Pengertian dan Bentuk-bentuk Strategi Kontemporer

Pengertian Strategi Kontemporer dan Beberapa Hal Lainnya yang Perlu Diketahui

Strategi kontemporer adalah strategi manajemen perusahaan yang digunakan untuk memanfaatkan kapabilitasnya dalam menghadapi lingkungan yang berubah-ubah, sehingga perusahaan dapat berhasil mencapai tujuan dan sasarannya. Eti Rochaety mengatakan bahwa strategi tersebut antara lain sesuai dengan perubahan situasi dan kondisi lingkungan yang dihadapi, terutama perubahan strategi para pesaing serta keinginan dan kepuasan pelanggan diserta peraturan yang berubah.

Bentuk-bentuk strategi kontemporer terdiri dari:

1. Strategi aliansi, strategi untuk memanfaatkan kerja sama antara satu perusahaan dengan perusahaan lain, dalam memproduksi atau memasarkan produk yang sejenis. Bentuk kerja sama strategi aliansi seperti riset dan teknologi, kerja sama pemanfaatan fasilitas produksi, kerja sama pemanfaatan jaringan, dan kerja sama pengolahan hasil lanjutan suatu produk tertentu.

2. Strategi joint venture, perusahaan yang dibentuk oleh dua perusahaan atau lebih, di mana masing-masing mengambil kepemilikan ekuitas. Joint venture biasanya dimulai dengan pengumpulan modal, peralatan produksi dan pemasaran, patents trade marks, atau management expertise. Keuntungan yang diperoleh dari joint venture yaitu dapat menggunakan access ke pasar yang baru, intelijen data, dan arus technical information.

Baca Juga: Fungsi dan Peranan Manajemen Keuangan

3. Strategi konsorsium (consortium), pola hubungan bersama yang saling mengisi atau interlocking di antara bisnis suatu industri. Pola ini banyak digunakan untuk proyek research and development di Eropa dan Amerika Serikat terutama dalam teknologi informasi. Sedangkan di Jepang dipergunakan untuk perusahaan perdagangan dan perbankan dalam interlocking directories dan stock exchange serta perusahaan-perusahaan industri untuk meminimumkan risiko persaingan, antara lain melalui cost sharing dan meningkatkan economies of scale.

4. Licensing, penyerahan hak patent atau trade mark dari suatu perusahaan (licensor) kepada perusahaan lain (licensee) yang umumnya berada di negara lain dengan mendapatkan fee atau royalty. Pola licensing banyak digunakan oleh perusahaan industri manufacture Amerika atau Jepang untuk melakukan manufacturing dari product line perusahaan di negara lain, terutama untuk mengeksploitasi local comparative advantage dalam teknologi, material, atau labor.

5. Franchising, bentuk khusus dari licensing, di mana franchisee membuat sendiri program pemasarannya termasuk brand name, logo, products, dan metode operasinya. Pola franchising sering ditemukan dalam bisnis perhotelan, seperti Hilton, Hyatt, dan Holiday Inn, bisnis soft drink dan bisnis fast food.

Baca Juga: Etika Bisnis dalam Kegiatan Pemasaran

6. Outsourcing, pola kerja sama untuk memperoleh competitive advantage, baik yang bersumber dari human resource, riset dan teknologi maupun lainnya. Outsourcing merupakan pola untuk menggunakan sumber lain dari internal capacity dalam memenuhi tahapan kegiatan atau proses yang menjadi dasar pencapaian tujuan perusahaan yang berorientasi pada downsizing.

Outsourcing akan memunculkan metode Just In Time (JIT) yang digunakan untuk menjaga dan meningkatkan mutu hasil produksi, serta mempertahankan core competencies perusahaan. Alasan melakukan outsourcing yaitu untuk memperbaiki dan meningkatkan business focus, access ke world class capabilities, mengakselerasikan manfaat rekayasa atau reengineering, melakukan sharing terhadap risiko, dan mendapat fee resources.

7. Merger, strategi yang dilakukan oleh dua perusahaan atau lebih untuk mengintegrasikan operasi karena mempunyai resources dan capabilities secara bersama-sama sehingga dapat menciptakan competitive advantage dan mencapai skala ekonomis.

Belum ada Komentar untuk "Pengertian dan Bentuk-bentuk Strategi Kontemporer"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel