Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Prinsip Keadilan (Al-'Adl) dalam Aktivitas Produksi

Prinsip Keadilan (Al-'Adl) dalam Aktivitas Produksi

Situsekonomi.com - Prinsip ini menegaskan bahwa berlaku adil dengan siapa pun akan meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas hidup manusia. Prinsip ini misalnya dalam surat Al-Maidah ayat 8, kata 'adl merupakan suatu sikap yang dekat dengan ketakwaan (ADESY, 2016: 259).

Prinsip keadilan merupakan implementasi hubungan sesama manusia berdasarkan keyakinan kepada Allah. Karena manusia diciptakan berdasarkan hak, kewajiban, dan tanggung jawab maka prinsip keadilan mengupayakan keadilan dalam semua konteks kehidupan.

Di samping itu, keadilan atau keseimbangan adalah karakter alam semesta dan karakter manusia yang diimplementasikan dalam kehidupannya. Salah satu bentuknya adalah mendistribusikan harta kekayaan (zakat), mengoptimalkan penyediaan tenaga kerja, memerhatikan hak-hak pekerja dan perusahaan, menetapkan harga produksi yang sesuai dengan kemampuan konsumen (Sukarno, 2010).

Dalam beraktivitas di dunia kerja Islam mengharuskan untuk berbuat adil tak terkecuali kepada pihak yang tidak disukai (QS Al-Maidah [5]: 8)
Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu menjadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Implementasi prinsip keadilan bisa meningkatkan kapasitas produksi dengan tujuan memperbesar volume kesejahteraan manusia secara umum. Dalam konsep produksi Islam, bentuk keadilannya adalah distributif yang memiliki dua pengertian.

Pertama, pihak-pihak yang terlibat mendapatkan porsi kesejahteraan sesuai dengan input yang diberikannya secara proporsional. Kedua, hak-hak masyarakat dan konsumen sebagai stakeholder produksi harus dipenuhi produsen.

Pengertian pertama berkaitan dengan hubungan karyawan dan pemilik alat produksi. Konsep produksi Islam menjelaskan hubungan itu dengan skema yang adil. Misalnya alih teknologi, pengaturan jam kerja dan intensif serta jaminan sosial pekerja.

Implementasi juga tidak hanya kepada manusia tetapi melainkan kepada eksploitasi lingkungan alam. Eksplorasi sumber daya alam secara proporsional dan efisien adalah manifestasi sikap adil dalam menjaga kelestarian lingkungan alam. Kelangsungan produksi yang berkesinambungan terkait dengan sejauh mana prinsip keadilan ini diimplementasikan.

BACA JUGA:

Pemahaman yang utuh seorang produsen terhadap pengembangan dan pelaksanaan prinsip keadilan menghasilkan sistem nilai produksi yang memiliki implikasi sosial tinggi terhadap kehidupan masyarakat, pertumbuhan ekonomi, dan kemadirian ekonomi, implementasinya melahirkan konsekuensi sebagai berikut (ADESY, 2016: 260):
  • Kegiatan produksi bertujuan menggagas pemerataan sumber daya ekonomi untuk mewujudkan kemandirian ekonomi.
  • Kegiatan produksi adalah fondasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui output serta distribusi keuntungan yang dihasilkannya.
  • Kegiatan produksi menggagas upaya kelestarian lingkungan.
  • Produsen memerhatikan tingkat kesejahteraan karyawannya secara proporsional.
  • Produsen memerhatikan kebutuhan dan kepentingan masyarakat dengan terlibat dalam program pemberdayaan masyarakat.
  • Pengendalian dan pemecahan masalah dalam produksi melibatkan manajemen dalam pengambilan keputusan bisnis.

Posting Komentar untuk "Prinsip Keadilan (Al-'Adl) dalam Aktivitas Produksi"