Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian, Komponen, dan Prosedur Rekonsiliasi Bank

Pengertian, Komponen dan Prosedur Rekonsiliasi Bank

Mendengar istilah rekonsiliasi bank, pastinya ada sebagian orang yang mungkin sudah mengetahuinya. Namun, tidak menutup kemungkinan pula ada beberapa yang masih belum memahami mengenai rekonsiliasi ini.

Pada dasarnya, rekonsiliasi bank adalah proses penyesuaian antara catatan kas menurut perusahaan dan catatan kas menurut bank. Ada beberapa komponen yang menyebabkan catatan kas perusahaan dan bank tidak sesuai, yaitu:
  1. Kredit bank: Kredit bank bisa menjadi salah satu penyebab terjadinya rekonsiliasi. Kredit yang dimaksud berupa deposito oleh bank untuk kepentingan nasabah. Transaksi ini bisa diketahui oleh perusahaan setelah menerima rekening koran.
  2. Setoran dalam perjalanan: Ini bisa terjadi karena terdapat setoran dana di akhir bulan yang telah dicatat oleh perusahaan pada bulan tersebut, tetapi pihak bank baru bisa mencatat dana tersebut pada bulan berikutnya.
  3. Beban bank: Beban yang dimaksud berupa biaya pelayanan, penulisan cek, beban administrasi, dan lain sebagainya yang mungkin tidak disadari oleh nasabah. Pendapatan bunga bank yang belum tercatat sepenuhnya oleh perusahaan pun termasuk ke dalam beban bank.
  4. Kesalahan pencatatan: Faktor manusiawi yang menjadi penyebab terjadinya rekonsiliasi bank adalah adanya kesalahan pencatatan yang dilakukan oleh pihak bank maupun pihak perusahaan yang mengakibatkan saldo bank tidak sama dengan saldo buku perusahaan.

Alasan mengapa setiap perusahaan harus konsentrasi saat melakukan rekonsiliasi adalah karena ini berkaitan dengan finansial perusahaan dan prosesnya juga terbilang cukup rumit. Adapun prosedur yang umumnya dilakukan saat melakukan proses rekonsiliasi, yaitu:

1. Melakukan Perbandingan

Untuk proses rekonsiliasi harus diawali dengan perbandingan antara rekening yang dimiliki oleh perusahaan dan bank. Hal ini bertujuan untuk melihat, apakah ada perbedaan atau tidak. Jika memang terdapat perbedaan, maka harus dicari tahu apa yang menjadi penyebabnya.


2. Mencatat Transaksi

Segala aktivitas yang dilakukan oleh nasabah biasanya tercatat secara otomatis oleh bank. Nah, catatlah transaksi-transaksi tersebut ke dalam buku akun kas perusahaan karena ini bisa menjadi salah satu sumber untuk mengawali proses rekonsiliasi.

3. Menelusuri Transaksi yang Masih dalam Tahap Proses

Sangat mungkin sekali terjadi di mana catatan transaksi antara nasabah dan bank berbeda. Terkadang, masih ada beberapa transaksi yang meskipun sudah dicatat oleh nasabah tapi belum didata oleh pihak bank sehingga menimbulkan perbedaan data.

4. Buat Lembar Kerja untuk Menghitung Selisih

Setelah ditelusuri, selanjutnya adalah membuat sebuah lembar kerja guna menghitung selisih antara kas atau saldo yang dimiliki oleh nasabah dan bank. Penghitungan ini berdasarkan sumber-sumber yang sudah ditemukan dalam proses sebelumnya.

5. Melakukan Penelusuran dan Pengecekan Berulang

Meskipun sudah dilakukan penelusuran dan penghitungan, tetapi tidak ada salahnya untuk mengulang kedua tahap tersebut. Dalam tahap ini dibutuhkan kecermatan dan kesabaran agar dapat memperoleh hasil yang diinginkan.


Demikianlah pembahasan tentang pengertian dan prosedur rekonsiliasi bank. Jadi, tujuan rekonsiliasi bank adalah untuk memastikan bahwa akun kas di buku besar perusahaan sudah lengkap dan akurat dengan akun di rekening bank.
Rizki Gusnandar
Rizki Gusnandar Your time is limited, so don't waste it living someone else's life - Steve Jobs