Etika Bisnis dalam Pasar Monopoli

Etika Bisnis dalam Pasar Monopoli

Situsekonomi.com - Secara argumentatif dan strategi ekonomi, makro dan masyarakat menjadi pertimbangan utama dalam penguasaan sumber daya ekonomi. Untuk strategi nasional dan percepatan kemajuan industri dan ekonomi makro, maka penguasaan monopoli semacam ini lebih dapat diterima sepanjang benar-benar didasari latar belakang seperti ini. Misalnya monopoli yang diberikan sinyalnya kepada sektor-sektor produksi yang sangat vital bagi kepentingan masyarakat luas (Sunyoto, 250: 2016).

Jangan diberikan kepada pihak-pihak privat untuk menyelenggarakan kegiatan bisnis ini. Biasanya, hanya pihak perusahaan yang dikuasai pemerintah yang diperbolehkan untuk menguasai sektor-sektor yang strategis ini karena demi kepentingan umum yang lebih utama.

Oleh karena itu, monopoli semacam ini dapat dibenarkan. Lebih-lebih jika perusahaan monopoli jenis ini dikelola dengan prinsip-prinsip efisiensi dan profesionalisme yang mendukung pertumbuhan dan kemajuan usaha yang dimonopoli (Muslich, 1998).

Di lain pihak, jika monopoli ini terjadi lantaran karena para pelaku bisnis di pasar semula banyak kemudian salah satu dari pelaku ini keluar sebagai pemenang dalam persaingan, lantaran kecanggihan dan profesionalisme yang lebih tinggi dibanding dengan saingannya, sehingga pemenang ini menjadi memonopoli pasar, maka atas perusahaan yang memonopoli pasar ini harus kita lihat prinsip perolehan efisiensi. Kalau prinsip efisiensi yang dilakukan dapat kita ukur dengan kadar tinggi pada alokasi sumber daya ekonomi yang optimal, maka monopoli semacam ini justru sangat mendukung pada tingkat kesejahteraan hampir semua pihak (termasuk pada para pesaing).

BACA JUGA:

Monopoli inilah yang lebih berdimensi etika bisnis yang sehat. Ditambah dengan pengelolaan bisnis monopoli ini dilakukan dengan prinsip profesionalisme yang sebenarnya. Tetapi jika prinsip efisiensi diperoleh secara sepihak, sementara pihak lain sangat dirugikan atau hanya mendapat nilai ekonomi dan sosial yang sangat minimal, maka monopoli semacam ini justru bertentangan dengan prinsip etika bisnis sendiri, yaitu prinsip keadilan untuk mendapatkan manfaat yang sepadan dan seimbang sesuai dengan kontribusi yang diberikan oleh masing-masing pihak ini (Muslich, 1998).

Belum ada Komentar untuk "Etika Bisnis dalam Pasar Monopoli"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel