Hasil Regresi: Permintaan Kendaraan Elektrik di Kota Banda Aceh

Situs Ekonomi - Hai sobat ekonom! Pada pagi ini saya ingin menulis tentang hasil regresi. Namun, yang saya jadikan contohnya adalah hasil penelitian saya yang telah dituangkan sebelumnya ke dalam lembaran-lembaran skripsi.

Penelitian yang dimaksud adalah tentang permintaan kendaraan elektrik di Kota Banda Aceh. Penelitian tersebut saya lakukan pada tahun 2017 berdasarkan data kuesioner yang dibagikan ke beberapa komunitas tertentu pada saat itu. Jadi, saya langsung terjun ke lapangan untuk mengutipnya.

Saya memastikan kepada teman-teman bahwa hasil tersebut benar adanya dan bisa dipertanggungjawabkan. Semoga saja apa yang saya bagikan ini dapat bermanfaat buat teman-teman yang barangkali sedang menyusun suatu penulisan penelitian. Untuk itu, mari kita simak bersama bagaimana hasilnya!

Hasil Estimasi dan Analisis

Untuk mengetahui daya beli kendaraan elektrik di Kota Banda Aceh, terdapat beberapa variabel bebas yang dianggap dapat mempengaruhi masyarakat dalam upaya untuk mengadopsi kendaraan elektrik di kota tersebut. Adapun variabel bebas yang digunakan adalah tingkat pendapatan, biaya tahunan kendaraan saat ini, tingkat pendidikan, jarak tempuh dan jumlah anggota keluarga untuk menganalisis variabel terikat (daya beli kendaraan elektrik). Penelitian ini menggunakan analisis regresi linear berganda untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat.

Interpretasi Hasil

Hasil regresi linear berganda yang dilakukan berdasarkan data yang diperoleh dari hasil penelitian lapangan masing-masing variabel dengan menggunakan analisis OLS (ordinary least square). Untuk hasil estimasinya dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Tabel 1.1
Hasil Estimasi Regresi Linear Berganda terhadap Roda Dua
Hasil Estimasi Regresi Linear Berganda terhadap Roda Dua
Sumber: Data Lapangan 2017 (Diolah)

Tabel 1.1 menunjukkan bahwa variabel bebas terdiri dari tingkat pendapatan, biaya tahunan kendaraan saat ini, tingkat pendidikan, jarak tempuh, jumlah anggota keluarga dan daya beli kendaraan elektrik (variabel terikat). Saat ini, infrastruktur di Kota Banda Aceh untuk kendaraan elektrik masih belum difasilitasi. Dengan demikian, responden mengaitkan tingkat perkembangan infrastruktur sekarang terhadap daya beli kendaraan elektrik.

Semakin maju persediaan infrastruktur terhadap kendaraan elektrik maka semakin tinggi pula tingkat permintaan responden terhadap kendaraan tersebut, begitupun sebaliknya, jika infrastruktur terhadap kendaraan elektrik masih belum memadai maka responden enggan membeli kendaraan elektrik. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Jansson (2017), variabel tingkat pendapatan dan jumlah anggota keluarga berhubungan positif dan signifikan terhadap variabel terikat (pengguna kendaraan konvensional) di Swedia, sehingga menghasilkan nilai statistik yang signifikan dengan tingkat keyakinan 90 persen.

Tabel 1.2
Hasil Estimasi Regresi Linear Berganda terhadap Roda Empat
Hasil Estimasi Regresi Linear Berganda terhadap Roda Empat
Sumber: Data Lapangan 2017 (diolah)

Nilai statistik pada Tabel 1.2 tentunya memiliki nilai yang berbeda dengan Tabel 1.1. Hal ini terjadi dikarenakan perbedaan jenis kendaraan responden yang diperoleh melalui kuesioner.

Perbedaan yang mencolok tentunya pada TEV (total economic value) dan AEV (average economic value), dari nilai tersebut maka TEV untuk roda dua yaitu Rp 1.856.761.000 dan AEV-nya Rp 18.567.610, sebagaimana yang tertera pada Tabel 1.1. Sedangkan pada Tabel 1.2 terdeteksi nilai TEV untuk roda empat, di mana nilai tersebut memiliki harga Rp 20.386.350.000 dengan AEV sebesar Rp 203.863.500.

Hal ini mengindikasikan bahwa harga tersebut adalah harga pasar yang sesuai untuk dikomersialkan di Kota Banda Aceh, di mana nilai yang diambil merupakan nilai AEV-nya. Sementara nilai TEV menunjukkan bahwa nilai tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan harga rata-rata kendaraan yang digunakan saat ini oleh responden.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel