Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

4 Pendekatan Pengambilan Keputusan Etis

Situsekonomi.com - Pengambilan keputusan yang beretika (ethical decision making/EDM) banyak menjadi pembahasan berbagai pihak. Masing-masing mengemukakan tentang bagaimana kita bisa mengidentifikasi atau melakukan penilaian apakah keputusan tersebut merupakan keputusan yang beretika (Sunyoto, 79: 2016).

Suatu keputusan dianggap etis jika mendatangkan konsekuensi berupa manfaat (pendekatan teori konsekuensialisme), sesuai dengan hak dan kewajiban (pendekatan teori deontologi), bersifat adil (pendekatan teori keadilan), dan memiliki motivasi atau harapan terhadap nilai keutamaan (pendekatan teori kebajikan) (Mary, 2014). Lebih lanjut, dalam usaha untuk mengembangkan pengambilan keputusan yang beretika, peran pemangku kepentingan (stakeholders) dan pemegang saham (shareholders) menjadi cukup penting. Meskipun pemegang saham selama ini selalu menjadi fokus perusahaan dalam jangka pendek, namun upaya untuk merubah cara pandang pemegang saham agar beralih menjadi lebih beretika dan tidak hanya berfokus pada profit semata, selalu dilakukan agar bersama dengan pemangku kepentingan lainnya mewujudkan pengambilan keputusan yang beretika dalam bisnis.

Adapun pemangku kepentingan yang terlibat dalam pengambilan keputusan yang beretika ini terdiri atas pengguna dan pelanggan, mitra usaha, pemegang saham, pekerja, pemerintah, masyarakat, lembaga nonpemerintah maupun lembaga swadaya masyarakat. Adapun syarat mendasar yang perlu diperhatikan dalam pengambilan keputusan yang beretika (Brooks, 2006) selalu: 1) Berusaha mengakomodasi kepentingan mereka (well-offnes); 2) Mempertimbangkan distribusi yang adil antara beban dan keuntungan (fairness); dan 3) Memerhatikan hak (right).

Seperti telah dikemukakan di atas bahwa pendekatan pengambilan keputusan etis bisa dilakukan berdasarkan teori etika maupun dengan pendekatan lain dan dapat dirumuskan dengan batasan-batasan tertentu. Lebih lanjut Brooks (2006) mengemukakan tentang batasan tentang pendekatan-pendekatan pengambilan keputusan etis adalah:

1. Pendekatan Filosofi

a. Konsekuensialisme, Utilitarianisme, atau Teologi
Paham ini berpegang pada prinsip bahwa suatu tindakan itu benar secara moral jika konsekuensi yang menguntungkan lebih besar daripada konsekuensi yang merugikan;

b. Deontologi
Deontologi berfokus pada kewajiban dan tanggung jawab yang memotivasi suatu keputusan atau tindakan dan bukan pada konsekuensi dari tindakan. Tindakan yang didasarkan pada pertimbangan kewajiban, hak, dan keadilan sangat penting bagi profesional, direktur, dan eksekutif yang diharapkan memenuhi kewajibannya;

c. Etika Kebajikan
Etika kebajikan berkaitan dengan aspek motivasi dari karakter moral yang ditunjukkan oleh pengambil keputusan. Pertama, asumsi bahwa semua pemegang saham ingin memaksimalkan hanya keuntungan jangka pendek seperti dipaparkan di atas menunjukkan fokus yang terlalu sempit.

Kedua, hak dan tuntutan kelompok-kelompok nonpemegang saham, seperti pengguna dan pelanggan, mitra usaha (supplier, distributor, pemasar), pekerja, pemerintah, masyarakat, lembaga nonpemerintah maupun lembaga swadaya masyarakat yang mempunyai kepentingan dalam keputusan yang dihasilkan, atau di dalam perusahaan itu sendiri, harus menjadi pertimbangan pengambilan keputusan perusahaan. Pengambilan keputusan harus dapat mengkonsolidasikan kepentingan para pihak ke dalam tiga kepentingan yang umum atau mendasar, yaitu:
  • Kepentingan mereka seharusnya menjadi lebih baik sebagai hasil dari keputusan;
  • Keputusan tersebut seharusnya menghasilkan pembagian yang adil dalam keuntungan dan beban;
  • Keputusan tersebut seharusnya tidak menyinggung hak para pemangku kepentingan, termasuk para pembuat keputusan.

2. Pendekatan 5 Pertanyaan

Pendekatan 5 pertanyaan ini merupakan pendekatan etis komprehensif yang dikembangkan oleh Graham Tucker (1990) untuk pengambilan keputusan yang diusulkan melalui 5 pertanyaan. Pendekatan ini bersifat opsional dan dirancang untuk memfokuskan proses pengambilan keputusan pada relevansi isu tertentu untuk organisasi atau pengambilan keputusan yang terlibat. Adapun tabel pertanyaan dalam pendekatan ini dapat diilustrasikan dalam tabel berikut:

Pendekatan 5 Pertanyaan

Pendekatan ini merupakan pendekatan yang cukup komprehensif karena melibatkan berbagai kelompok kepentingan, bahkan juga termasuk aspek lingkungan, yang selama ini jarang dijadikan sebagai pertimbangan dalam melakukan pengambilan keputusan. Pendekatan ini penting dilakukan untuk menghindari monopoli tujuan aktivitas bisnis yang hanya memprioritaskan pada maksimalisasi keuntungan.

3. Pendekatan Standar Moral

Pendekatan standar moral dibangun oleh Velasquez (1992) untuk menganalisis dampak stakeholder yang dibangun langsung pada tiga kepentingan mendasar dari stakeholder. Ilustrasi dari pendekatan ini dapat dilihat dalam tabel sebagai berikut:

Pendekatan Standar Moral

Pendekatan ini lebih fokus dari pendekatan 5 pertanyaan, dan memandu pengambilan keputusan untuk melakukan analisis yang lebih luas berdasarkan keuntungan bersih bukan hanya profitabilitas sebagai tantangan pertama dari keputusan yang diusulkan. Pendekatan ini menawarkan sebuah kerangka yang lebih cocok untuk pertimbangan keputusan yang memiliki dampak signifikan di luar korporasi dari kerangka kerja 5 pertanyaan.

4. Pendekatan Pastin

Pastin (1986) menggunakan konsep etika aturan dasar untuk mengungkapkan gagasan bahwa individu dan organisasi memiliki aturan-aturan dasar atau nilai-nilai fundamental yang mengatur perilaku mereka atau perilaku yang diinginkan (Waluchow, 1988). Pendekatan Pastin ini dapat diilustrasikan sebagai berikut:

Pendekatan Pastin

BACA JUGA:

Penutup

Keempat pendekatan tersebut dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk melakukan pengambilan keputusan yang beretika (ethical decision making/EDM). Meskipun masing-masing pendekatan memiliki penekanan dan pembeda khusus, namun benang merah dari keempat pendekatan tersebut adalah bagaimana keputusan mampu mengakomodasi dan tidak mengabaikan hak dan kewajiban masing-masing pemangku kepentingan.

Posting Komentar untuk "4 Pendekatan Pengambilan Keputusan Etis"