Kelemahan Form Lembur Manual dan Solusinya

Kelemahan Form Lembur Manual dan Solusinya

Situsekonomi.com - Apakah Anda pernah mengalami kerepotan dikarenakan perlu membuat ulang form lembur karyawan? Dikarenakan banyaknya variabel yang perlu diketik ulang, salah satunya nama karyawan yang lembur, tentunya membuat administrasi HRD semakin bertambah, bukan? Nah sebenarnya apa-apa saja sih, kelemahan dari form lembur manual ini? Langsung saja berikut ulasan selengkapnya.

Kelemahan Form Lembur Manual

Tahukah Anda bahwa menurut ketentuan pemerintah syarat kerja lembur salah satunya adalah dengan adanya perintah dari atasan atau pengusaha yang disetujui oleh karyawan. Nah, perintah lembur ini harus dibuat secara tertulis, yang selanjutnya ditandatangani oleh pekerja lembur yang bersangkutan.

Dalam praktiknya sendiri, kesepakatan lembur ini bisa berbentuk form tugas lembur, surat perintah lembur, lembar kerja lembur, formulir perintah lembur, dan sebagainya. Namun, sayangnya form lembur manual yang dbuat pada kenyataannya justru menimbulkan kendala baru, salah satunya adalah form lembur manual ini memiliki beberapa kelemahan.

Penggunaan kertas yang digunakan sebagai dokumen tentunya diperlukan kehati-hatian supaya tidak tercecer, rusak, atau hilang. Form lembur umumnya tidak hanya ditandatangani oleh karyawan, namun juga diketahui sejumlah atasan yang terkait, seperti manajer, HR, supervisor, pemimpin perusahaan, atau kepala divisi.

Maka dari itu, form kertas akan dioper dari meja satu ke meja yang lain, dengan begitu akan berisiko tercecer ketika pengarsipan dokumen yang dilakukan kurang bagus. Nah, jika sudah seperti ini tentunya persetujuan lembur akan memakan waktu lama dan lebih panjang. Ketika atasan sedang tidak ada di kantor, seperti bertugas ke luar kota, tentunya penandatangan form akan menjadi tertunda.

Selain itu, ketika memindahkan data dari form lembur manual ke perhitungan penggajian, yang mana upah lembur akan menjadi salah satu komponen dalam penambahan gaji karyawan. Pastinya proses ini menuntut ketelitian supaya tidak salah dalam melakukan input data yang dapat merugikan karyawan atau perusahaan.

Jika keliru, maka dampaknya adalah pembayaran upah lembur akan tidak sesuai dengan yang sebenarnya. Dan lagi-lagi, ketika Anda menghitung upah lembur yang dilakukan secara manual, maka waktu yang dibutuhkan akan lebih banyak.

Hal ini dikarenakan Anda perlu mengikuti ketentuan dari pemerintah, yaitu menggunakan upah per jam. Cara manual akan sangat berisiko ketika Anda melakukan penghitungan upah lembur ini, terlebih lagi untuk Anda yang kurang teliti melakukannya.

Solusi Terbaik yang Bisa Mengganti Form Lembur Manual

Lalu, apa solusi yang bisa dilakukan untuk mengganti form lembur manual ini? Tentu saja Anda membutuhkan software yang berbasis online yang pastinya dapat melakukan semuanya tanpa menggunakan kertas dan pastinya tanpa salah. Tanpa kertas, tentunya data tersimpan akan lebih aman. 

Dengan menggunakan software yang berbasis online untuk mengelola jam lembur, pastinya semua catatan akan terekam dengan bentuk data digital dan terenkripsi secara aman. Dengan begitu, Anda tidak perlu repot-repot lagi untuk membuat form lembur secara manual.

Saat menginput data menggunakan software, tentunya Anda tidak perlu repot ketika menginput data. Yang pasti, pekerjaan yang Anda lakukan akan semakin akurat, cepat, dan pastinya efisien. Bahkan, ketika Anda menggunakan software, cara melakukannya pun cukup mudah.

Dengan begitu, hal ini akan menghemat energi Anda. Anda tidak perlu repot-repot untuk melakukan transfer satu per satu ke sana sini. Untuk itu, segera lupakan form lembur manual yang tidak efisien, dan segera beralih menggunakan software yang berbasis online untuk mendapatkan sistem pencatatan yang mudah.

Belum ada Komentar untuk "Kelemahan Form Lembur Manual dan Solusinya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel