Mengapa Trader Frekuensi Tinggi Membenci Order Kilat?

Mengapa Trader Frekuensi Tinggi Membenci Order Kilat?

Situsekonomi.com - Sudah jamak dikenal bahwa perusahaan-perusahaan trading frekuensi tinggi ingin mendapatkan rabat likuiditas bursa sebagai bagian signifikan dari penghasilan mereka. Secara universal tidak seperti itu, kata Narang, tetapi itulah yang terjadi pada kelas-kelas strategi tertentu (Perez, 143: 2012).

Bayangkan, misalnya, satu pasar di mana ada spread 2 sen, katakanlah di Nasdaq. Misalkan saja ada penawaran (bid) senilai $19,98 dan tawaran (offer) $20.

Sekarang, andaikan seorang pelanggan meneruskan bid-order-bid ke Nasdaq untuk membeli pada harga $19,99. Di pasar biasa, Nasdaq bisa mem-posting order itu, dan penawaran terbaik adalah $19,99.

Namun, jika ada bursa lain menunjukkan tawaran pada harga $19,99, maka sudah menjadi kewajiban Nasdaq menurut hukum untuk tidak mem-posting order itu karena akan menciptakan apa yang disebut pasar terkunci (locked market), dan alih-alih, Nasdaq terpaksa meneruskan order itu ke bursa pesaing yang menunjukkan tawaran pada harga $19,99, dengan demikian kehilangan order investor itu. Tidak perlu dikatakan, tidak ada bursa apa pun yang senang harus menyalurkan order mereka ke bursa pesaing.

Jadi, apa yang dilakukan Nasdaq adalah mengatakan akan menggunakan order kilat. Alih-alih membuat order itu terlihat, Nasdaq hanya mem-posting-nya di feed Nasdaq.

Satu-satunya alasan Nasdaq melakukan ini adalah bahwa dengan tidak mem-posting order itu, maka Nasdaq tidak menciptakan pasar terkunci dan karena itu tidak harus meneruskan order itu keluar. Selain itu, order tersebut di-posting ke feed Nasdaq hanya selama sepersekian detik.

Apa yang terjadi, menurut Narang, adalah memberi order itu kesempatan menjadi bola salju untuk diisi di bursanya sendiri sebelum diteruskan keluar. Ini tidak terlalu berbahaya dari perspektif Narang; bahkan sangat menguntungkan dari sisi orang yang mengirimkan order kilat dan cukup merugikan dari sisi trading frekuensi tinggi.

Trader frekuensi tinggi pasti jauh lebih suka order itu diteruskan keluar. Alasannya adalah orang yang sangat mungkin memiliki tawaran terbaik di bursa lain pada harga $19,99 besar kemungkinan trader frekuensi tinggi.

Apabila order itu diteruskan keluar, alih-alih mem-posting pada 19,99 di bursa lain, order itu akan melewati sebuah tawaran diam (resting offer), sehingga terjadi suatu transaksi perdagangan, dan itu akan berujung pada pertukaran likuiditas bagi orang yang mem-posting penawaran harga tersebut. Orang menyerahkan order akan membayar biaya akses pasar kira-kira 0,03 sen per saham.

Sebaliknya, apabila orang itu boleh di-posting melalui flash di Nasdaq dan kemudian orang lain mengisi order itu, maka orang yang mengirim order berhak atas rabat karena Nasdaq mem-posting order itu. Oleh karena itu, perbedaan ekonomi dua outcome dari perspektif pengirim dan order adalah lebih dari setengah spread penawaran. Ini juga menjadi kehilangan signifikan bagi trader frekuensi tinggi atas pemasukan rabat.

BACA JUGA:

Kemampuan flash dari bursa opsi merupakan rintangan utama bagi trading frekuensi tinggi untuk masuk ke dalam bisnis pembentukan pasar opsi yang sangat menguntungkan, tegas Narang. Bisnis ini didominasi oleh entitas yang diatur sangat ketat dengan keistimewaan khusus, tidak seperti pembentuk pasar de facto di pasar ekuitas AS.

Belum ada Komentar untuk "Mengapa Trader Frekuensi Tinggi Membenci Order Kilat?"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel