Istilah HACCP yang Jarang Diketahui oleh Mahasiswa Ekonomi

Istilah HACCP yang Jarang Diketahui oleh Mahasiswa Ekonomi

Situsekonomi.com - Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) merupakan sebuah sistem yang menjamin keamanan pangan. Pangan yang aman adalah pangan yang tidak menyebabkan bahaya pada konsumen ketika makanan tersebut disajikan dan atau dimakan sesuai dengan tujuan penggunaannya (Rochaety, 2007: 139).

Ada dua pilihan yang dapat dipertimbangkan oleh perusahaan untuk menjamin keamanan pangan. Pertama, menggunakan cara lama, yaitu dengan pengujian terhadap produk pangan.

Kedua, dengan menerapkan HACCP. Cara pertama memiliki beberapa keterbatasan, yaitu penyajiannya memerlukan waktu yang lama dengan biaya yang mahal dan bahaya yang ditimbulkan oleh mikrobiologi tidak dapat diwakili oleh sampling statistik.

Selain itu, pengujiannya tidak dapat menemukan dan mengendalikan penyebab timbulnya bahaya. Dengan demikian, pengujian tidak dapat menjamin perusahaan untuk menghasilkan produk yang 100 persen aman.

Dengan adanya keterbatasan cara pengujian, maka disusunlah suatu persyaratan HACCP. Pada tahun 1997, HACCP diadopsi oleh Codex Alimentarius Commission (CAC) dan WHO (World Health Organization) pada tahun 1963, yang bertugas untuk mengembangkan pedoman dan standar di bidang pangan.

HACCP belum diadopsi menjadi standar Internasional oleh ISO (International Organization for Standardization), namun telah diadopsi oleh banyak negara di dunia. Indonesia sendiri mengadopsi HACCP pada tahun 1998 menjadi SNI-01-4852-1998.

Sampai saat ini, HACCP merupakan sistem yang paling banyak digunakan oleh industri pangan dan paling banyak diterima oleh konsumen. Sejatinya, HACCP merupakan suatu pendekatan proaktif yang bertujuan untuk mencegah bahaya yang timbul sejak proses produksi.

Sistem HACCP meminimalisasi kontaminasi dengan cara mengidentifikasi sumber-sumber yang mengkontaminasi kemudian menetapkan tindakan pencegahan yang diperlukan serta memantau tindakan tersebut untuk memastikan agar efektif. Manfaat penerapan HACCP, yakni memberikan jaminan kepada pelanggan tentang keamanan produk yang dihasilkan.

Di samping itu, perusahaan akan merasakan manfaat yang besar, antara lain mencegah product recall dan regulasi serta meningkatkan daya saing perusahaan di pasar global. HACCP tidak dapat berdiri sendiri, tetapi standar ini juga membutuhkan standar pendukung lainnya.

Penerapan sistem mutu terpadu ISO 9001-2000 dan Program Prerequisite akan melengkapi penerapan sistem HACCP di industri pangan. Sistem tersebut tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lainnya.

ISO telah mempersiapkan ISO 22000, yaitu Food Safety Management System. Requirements for organizations yang saat ini masih dalam status committee draft dan direncanakan akan menjadi standar internasional pada akhir tahun 2004, yang akan mengakomodasi persyaratan yang diperlukan oleh industri pangan dalam menjamin keamanan pangan, yaitu Sistem Manajemen Mutu ISO 9000.

Belum ada Komentar untuk "Istilah HACCP yang Jarang Diketahui oleh Mahasiswa Ekonomi"

Posting Komentar

Komentar yang sesuai dengan topik lebih disenangi

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel