Jalan Chi-X Global ke Asia

Jalan Chi-X Global ke Asia

Situsekonomi.com - Berlawanan dengan ekspektasi pada venue trading alternatif, Chi-X Global, Inc., maju dengan rencana ekspansi global yang ambisius. Pada tanggal 31 Maret 2010, perusahaan itu mendapatkan persetujuan awal pemerintah untuk menjadi yang pertama sebagai rival operator bursa saham Australia, ASX, Ltd (Perez, 92: 2012).

Chi-X Global telah melobi pemerintah selama dua tahun untuk bisa masuk ke pasar Australia. Senat melapangkan jalan bagi bursa pesaing ketika memutuskan untuk menyerahkan pengawasan trading real-time atas pasar-pasar berlisensi kepada Australian Securities and Investment Commission (ASIC), menggantikan mekanisme pengaturan sendiri yang memungkinkan ASX mengawasi bursa saham utama negara tersebut.

Berdasarkan pengaturan yang sudah berjalan sejak 1998, ASX bertanggung jawab atas pengawasan hari ke hari trading dan investigasi kejadian pelanggaran peraturan, yang bisa dirujuknya ke ASIC, regulator negara tersebut. Pemerintahan Perdana Menteri Kevin Rudd's mengatakan bahwa pengalihan peran pengawasan pasar memungkinkan hadirnya bursa pesaing dan pemerintah telah menerima proposal dari tiga operator potensial.

Untuk menangkis laju Chi-X Global, salah satu upaya yang dilakukan oleh ASX, Ltd., operator Australian Stock Exchange, adalah mengumumkan pada tanggal 18 Februari 2010 sebuah sistem trading baru yang akan dipasang pada akhir tahun itu. Sistem tersebut akan memangkas waktu transaksi dan memungkinkan lebih banyak transaksi yang dapat diproses.

Platform Genium tersebut akan memangkas waktu rata-rata untuk mengeksekusi transaksi hingga 250 milidetik dari 3 milidetik, kata Matthew Gibbs, juru bicara ASX. Sistem baru memungkinkan lebih dari 5 juta transaksi per hari, demikian dikatakan Nasdaq OMX Group, Inc., yang menyediakan platform tersebut dalam sebuah pernyataan. Sistem ASX yang saat itu masih dipergunakan hanya memungkinkan 2 juta transaksi, kata Gibbs.

Ekspektasi Chi-X Global tidak berhenti di Australia. Pada tanggal 2 Agustus 2010, Ronald Gould, CEO Chi-X Asia-Pacific, salah satu unit dari Chi-X Global, mengatakan kepada Wall Street Journal bahwa perusahaan induknya ingin berekspansi ke China, Hong Kong, dan India.

Dia juga mengakui ada pembatasan kepemilikan dan mata uang di beberapa pasar besar Asia lainnya, termasuk China. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan keinginan mereka untuk meluncurkan Chi-X Japan seminggu sebelumnya, yang memberi mereka ruang untuk memperdagangkan lima saham Jepang pada platformnya ke lima perusahaan broker. Kelima perusahaan tersebut termasuk Toyota Motor Corp. dan Sumitomo Mitsui Financial Group, Inc.

Jepang adalah contoh kasus menarik bagi Chi-X Global. Ada kecenderungan yang jelas pada jangka panjang menyusutnya status unggulan Jepang dalam pasar ekuitas Asia, sementara bursa-bursa seperti Shanghai menunggang pengaruh perusahaan dan ekonomi mereka yang terus berkembang. Pada puncak gelembung aset Jepang di tahun 1989, kapitalisasi pasar bursa Tokyo mencapai 40 persen dari nilai pasar global.

Kini, kapitalisasi pasar tersebut hanya menyisihkan 7 persen berdasarkan data World Federation of Exchange (Federasi Bursa Dunia). Dan yang paling penting, Tokyo Stock Exchange telah lama dicemooh sebagai salah satu bursa besar yang paling lamban di dunia.

Kendati status unggulan Tokyo terus menurun, pada tanggal 4 Januari 2010, Tokyo Stock Exchange (TSE) meluncurkan sebuah platform baru untuk memompa kecepatan yang paling dibutuhkan dan juga untuk bisa bersaing dengan rival domestik dan global, seperti Chi-X Global yang mau masuk. Sistem Arrowhead dengan kemampuan untuk mengelola ribuan order dalam sekejap mata akan membuat bursa terbesar Asia itu menjadi platform yang layak bagi trader elektronik. Hal itu diindikasikan sebagai jawaban atas kebangkitan platform trading elektronik, yang telah menyedot volume dengan menawarkan perdagangan yang lebih cepat dan angka harga yang lebih baik.

Dikembangkannya konglomerasi elektronik Jepang, Fujitsu, Ltd., sistem senilai $145 juta ini akan memproses transaksi dalam 5 mili detik, 600 kali lebih cepat dibandingkan dengan waktu 2 sampai 3 detik yang dibutuhkan oleh sistem sekarang dan setara dengan bursa New York dan London. TSE mengatakan bahwa sistem baru tersebut akan mendorong penggunaan algoritma dan strategi perdagangan otomatis lainnya secara luas. Secara spesifik, Arrowhead akan melapangkan jalan semakin banyaknya trading frekuensi tinggi, di mana algoritma dipergunakan untuk memperdagangkan ribuan saham dalam hitungan waktu milidetik untuk mendapatkan keuntungan dari spread kecil dan ketidakseimbangan pasar.

Perkembangan baru yang dimuat oleh The Asian Investor mendorong beberapa hedge funds frekuensi tinggi AS, seperti D.E. Shaw & Co., mulai membuka desk di TSE guna memanfaatkan infrastruktur baru TSE. UBS memperkirakan 30 persen trading ekuitas Jepang sudah bersifat frekuensi tinggi.

Tidak diragukan lagi dengan diluncurkannya Chi-X Japan, partisipasi trading frekuensi tinggi pasti akan ikut meningkat. Faktanya, turnover pada platform ini telah mencapai 50,2 miliar yen pada bulan November 2010, dan memperdagangkan 98,3 juta saham.

"Salah satu aspek yang paling membesarkan hati dari peluncuran (sistem baru) kami pada hari ini adalah partisipasi dari trader di luar negeri yang telah menyesuaikan strategi dan algoritma mereka untuk meningkatkan trading di Jepang secara umum dan memanfaatkan peluang trading akibat beragamnya venue trading. Kami akan melanjutkan upaya kami menarik investor dan berkontribusi pada pertumbuhan likuiditas di pasar Jepang ke depannya," kata Joseph Meyer, direktur perwakilan Chi-X Japan.

Belum ada Komentar untuk "Jalan Chi-X Global ke Asia"

Posting Komentar

Komentar yang sesuai dengan topik lebih disenangi

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel