Trading Frekuensi Tinggi dan Dampaknya

Trading Frekuensi Tinggi dan Dampaknya

John Netto mendefinisikan trading frekuensi tinggi sebagai penggunaan teknologi untuk mengeksekusi sebuah strategi pada kecepatan yang tidak dapat dicapai apabila dieksekusi secara manual. Banyak pakar media berbicara tentang trading frekuensi tinggi dalam konteks yang terlalu luas.

Trading frekuensi tinggi dalam banyak kasus menyediakan likuiditas lebih besar dan harga yang lebih tajam melalui penggunaan dan pengembangan model yang kokoh dan keinginan perusahaan yang menciptakan model-model tersebut untuk mengambil risiko. Model-model tersebut sudah terlahir akibat keinginan perusahaan trading hak milik dan investor untuk membangun lebih banyak eksposur pada strategi kuantitatif.

Bagi Netto, tenggat waktu yang ditetapkan oleh securities and exchange commission (SEC) pada tahun 2001 bagi semua pasar saham AS untuk melakukan konversi ke desimal merupakan momen yang sangat berpengaruh terhadap trading frekuensi tinggi. Trading frekuensi tinggi memiliki komponen yang sangat dikendalikan oleh data (data-driven).

Oleh karena itu, teknologi yang ada dewasa ini telah membuat pemikiran trading frekuensi tinggi, atau setidaknya membangun strategi-strategi otomatis, menjadi jauh lebih kondusif dan jauh lebih terjangkau bagi sejumlah perusahaan di luar sana. Jadi, ketika Anda melihat beragam aspek dan Anda menyaksikan ketika semuanya bermula, proses ini lebih merupakan evolusi daripada sekedar satu tanggal penting di mana trading frekuensi tinggi secara resmi melakukan lepas landas.

Baca Juga: 8 Definisi Penting Seputar Trading Frekuensi Tinggi

Trading frekuensi tinggi berdampak pada banyak sektor dan peserta pasar berbeda dengan beragam cara. Tingkat dampaknya bergantung pada banyak faktor, termasuk kondisi pasar, volatilitas tinggi atau volatilitas rendah, kebutuhan investor akan likuiditas, dan lama holding period mereka, bergantung pada apa yang Anda tetapkan sebagai spektrum.

Jika seorang scalper (seorang trader yang menahan posisi untuk jangka waktu yang sangat singkat dan menjualnya untuk mendapatkan keuntungan kecil) melakukan segalanya secara manual dibandingkan dengan seseorang yang menggunakan komputer, maka scalper yang menggunakan komputer akan menjadi lebih cepat dan menghasilkan banyak peluang. Dengan demikian, pasti ada dampaknya.

Jika seseorang adalah trader yang ingin menjalankan serangkaian kriteria strategi yang kompleks dan memasukkannya ke dalam sebuah paket, sehingga seseorang bisa mengaplikasikan paket tersebut pada berbagai pasar, maka dalam hal ini trading otomatis akan bermanfaat karena trading frekuensi tinggi memungkinkan trader mengeksekusi strategi yang sebelumnya tidak bisa dilakukan akibat kelemahan infrastruktur dan teknologi.

Bagi pasar, trading frekuensi tinggi menghasilkan potensi sumber likuiditas yang lebih besar. Ujung-ujungnya, ini adalah hal positif untuk ekonomi. Mari kita mundur selangkah, dan pertama-tama melihat apa itu pasar saham.


Pasar saham adalah tempat di mana orang-orang berusaha untuk menambah modal guna mendanai dan mendorong operasi bisnis semakin jauh. Dan sebagai gantinya, perusahaan memberikan kesempatan kepada investor untuk ambil bagian dalam apresiasi perusahaan.

Jadi, kalau pasar lebih kokoh dan lebih kuat akibat likuiditas yang lebih besar dan penetapan harga yang lebih tajam, kemampuan bisnis-bisnis di suatu negara untuk menambah modal dan untuk membangun kekuatan ekonomi merupakan hal positif. Ini memberi keyakinan kepada perusahaan untuk bergerak maju dan berkontribusi secara pasar untuk pertumbuhan lapangan kerja di negara yang bersangkutan.

Namun, jika ada masalah pada integritas pasar, apakah itu bersifat struktural seperti pada kasus "flash crash" atau bersifat etika seperti pada kasus Enron, maka hal-hal ini bisa memiliki konsekuensi merusak terhadap kemampuan kita untuk terus memimpin dunia dalam pasar finansial.

Hal tersebut merupakan kebijakan jaminan besar ketika Anda mempunyai struktur pasar modal yang sehat dan kokoh. Apabila trading frekuensi tinggi bisa memperkuat pasar untuk menyediakan cara lain atau keunggulan likuiditas lain, maka trading frekuensi tinggi membantu ekonomi secara keseluruhan.

Belum ada Komentar untuk "Trading Frekuensi Tinggi dan Dampaknya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel