Tidak Sedikit Emiten Melakukan Buy Back, Ini Alasannya

Tidak Sedikit Emiten Melakukan Buy Back, Ini Alasannya


Situsekonomi.com - Buy back adalah tindakan pemegang saham pengendali pada perusahaan publik untuk membeli saham-saham yang telah beredar di bursa. Tindakan ini umumnya dilakukan saat kondisi pasar modal sedang kurang kondusif (Tresnati, 2007: 39).

Kondisi ini ditandai dengan menurunnya nilai transaksi, penurunan kapitalisasi pasar, dan melemahnya indeks saham gabungan secara gradual (bearish). Dalam kondisi pasar seperti ini banyak emiten yang memutuskan untuk melakukan buy back, dengan alasan sebagai berikut:

1. Prihatin dengan Harga Pasar

Pemegang saham pendiri merasa prihatin dengan harga pasar yang terjadi terhadap saham emiten yang terus menurun di bawah nilai wajar. Keprihatinan pemegang saham pendiri yang umumnya menjadi pemegang saham pengendali perlu mengambil kebijakan karena bila harga saham terus menurun maka hal itu akan menjatuhkan citra perusahaan (corporate image) di hadapan investor maupun mitra kerjanya.

Oleh karena itu, pemegang saham pendiri jika akan melakukan langkah strategis perlu mencari investor strategis yang memungkinkan masuk sebagai pemegang saham. Dengan begitu, tindakan buy back diharapkan akan meningkatkan harga saham dan book value ekuitas per lembar saham sebagai dasar untuk menentukan harga saham yang akan dijual kepada investor strategis.

2. Alternatif Pendanaan Perusahaan

Jika cash flow perusahaan perseroan over liquid, sementara perseroan menunda atau mengurangi kegiatan ekspansi atau mengurangi aktivitas produksi akibat menurunnya permintaan maka buy back dapat dijadikan alternatif dalam strategi pendanaan perusahaan. Melalui tindakan ini, mereka membeli saham perseroan dari pasar hanya untuk sementara, kemudian akan dijual kembali sebagai saham treasury.

Penjualan kembali saham yang sempat dibeli akan dilakukan jika pasar telah menguat (bullish) kembali. Dengan demikian, saham tersebut dapat dijual dengan harga lebih tinggi dibanding harga pembelian. Saat saham itu terjual maka emiten atau pemegang saham pendiri akan menerima gain, selanjutnya dana segar berikut gain dapat digunakan untuk membiayai kegiatan perusahaan yang lebih strategis.

3. Kembali Going Private

Buy back juga dapat dijadikan langkah strategis yang dilakukan emiten untuk kembali going private menjadi perusahaan tertutup. Langkah ini dilakukan pihak manajemen atau pemegang saham pendiri jika perusahaan tersebut permodalannya kuat, memiliki cash flow yang baik, serta laba yang cukup besar.

Dalam kondisi yang seperti ini, pemegang saham pendiri dapat menguasai kembali perusahaan secara utuh dan menikmati laba yang besar melalui pembagian dividen yang dinilai lebih tinggi. Rencana buy back oleh pelaku pasar biasanya direspon secara positif. Pelaku pasar berharap melalui buy back harga pasar akan meningkat karena jumlah saham yang beredar menjadi lebih sedikit.

BACA JUGA:

Itulah tiga alasan mengapa emiten memutuskan untuk melakukan buy back. Semoga apa yang telah dituangkan ke dalam tulisan ini dapat mencerahkan kita semua.

Belum ada Komentar untuk "Tidak Sedikit Emiten Melakukan Buy Back, Ini Alasannya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel