sampling acak, antara lain sampling acak sederhana, sampling acak sistematis, sampling berlapis (stratified) dan sampling kelompok (cluster).

Sampling acak sederhana dilakukan dengan cara sedemikian rupa, sehingga setiap sampel yang berukuran sama memiliki ukuran probabilitas yang sama untuk terpilih dari populasi. Misal, dalam suatu populasi yang terdiri dari elemen (A, B dan C), maka sampel yang memiliki dua elemen adalah pasangan AB, AC dan BC. Setiap pasangan mempunyai kesempatan yang sama untuk terpilih, yaitu sebesar 1/3.

Kemudian sampling acak sistematis, hal ini diperoleh dengan cara-cara tertentu. Adapun cara mendapatkan sampel tersebut disesuaikan dengan kebutuhan. Sebagai ilustrasi, misal dari sebuah populasi yang beranggotakan 1000 orang, sedangkan yang akan diminta keterangan hanya sebanyak 40 orang saja, maka langkah pengambilan sampel dapat dilakukan dengan cara berikut:

  • Beri nomor urut 1 s/d 1.000 sebagai nomor anggota populasi.
  • Tetapkan nomor-nomor yang akan diambil sebagai sampel yang merupakan kelipatan dari (1.000 : 40 = 25).
  • Lakukan pengambilan nomor pertama secara acak, misal terambil nomor 22, maka nomor berikutnya yang dijadikan sampel adalah (22 + 25 = 47), 72, 97, 122, 147, 172, 197, 222 dan seterusnya sampai didapati sejumlah 40 buah nomor sampel.
Sampling random berlapis (stratified random sampling), yaitu merupakan sampel strata (kelompok-kelompok) dengan harapan bahwa populasi akan menjadi semakin homogen (merata). Adapun langkah pertama sampling random berlapis adalah membagi populasi dalam kelompok-kelompok yang disebut strata, kemudian anggota sampel dipilih dari tiap-tiap stratum secara acak atau secara sistematis (Supangat, 2007: 267).

Tingkat ketelitian populasi yang didasarkan pada sampel berlapis ini biasanya memiliki akurasi data yang lebih baik (kesalahan sampling kecil) dibandingkan dengan cara lainnya (sampel yang diambil dari populasi berdasarkan cara acak sederhana). Banyaknya anggota sampel yang dipilih dari tiap-tiap stratum hendaknya sebanding dengan jumlah stratum dalam populasi.

Sebagai contoh, jika banyaknya anggota populasi dalam suatu keseluruhan adalah 1.500 orang yang terbagi di 6 wilayah RW, dengan tingkat kepadatan penduduk sebagai berikut: RW 01 berjumlah 250 orang, RW 02 berjumlah 230 orang, RW 03 berjumlah 400 orang, RW 04 berjumlah 200 orang, RW 05 berjumlah 180 orang dan RW 06 berjumlah 150 orang. Kondisi ini dapat diartikan bahwa stratum 01 adalah 16,67 persen dari populasi, stratum 02 adalah 21,33 persen, stratum 03 adalah 26,67 persen, stratum 04 adalah 13,33 persen, stratum 05 adalah 12,00 persen dan stratum 06 adalah 10,00 persen. Adapun jumlah sampel yang diambil dari tiap stratum, hendaknya sebanding dengan banyaknya populasi yang ada, misalkan jumlah sampel yang diperlukan sebanyak n = 40.

Untuk masing-masing stratum, jumlah sampelnya adalah: RW 01 diambil sebanyak (16,67% × 40 orang = ±7 orang), dari RW 02 sebanyak (21,33% × 40 orang = ±8 orang), dari RW 03 sebanyak (26,67% × 40 orang = ±11 orang), dari RW 04 sebanyak (13,33% × 40 orang = ±5 orang), dari RW 05 sebanyak (12,00% × 40 orang = ±5 orang), dari RW 06 sebanyak (10,00% × 40 orang = ±4 orang). Selanjutnya untuk menetapkan siapa saja yang akan dijadikan sebagai responden dari tiap-tiap wilayah tersebut, dapat dilakukan dengan cara sampel acak sederhana atau dengan cara sampel acak sistematis.

0 Response to "Penjelasan Lengkap Tentang Metode Sampling"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel