Budaya Patriarki: Salahkah Menjadi Wanita Karier?

Budaya Patriarki: Salahkan Menjadi Wanita Karier?

Situsekonomi.com - Wanita adalah makhluk yang tercipta dari tulang rusuk yang bengkok, secara makna memang lemah maka dikatakan ia bengkok yang jika dipaksakan untuk diluruskan maka akan patah. Makna tersebut mangandung arti bahwa wanita memang lemah, baik dalam hal pendiriannya, pemikirannya atau keputusan yang diambil.

Terlebih saat menjelang masa haid maka hormon wanita akan sangat mempengaruhinya. Berikut pandangan perihal wanita yang berkarier dalam budaya Patriarki, di mana wanita dianggap memiliki banyak keterbatasan: 

Jenis Pekerjaannya

Banyak faktor kenapa wanita harus bekerja seperti wanita yang berfungsi sebagai single parent atau sebagai tulang punggung keluarga. Namun, ada baiknya jika wanita tersebut bekerja pada lingkungan yang memang jauh dari interaksi dengan pria, seperti halnya seorang guru.

Hal itu tampak lebih baik baginya karena ia seperti halnya mengajar anaknya sendiri. Selain itu juga kebanyakan wanita akan lebih lembut dalam mengajar karena kodratnya yang memang lembut. Jenis pekerjaan lainnya yang cocok bagi seorang wanita adalah menjadi dokter atau perawat.

Banyak kasus di mana pasien wanita atau manula wanita yang hanya ingin dirawat oleh wanita karena berbagai alasan seperti kenyamanan dan alasan lainnya. Bahkan, saat ini telah ada rumah sakit Syariah di mana pasien wanita atau ibu hamil dan melahirkan sepenuhnya akan dirawat oleh dokter dan perawat wanita.

Oleh sebab itu, jika wanita ingin berkarier lebih baik ia memilih jenis pekerjaan yang memang lebih pantas dilakukan oleh wanita seperti pekerjaan yang kita sebut di atas. Dalam hal ini, maka wanita akan sangat layak untuk berkarier karena memang jenis pekerjaan tersebut yang menuntut demikian.

Baca Juga: Butuh Penghasilan Tambahan? Inilah 5 Jenis Pekerjaan Online yang Menjanjikan

Eksistensi Wanita dalam Keluarga

Sah-sah saja wanita bekerja meski dalam masyarakat kita banyak yang menganggap hal tersebut sebagai perlakuan khusus, bukan sebuah keharusan. Tentu saja, wanita yang bekerja selain sebab di atas yang telah kita sebutkan, maka wanita berkarier merupakan hal yang tidak wajib.

Namun, ia harus lebih mengutamakan keluarganya terutama suaminya. Jika ia dapat membagi waktu dengan bijak serta suami mengizinkannya maka tentu opsi berkarier dapat menjadi pilihannya. Banyak wanita karier yang menyerahkan pengasuhan anak pada pihak ketiga. Tentu akan kurang baik karena hanya ibu lah orang terbaik yang mampu mengasuh anak-anaknya.

Wanita sebaiknya memilih untuk berkarier jika dapat memastikan kondisi pengasuhan anak-anaknya pada orang lain akan baik-baik saja. Tentu saja, hal ini dapat dibicarakan dengan keluarganya atau sang suami sebagai kendali dalam rumah tangganya, dan imam bagi wanita.

Situasi dalam Bekerja

Satu sisi, wanita berkarier memang akan sangat membantu perekonomian keluarga. Namun, tetap harus diperhatikan keamanan wanita selama dalam perjalanan dari dan ke tempat bekerja atau lingkungan tempatnya bekerja adalah aman dan jauh dari hal-hal yang mengancam keselamatannya. Misalnya, rute tempat kerja yang menyulitkan dan lainnya.

Mungkin, berkarier secara online dapat menjadi pilihan. Dengan jualan online yang saat ini banyak dilakukan wanita dianggap juga dapat menambah keuangan keluarga. Dengan banyaknya kelemahan seorang wanita, maka ia memang harus dilindungi.

Jika wanita berkarier sampai melupakan kodratnya, maka ditakutkan akan terjadi suatu hal yang tidak diinginkan, seperti membahayakan dirinya atau terjadi perselisihan dalam keluarga. Ada baiknya keterbatasan wanita berkarier bukan dianggap sebagai membatasi gerak wanita tersebut namun demi kebaikan wanita itu sendiri.

Belum ada Komentar untuk "Budaya Patriarki: Salahkah Menjadi Wanita Karier?"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel