Pengertian Management of Technology (MOT) dan Komponen Dasarnya


Management of Technology (MOT) adalah bagaimana suatu organisasi mengelola teknologi dan manajemen secara integratif untuk mencapai keunggulan kompetitif. Menurut Khalil, teknologi dan manajemen merupakan salah satu komponen kritis organisasi dalam upaya mencapai tujuannya.

Komponen kritis lain dalam organisasi adalah modal, sumber daya manusia, produk, dan sumber daya manajemen karena menyediakan kemampuan organisasional dan pengetahuan untuk melakukan aktivitas operasional. Sementara teknologi dipandang sebagai faktor kritis karena teknologi mencerminkan pengetahuan, keterampilan, teknik, dan alat yang diperlukan untuk mentransformasikan sumber daya menjadi produk yang memiliki nilai kegunaan tertentu (Rochaety, 2007: 208).

Guna menjamin pencapaian keunggulan kompetitif, maka pengelolaan teknologi dan manajemen sebagai faktor-faktor kritis perlu dilakukan secara integratif di seluruh bagian organisasi, sehingga kebutuhan organisasi akan investasi teknologi tidak dapat dihindari lagi. Adapun komponen dasar MOT adalah sebagai berikut:

1. Value Creation

Value creation adalah bentuk tanggung jawab sosial organisasi, di mana organisasi menyediakan nilai dan menciptakan aktivitas bagi masyarakat. Dengan begitu, masyarakat akan merasa senang karena organisasi tersebut telah menjawab permasalahan mereka selama ini.


2. Quality

Dalam situasi persaingan yang sangat kompetitif, kualitas produk dan produksi harus paling tidak sebanding atau lebih baik dari pesaing pada harga yang sama. Produk yang dihasilkan dan didesain secara tepat seharusnya mampu menyediakan kualitas keamanan dan produksi pada biaya yang sama dengan produk yang berkualitas lebih baik. Apakah itu kualitas ataupun biaya, keduanya penting bagi suksesnya persaingan sebuah organisasi dalam jangka panjang.

3. Responsiveness

Maksud dari responsiveness di sini adalah organisasi harus mampu mengelola tidak hanya pada stabilitas, tetapi juga pada perubahan. Organisasi modern perlu melakukan pengelolaan siklus yang pendek dalam semua aktivitas pengembangan produk, dari mulai proses produksi hingga distribusi.


4. Agility

Secara harfiah, agility adalah cara kerja seluruh anggota tubuh yang cepat dengan perubahan kecepatan atau arah dalam menanggapi stimulus yang diberikan oleh otak. Namun, dalam ilmu manajemen, agility memiliki makna yang sebenarnya tidak jauh berbeda, yaitu meningkatkan ketangkasan melalui investasi teknologi berbasis komputer untuk fasilitas produksi agar mampu menghasilkan varietas lini produk dan memproduksi varietas komponen yang diperlukan.

5. Innovation

Inovasi ialah suatu ide, barang, kejadian, dan metode yang dirasakan atau diamati sebagai suatu hal yang baru bagi seseorang atau sekelompok orang (masyarakat), baik itu berupa invention maupun diskoveri. Dengan adanya inovasi, maka akan menghasilkan kompetensi unik yang menyediakan produk, produksi, dan pelayanan yang lebih unggul dari pesaing, serta menyediakan kemampuan untuk mengelola perubahan organisasi dalam melengkapi stabilitas.

6. Integration

Integration dalam kamus Bahasa Indonesia sendiri dapat dipahami sebagai peleburan atau persatuan. Oleh karena itu, organisasi modern harus mampu mengakuisisi dan mengintegrasikan teknologi dengan kemampuan dan pengetahuan yang berbeda serta berbasis pada ilmu dan perekayasaan.


7. Teaming

Menurut Katzenbach, tim adalah sekelompok kecil orang dengan keterampilan yang saling melengkapi dan berkomitmen untuk menghasilakan tujuan-tujuan dan pendekatan bersama, di mana mereka mengikatkan diri dalam kebersamaan tanggung jawab. Dengan adanya tim, maka organisasi dapat mengatasi masalah terkait kecepatan perubahan teknologi, kompleksitas dalam mengintegrasikan teknologi yang beragam, dan menciptakan kualitas yang tinggi dengan mendorong angkatan kerja pada tingkat kemampuan dan keterampilan yang tinggi.


8. Fairness

Organisasi yang menjunjung tinggi prinsip fairness (kewajaran) akan membuat seluruh pihak dalam organisasi terjamin dalam memperoleh hak dan kewajibannya, terhindar dari praktek tercela yang dilakukan oleh sesama pihak dalam organisasi, serta mendapatkan perlakuan yang adil dari organisasi tanpa adanya perbedaan perlakuan atas dasar sukuk, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Dengan begitu, organisasi tersebut diproyeksikan akan mampu bertahan dalam jangka panjang serta menciptakan kondisi baru atas kewajaran dalam tipe dan distribusi kesejahteraan yang diciptakan oleh kesuksesan operasi produktif.

Penutup

Demikianlah informasi kita tentang management of technology (MOT). Komponen-komponen di atas sangat penting untuk diketahui karena sekarang ini tidak dapat dipungkiri lagi bahwa teknologi memegang peran yang sangat krusial dalam suatu organisasi. Beragam keunikan produk tercipta begitu saja, sehingga menuntut setiap organisasi agar segera beradaptasi dengan teknologi.

Sumber:
Rochaety. (2007). Kamus Istilah Ekonomi. Jakarta: PT Bumi Aksara

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel