Perhatikan Hal Ini Sebelum Memulai Investasi!

Perhatikan Sebelum Memulai Investasi

Situs Ekonomi - Sebagai seorang investor pemula, memahami beberapa kesalahan dalam berinvestasi harus dipelajari secara dini mungkin. Dengan mengetahui hal tersebut, maka nantinya kamu diharapkan bisa terhindar dari segala persoalan yang akan membuatmu rugi dalam menjalankan investasi tersebut.

Investasi memang menjadi pilihan terbaik untuk mengelola harta dengan cara yang lebih baik dan maksimal. Sekarang, ada banyak instrumen yang bisa dilakukan dalam memulai investasi, selain emas, investasi yang dianggap mudah adalah seperti jual beli saham, reksa dana, dan berbagai instrumen investasi lainnya.

Perlu kamu ketahui, di setiap instrumen investasi tersebut memiliki kebijakan dan cara pengelolaan yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Investasi emas tidaklah sama seperti investasi di reksadana, begitupun sebaliknya, meskipun hakekatnya sama-sama melakukan tindakan investasi.

Jadi, sebelum memulai berinvestasi, ada baiknya untuk mengetahui tujuan berinvestasi untuk apa, dilakukan selama berapa lama, dan resiko apa yang akan terjadi dari investasi tersebut. Dengan memahami tiga hal ini, maka rencana dan keinginan untuk melakukan investasi akan berjalan dengan lancar.

Ambil contoh saja investasi reksadana, karena investasi reksadana sudah mulai menjadi primadona bagi para investor pemula yang ingin mulai dan belajar berinvestasi. Salah satu hal yang sangat menarik ditawarkan dari investasi reksadana ini adalah kamu tidak membutuhkan modal yang sangat besar untuk memulai investasi.

Hanya dengan modal yang tidak terlalu besar, kamu sudah bisa melakukan investasi. Tapi perlu diperhatikan, reksadana sekarang terdapat dua jenis, yang pertama dilakukan secara sendiri dan yang kedua dilakukan oleh pihak bank.

Jika kamu mengandalkan pihak bank, mungkin kamu tidak akan terlalu pusing untuk mengurusnya. Kamu hanya cukup menyediakan modal, dan biarkan pihak bank yang sakit kepala untuk mengelola modal yang kamu berikan.

Tapi berbeda jika dilakukan secara sendiri, kamu perlu berhati-hati dan jeli dalam melihat peluang yang ada supaya kamu bisa mendapatkan keuntungan yang lebih daripada modal yang kamu siapkan. Sebelum memilih jenis reksadana, kamu pun perlu menentukan dalam jangka waktu berapa lama untuk berinvestasi, tujuan, modal, dan pandanganmu terhadap kinerja pasar modal.

Jika kamu ingin mendapatkan keuntungan saja meskipun kecil dan juga resiko seperti kehilangan modal yang kecil, maka jenis reksadana pasar uang sangat cocok. Apabila jangka waktumu menengah antara satu tahun hingga lima tahun, kamu bisa mengandalkan reksadana obligasi.

Sedangkan jika menginginkan keuntungan yang besar dalam jangka yang lebih lama, reksadana saham menjadi pilihan yang sangat tepat. Tapi satu hal yang diingat, dengan mendapatkan hasil yang besar, maka resikonya pun sangat besar.

Sebab, fluktuatif saham tidak sekecil pasar uang. Dengan memahami hal tersebut, kamu pun sudah memahami tentang beberapa kesalahan dalam berinvestasi.

Investasi reksadana juga bisa dibilang investasi yang paling aman karena tidak terlalu besar pengaruhnya apabila terjadi gejolak dalam perekonomian dibandingkan dengan emas, bursa saham, atau instrumen lainnya. Berinvestasi di reksadana, layaknya kamu seolah sedang menabung sambil berinvestasi.

Jadi, jika kamu mengetahui ternyata reksadana punyamu sebagian mengalami kerugian, maka jangan langsung panik. Sebab, itu hanya berlangsung sementara saja. Nantinya, pergerakan akan kembali naik dan keuntunganmu pun akan bertambah.

Dengan begitu, baiknya kamu tetap membeli berbagai jenis reksadana meskipun reksadana punyamu sebelumnya terdapat rugi atau untung. Dengan bersikap tenang, maka kamu pun tidak akan panik. Karena panik juga merupakan hal yang akan mempengaruhi keputusan yang kamu ambil, dan salah satu dari beberapa kesalahan dalam berinvestasi yang lainnya.

Gambar oleh Nattanan Kanchanaprat dari Pixabay 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel