Whistleblowing: Pengertian dan Jenis-jenisnya

Whistleblowing: Pengertian dan Jenis-jenisnya

Situsekonomi.com - Whistleblowing adalah pengungkapan oleh anggota organisasi (mantan atau masih aktif) mengenai praktik-praktik ilegal, tidak bermoral, atau tanpa legistimasi di bawah kendali majikan/employer, kepada orang atau organisasi yang mungkin mampu mengambil tindakan yang memberikan dampak (Near & Miceli, 1985). Pengertian lain, whistleblowing merupakan pengungkapan oleh anggota organisasi mengenai praktik ilegal, tidak bermoral atau tanpa legistimasi di bawah kendali seluruh pimpinan organisasi.

Sementara pihak yang menerima laporan lebih eksplisit, yaitu pihak yang bersedia dan mampu mengambil tindakan untuk mengoreksi tindakan yang salah itu. Praktik ilegal atau tidak bermoral bisa berbentuk kelalaian (tidak sengaja) ataupun penyalahgunaan (sengaja) yang mengancam kepentingan umum (Sissela Bok, 1996; Dougherty dalam Fletcher, 1988). Whistleblowing dibedakan ke dalam dua jenis, yaitu sebagai berikut:

1. Whistleblowing Internal

Whistleblowing internal terjadi ketika seorang karyawan atau beberapa orang karyawan mengetahui kesalahan atau kecurangan (ilegal atau imoral) yang dilakukan karyawan lain atau kepala bagiannya kemudian melaporkannya kepada pimpinan yang lebih tinggi. Dengan kata lain, pengungkapan kesalahan itu dilakukan kepada orang dalam perusahaan dan pengungkapan tersebut dimaksudkan supaya mendapat tanggapan melalui mekanisme yang biasa dilakukan oleh perusahaan demi perbaikannya. Dalam hal ini, motivasi dari whistleblowing adalah motivasi moral, yaitu untuk mencegah kerugian bagi perusahaan.

2. Whistleblowing Eksternal

Sedangkan whistleblowing eksternal adalah pelaporan yang dilakukan oleh seseorang atau beberapa orang karyawan yang mengetahui pelanggaran moral dan/atau hukum kepada pihak luar, seperti pemerintah, media massa, dan lembaga sosial masyarakat (LSM). Pelaporan dilakukan karena pelapor mengetahui bahwa akibat dari pelanggaran itu akan menimbulkan dampak yang merugikan masyarakat dan yang diberi laporan tersebut diperkirakan dapat melakukan tindakan terhadap perusahaan atau melakukan koreksi atas kesalahan tersebut.

Whistleblowing eksternal boleh dilakukan apabila whistleblowing internal sudah dilakukan dan tidak mendapat tanggapan atau perbaikan kesalahan oleh pimpinan perusahaan. Artinya, karyawan yang memiliki komitmen terhadap perusahaan tidak etis apabila membawa masalah perusahaan ke pihak luar, tanpa terlebih dahulu memecahkannya secara internal.

BACA JUGA:

Demikianlah ulasan kita tentang whistleblowing, yang saya rasa sangat penting untuk diketahui oleh setiap anggota organisasi bisnis. Mereka harus berani bertindak apabila terdapat adanya praktik-praktik ilegal, meskipun yang melakukannya adalah seseorang yang lebih tinggi jenjang jabatannya dari dirinya. Seseorang yang berkomitmen tinggi dalam perusahaan tersebut pastinya tidak ingin adanya sesuatu yang pada gilirannya mencemari nama baik perusahaan yang ia tempati tersebut.

Posting Komentar untuk "Whistleblowing: Pengertian dan Jenis-jenisnya"