Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sosok di Balik Tradeworx

Situsekonomi.com - Narang lahir di India dan bermigrasi ke Amerika Serikat bersama kedua orangtuanya ketika dia masih berusia tiga tahun. Orangtuanya ingin dia menjadi seorang dokter, dan ini barangkali yang menyulut niatnya untuk melakukan sesuatu yang berbeda (Perez, 196: 2012).

Sosok di Balik Tradeworx
Sumber: The Wall Street Journal

Narang bersekolah di sekolah umum, tepatnya di New Jersey. Dia kemudian kuliah di Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan mengambil jurusan matematika dan ilmu komputer.

Pengalaman kerja pertamanya adalah ketika dia masih duduk di bangku SMA. Dia menjadi staf bagian stok dan kasir di Walgreen's. Setamat kuliah, dia mendapat beberapa tawaran kerja sebagai programmer di Silicon Valley, tetapi dia justru tergiur dengan tawaran untuk bekerja di lantai trading First Boston di New York City.

Meskipun Narang kuat di bahasa inggris, matematika, dan ilmu komputer, dia tidak pernah sekalipun mengambil mata kuliah di bidang ekonomi, keuangan, dan statistik, sehingga praktis tidak tahu apa-apa tentang pasar atau trading ketika pertama kali bekerja di lantai trading. Ketika mulai bekerja, hal menarik dari trading adalah bahwa dalam profesi ini, seseorang (setidaknya secara konseptual) dinilai berdasarkan kriteria objektif dan meritokratis (berdasarkan pencapaian individual) -- P&L-nya.

Narang mengatakan secara konseptual karena dalam kehidupan nyata, ada banyak trader yang mendapat bonus hingga jutaan dolar selama karier mereka, meskipun P&L yang telah dihasilkan selama karier mereka secara agregat negatf. Ini terjadi karena bonus dibayarkan setiap tahun, dan ini menimbulkan berbagai macam perilaku mengambi risiko yang kurang optimal oleh trader.

Pekerjaan di First Boston menjadi awal dari sembilan tahun karier di Wall Street, di mana Narang bekerja di bidang teknologi, riset, dan trading. Dalam pekerjaan trading pertama, Narang berkerja sebagai trader obligasi untuk Citibank, yang pada waktu itu adalah dealer utama di U.S. Treasuries.

Narang tidak terlalu bagus pada pekerjaan itu. Posisi itu lebih cocok untuk mereka yang sebelumnya adalah penjudi profesional, pilot pesawat tempur, atau sejenisnya.

Guna memberi kesempatan untuk bertempur, Narang mendesain sebuah sistem trading yang pada dasarnya mengotomatisasi pekerjaanya, dan dalam proses itu, sistem menemukan segala jenis arbitrase tak berisiko di layar broker yang tidak dapat dideteksi oleh trader manusia. Itu adalah pengalaman pertama Narang dengan trading frekuensi tinggi, lama sekali pada pertengahan tahun 1990-an. Lalu pada tahun 1999, Narang meninggalkan Wall Street selama-lamanya untuk mendirikan Tradeworx.

Narang sangat terbuka mengenai prospek karier di trading frekuensi tinggi. "Ini bukan pilihan karier yang bagus. Banyak orang yang mencoba kemudian gagal," demikian katanya.

Dia melanjutkan, "Hampir tidak mungkin bersaing tanpa mendapat akses ke sumber daya seperti yang dimiliki perusahaan besar, misalnya teknologi canggih, komisi rendah, dan rebate terbaik. Regulator berusaha sebaik mungkin untuk membuat pemain kecil menjadi tidak mungkin bersaing."

BACA JUGA:

"Yang lebih penting, sebagian besar uang dalam bisnis ini dihasilkan oleh investor profesional jangka panjang. Jika seseorang memiliki kemampuan yang dibutuhkan untuk bisa bersaing dalam dunia trading frekuensi tinggi, dia bisa berdampak yang sangat besar pada beberapa pekerjaan lainnya," tutupnya.

Posting Komentar untuk "Sosok di Balik Tradeworx"