Total Quality Management (TQM-Manajemen Mutu Terpadu)

Total Quality  Management (TQM-Manajemen Mutu Terpadu)

Situsekonomi.com - Total quality management (TQM) merupakan konsep perbaikan yang dilakukan secara terus-menerus yang melibatkan semua karyawan di setiap level organisasi untuk mencapai kualitas yang excellent dalam semua aspek organisasi melalui proses manajemen (Dipeitro, 1993; Gre. et al, 1994). Program TQM mempunyai dua sisi kualitas, yaitu sisi pertama disebut sebagai hard side of quality yang meliputi semua upaya perbaikan proses produksi (mulai dari desain produksi sampai dengan penggunaan alat-alat pengendalian, seperti quality function deployment, just in time, dan statistical process control) serta perubahan organisasional lainnya (seperti struktur organisasi, budaya organisasi, dan sebagainya).

Sedangkan sisi kedua disebut sebagai soft side of quality yang lebih memfokuskan pada upaya menciptakan kesadaran karyawan akan pentingnya arti kepuasan konsumen dan menumbuhkan komitmen karyawan untuk selalu memperbaiki kualitas. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan yang mendukung pendekatan sistem pengupahan, struktur kerja, dan sebagainya.

Di samping itu, perusahaan harus meningkatkan quality of work life (QWL) yang pada gilirannya dapat meningkatkan kepuasan karyawan (Wilkinson, 1992). Menurut Juran (1992), ada tiga unsur penting yang membentuk siklus pengembangan manajemen mutu terpadu, yaitu sebagai berikut:

1. Quality planning (merencanakan mutu), pihak manajemen perlu menetapkan langkah-langkah berikut: 1) menetapkan serangkaian tujuan yang akan dicapai (set goals), 2) mengidentifikasi setiap konsumen dan merangkum jenis kebutuhannya masing-masing, 3) mengembangkan mutu produk atau jasa untuk merespons kebutuhan konsumen serta mempertemukan kebutuhan perusahaan dengan supplier, dan meyakinkan stakeholders, 4) mengembangkan rencana proses menjadi rencana operasional sehingga dapat menghasilkan produk atau jasa sesuai dengan target.

2. Quality control (mengawasi mutu), pengawasan dibutuhkan untuk menilai kesesuaian produk, jasa, serta proses yang dihasilkan dengan rencana yang sudah ditetapkan mencakup langkah-langkah: 1) mengevaluasi pelaksanaan kerja, 2) membandingkan pelaksanaan kerja, dan 3) melakukan tindakan tertentu jika terdapat perbedaan.

3. Quality improvement (perbaikan kualitas), komponen ini digunakan untuk tetap menjaga agar kinerja yang ditampilkan senantiasa menunjukkan hal yang lebih baik dari sebelumnya. Langkah perbaikan diawali dengan menetapkan infrastruktur yang efektif agar proses perbaikan kualitas dapat dilakukan secara kontinu, yaitu dengan cara: 1) mengidentifikasi rencana perbaikan, 2) menetapkan anggota tim yang terlibat dalam pelaksanaan proyek, 3) menyiapkan berbagai sumber daya yang dibutuhkan dan melaksanakan pelatihan untuk pemecahan masalah, dan 4) menetapkan pengawasan agar dapat menjamin tercapainya tujuan yang telah ditetapkan.

BACA JUGA:

Itulah pembahasan singkat tentang manajemen mutu terpadu (TQM) yang semoga dapat menambah wawasan kita lebih luas lagi. Saya cukupkan sampai di sini dan terimakasih telah berkunjung.

Belum ada Komentar untuk "Total Quality Management (TQM-Manajemen Mutu Terpadu)"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel